
Semua keluarga sudah dalam farmasi lengkap menunggu kepulangan Renata dan Jarvis. Keluarga Sabrina juga ikut datang, tapi saat Ayah Sabrina melihat Kayla sontak ia terkejut. Wajah kayla sangat mirip kekasihnya dulu yang menikah dengan pria lain.
Ahmad secara langsung bertanya pada Kayla, "Nak, siapa nama ibumu?"
Kayla merasa penasaran juga karena ada seorang wanita apalagi adalah sepupu Radit sangat berwajah mirip dengannya, ia tentu saja ikut merasa kaget seperti pria paruh baya yang sedang bertanya padanya. "Nama ibu saya Raya Sudirjo om, tapi beliau sudah meninggal saat melahirkan saya."
Ahmad sontak kaget, "Apa Ayahmu masih ada?"
"Ada, tapi dia bukan Ayah kandung saya. Dia bilang sendiri pada saya jika saya adalah putri Ibu saya dari cinta pertamanya. Saya bahkan tidak tau ayah kandung saya siapa," Kayla tersenyum sedih.
Ahmad memegang dadanya yang terasa sakit, dulu ia adalah kekasih Raya ibu Kayla saat mereka berdua menempuh pendidikan di LN. Mereka berdua berkenalan dan akhirnya jatuh cinta lalu berjanji akan menikah, hanya saja Raya dari keluarga sederhana menempuh pendidikan di LN pun karena mendapatkan beasiswa. Saat itu Ahmad diminta pulang ke Indonesia karena Ayah nya sakit keras, karena ia anak pertama ia pun harus menanggung beban keluarganya dengan mengurus perusahaan sampai tidak punya waktu memikirkan tentang Raya lagi.
Sampai akhirnya beberapa bulan kemudian Ahmad dipaksa menikah oleh Ayahnya dan menolak karena sudah berjanji pada Raya. Saat ingin menemui Raya untuk mengajaknya menikah tapi tanpa ada angin atau hujan ia seakan tersambar petir mendengar Raya sudah menikah dan sedang mengandung. Pikiran Ahmad kalut dan juga amarahnya berkecamuk, ia akhirnya tak punya keinginan untuk bertemu Raya kembali.
Sekarang melihat wajah Kayla yang mirip putrinya Sabrina, muncul rasa curiga apalagi Kayla bilang jika ia adalah anak dari cinta pertama Ibunya. "Nak, maukah kamu melakukan tes DNA denganku?"
Sontak perkataan Ahmad membuat semua orang memandang ke arahnya. Yang lebih kaget lagi Radit, jika Kayla memang adalah anak kandung dari pamannya berarti ia dan Kayla adalah saudara sepupu.
"Tidak!" Radit menolak mentah-mentah ide itu.
__ADS_1
Sebenarnya Ibu Sabrina dan Ibu Radit adalah kakak beradik, jadi tidak ada hubungan darah secara langsung antara Radit dan Kayla. Radit hanya ketakutan jika karena persoalan baru membuatnya berpisah lagi dari Kayla.
Kayla hanya tersenyum melihat tingkah Radit, "Jangan takut, meskipun terbukti aku adalah putri om Ahmad tapi aku akan tetap bersamamu. Aku tak akan memperdulikan apa kata dunia tentang kita," Kayla meyakinkan Radit membuat hati Radit seketika lega.
Tanpa ragu Kayla menyanggupi permintaan Ahmad, ia mengumpulkan rambut dan memberikannya pada Ahmad, "Ini om, tapi ingat ucapan saya tadi. Meskipun terbukti kita Ayah dan putri tapi saya tetap akan bersama Radit."
Kegaduhan tentang Ayah dan anak terintrupsi dengan kedatangan Renata dan Jarvis, semua orang gembira dengan kedatangan mereka berdua. Terutama Kayla, ia langsung memeluk Renata menguatkannya, "Kamu harus kuat ya, lihatlah masih banyak orang-orang yang sayang sama kamu. Duniamu memang seakan-akan runtuh aku pernah dalam posisi yang sama denganmu tapi lihatlah aku sekarang, dunia dan Tuhan akhirnya berbaik hati padaku memberikan jawaban atas semua kesabaran dan doa-doaku."
Renata menangis di pelukan Kayla, matanya memandang ke semua orang yang mendukungnya, rasa syukur tertanam di hatinya. Ia lalu memandang Jarvis, tersenyum penuh terimakasih karena telah berani memperjuangkannya dan tak menyerah akan dirinya.
*
*
*
Ekstra Part
Renata berjanji akan membuka hatinya utuk jarvis, apalagi melihat perhatian Jarvis selama ini pada dia dan anak di dalam perutnya.
__ADS_1
"Renata! Nasgor pak kumis sudah aku beli. Cepat turun, aku juga beli rujak uleg," teriakan Jarvis memekak kan telinga seisi rumah Renata.
Ibu Renata menjewer kuping Jarvis, "Kamu pikir ini rumahmu Jarvis! Sehari kamu bolak balik sampai 20x hanya untuk bawa makanan untuk Renata, ya ampun Ayah Renata pun dulu tak seperti kamu kelakuannya saat tante hamil. Awas aja kamu datang lagi hari ini! Tak cobek cobek itu rujak uleg ke mulut kamu!"
Kelakuan Ibunya malah membuat Renata menertawakan Jarvis, " Kau dengar itu Jarvis? Sekarang nyonya rumah ini sudah mengamuk! Rasain, weeee..." ejek Renata.
"Aku rela dimarahin bahkan aku rela jika dipukuli tapi jika tak bertemu kamu sehari saja, jantung ini akan berhenti berdetak, ahh jantungku... " ujar Jarvis menggombal.
"Gombal!" celetuk Ayah Renata.
"Calon papa mertua, kita sama-sama lelaki yang mencintai wanita yang sama. Anda jangan curang dengan menjatuhkan namaku, putrimu sebentar lagi akan lebih menyukaiku daripada Anda," Jarvis membanggakan dirinya.
"Cih! Belum tentu!" Ayah Renata tak mau kalah.
Jarvis hanya tertawa diikuti tawa renyah Renata dan juga Ibunya.
...*****...
**MAKASIH SEMUANYA ATAS SUPPORT DALAM KARYA RECEH SAYA YANG SATU INI, MAAF JIKA MASIH ADA YANG KURANG MEMUASKAN, SEMOGA DIMAAFKAN YA. SALAM SANTUY DARI SY, LOVE LOVE LOVE SEMUA.
__ADS_1
KARENA KISAH INI TENTANG RADIT DAN KAYLA YANG AKHIRNYA HAPPY ENDING, KISAH PEMERAN LAINYA NANTI SY SELIPIN DI EKSTRA PART LAINYA, HIHI... SALAM SEHAT SELALU ♡**