
Thania membuka pintu kamar rawat Tristan, ia tadi sudah mendengar perkataan Kayla tentangnya pada Tristan. Apakah sudah waktunya dia harus berkata jujur pada Tristan tentang perasaannya?
Tok... tok... tok...
Thania mengetuk pintu yang sudah terbuka.
Kayla berbalik ke arah Thania, "Kamu sudah datang? Tadi saat kamu bilang baru turun dari pesawat, aku kira bohong. Kemarilah..."
Thania maju mendekat, hatinya merasa gugup ditatap oleh Tristan padahal ditatap dari jauh.
"Aku merasa bersalah padamu Kay, karena memberitahu Radit semuanya. Makanya aku ingin meminta maaf secara langsung."
Kayla menarik tangan Thania agar lebih mendekat padanya, "Hei, kau pikir aku akan marah. Kamu adalah penyelamatku, aku juga tau kau melakukan semua ini untukku. Terimakasih..."
"Kebetulan kamu disini, aku harus menyelesaikan banyak masalah dengan Radit. Jadi, mulai sekarang aku akan titip Tristan padamu."
Radit mengetuk pintu, dia masuk bersama seorang Dokter, "Tenanglah Kay, aku sudah mencari Dokter tulang terbaik untuk menyembuhkan Tristan. Ini adalah Dokter Darek, spesialis dokter tulang. Beliau dari Jerman."
Thania dan Kayla berjabat tangan dengan Dokter Darek.
__ADS_1
"Saya mohon sembuhkan teman saya Dok," ucap Kayla.
"Saya akan berusaha yang terbaik."
Dokter Darek memulai pemeriksaan, mengatakan jika selama dalam perawatan Tristan sudah ada kemajuan dan dia yakin saat penyembuhan akan berjalan lancar. Dokter Darek berjanji akan menyembuhkan kaki Tristan.
"Kay, Thania bisakah kalian mengantar Dokter Darek keluar. Aku ingin membicarakan sesuatu dengan Tristan."
Kayla mengambil Daffa dari Radit, berjalan keluar bersama Thania serta Dokter Darek. Kini di ruangan hanya ada Radit dan Tristan.
Radit mendekati Tristan menepuk bahunya, "Aku tak akan meminta maaf karena meksipun aku tau perasaanmu tulus pada Kayla, tapi aku tidak bisa melepaskan Kayla untuk bersamamu, aku tak sanggup kehilangan Kayla. Aku hanya bisa mendatangkan Dokter tulang terbaik, sebagai ucapan terimakasihku karena kau telah menjaga Kayla dan menolongnya."
"Aku mengerti, terimakasih atas semuanya. Jaga dirimu, semoga cepat sehat kembali."
Kemudian Radit berpamitan pada Tristan, ia harus segera pulang ke Indonesia. Jarvis baru saja meneleponnya dan mengatakan jika Renata menghilang.
Radit keluar ruangan, menghampiri Kayla yang sedang bercanda dengan Thania dan anaknya di kursi.
"Kay, aku harus segera pulang. Renata hilang aku harus mencarinya, bukan karena aku ada perasaan pada Renata karena aku tak pernah ada perasaan untuknya. Tapi aku juga ikut bertanggung jawab karena sudah berbohong padanya, apakah kamu mau ikut denganku pulang?" Radit tak menyembunyikan harapan di kedua matanya yang berharap Kayla ikut dengannya.
__ADS_1
Thania merasakan keraguan Kayla, "Jangan berpikir berlebihan, ikutlah pulang ke Indonesia. Selesaikan semua masalah kalian juga. Tristan biar aku yang menjaganya, aku akan mengajukan ijin cuti panjang."
Kayla menatap Thania penuh syukur, ia benar-benar beruntung mendapatkan Thania sebagai teman yang selalu berada di sisinya. "Makasih, aku akan pulang bersama Radit. Tolong jaga Tristan dan jangan menghindar lagi, dapatkan hatinya dan berjuanglah."
Mereka akhirnya berpamitan, Radit segera memesan tiket pulang. Dalam pesawat bibirnya tak pernah berhenti tersenyum, akhirnya dia bisa berkumpul bersama wanita yang dicintainya beserta buah cinta mereka.
Radit segera membawa Kayla dan anaknya ke tempat tinggalnya, Jarvis sudah menunggu kedatangan kakaknya disana.
"Bang!"
Wajah Jarvis sangat kusut, kumis dan jambang sangat tak terawat serta ada lingkaran hitam di bawah matanya seperti kurang tidur selama berhari-hari.
"Kau sudah mencarinya ke tempat yang selalu didatanginya?" tanya Radit.
"Sudah, tapi nihil. Aku tidak menemukannya, bagaimana ini bang aku takut terjadi apa-apa padanya."
Kayla menatap kasihan pada Jarvis, dia diberitahu kenyataan tentang Jarvis dan Renata yang akan mempunyai seorang anak.
Awalnya saat memikirkan akan menerima Radit kembali, dia memikirkan perasaan Renata dan tak ingin menyakitinya. Tapi saat Radit bilang jika yang dicintai Renata hanyalah Melvin yang sudah meninggal rasa bersalah Kayla berubah menjadi rasa kasihan. Selama empat tahun ia pernah merasakan bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang dicintainya dan ditinggalkan untuk selamanya.
__ADS_1