CINTAKU HANYA SANG MANTAN

CINTAKU HANYA SANG MANTAN
ANAK YANG MIRIP


__ADS_3

Melvin sudah sampai di Indonesia, dia segera pulang secepatnya. Ingin segera meminta penjelasan dari Renata.


Saat Melvin masuk ke dalam rumah, seorang anak lelaki kecil berlari ke arahnya. Anak kecil itu akan terjatuh, Melvin segera menangkapnya.


Anak kecil itu tertawa memperlihatkan gigi gusinya yang rapi. "Mayi... main sama Apin." Ujarnya masih belum bisa bicara jelas.


Melvin menatap anak di gendongannya, ia merasa tak mengenalnya.


"Abang, sudah lama tak bertemu," sapa Selvi adik perempuan Melvin, lalu mengecup pipi Melvin.


"Aku menghubungimu di Paris, tapi abang tak pernah menjawab. Padahal Zurich kota tempat tingggalku hanya berjarak 6 jam perjalanan darat dan hanya 1 jam lebih dengan pesawat. Tapi Kamu tak pernah mau mengunjungiku dan suamiku."


Selvi mengambil anak dalam gendongan Melvin. "Dia keponakanmu, semua syarat pengajuan prosedur pengapdosian selesai satu bulan lalu. Usianya 3 tahun, namanya Daffin. Nak, panggil paman."


Daffin menatap Melvin dengan senang, "Pelmen."


"Hahaha... paman sayang bukan permen. Dia masih belum terlalu lancar bicara, kata Ibu pengasuh di panti asuhan dia memang terlambat bicara."


"Ah... kau tau bang. Ada alasan aku memilihnya saat mencari anak adopsi. Kemarilah, Mama juga sampai kaget."


Selvi terus mengoceh, sambil menggendong anaknya dia berjalan ke arah meja sofa.


Melvin baru pertama kali ini bertemu dengan adik perempuannya, setelah menikah dengan pria Prancis lima tahun lalu adiknya belum pernah pulang ke Indonesia. Karena itu lah Melvin merasa baru mengenalnya dan merasa sedikit canggung.


Melvin mengikuti adik perempuannya.


"Lihatlah bang, wajahmu saat kecil seumuran Daffin sangat mirip dengan Daffin. Aku pikir Daffin anak rahasiamu dengan seorang wanita dan membuangnya di Prancis. Hahaha... "


Melvin menarik salah satu foto anak kecil dari dalam album, menatap foto itu lalu bergantian menatap anak yang digendongan adik perempuannya.


Mirip! Apa Melvin asli memang mempunyai anak rahasia dengan wanita lain dan membuangnya karena sudah ada Renata?!


"Ada apa bang? Kenapa melamun? Jangan katakan apa yang aku katakan benar? Daffin adalah anak rahasiamu?"


Melvin tak menjawab pertanyaan adiknya, dia sendiri merasa sangat bingung saat ini. Bagaimana jika benar anak ini adalah anak Melvin asli, bukankah anak ini adalah keturunan terakhir Melvin asli?


"Melvin, kamu akhirnya pulang." Anaya berjalan menghampiri putranya.

__ADS_1


Melvin mencium tangan Ibunya, ia melihat Renata berada 3 langkah di belakang Ibunya dengan wajah yang menunduk.


"Mah, Melvin akan bicara dengan Renata berdua."


Melvin menghampiri Renata, menarik lengannya pelan membawanya ke dalam kamar Melvin.


"Jadi? Tolong jelaskan semuanya. Apa yang terjadi saat aku tak ada? Anak siapa itu?" Melvin tanpa berbasa basi menanyai Renata langsung.


"Ini anakmu." Jawab Renata.


Melvin tak ingin marah, dia tak ingin menyakiti wanita yang dicintai saudara kembarnya. Rasa bersalahnya terlalu besar untuk menyakiti Renata.


Melvin duduk di sebelah Renata, menggenggam tangannya. "Aku tidak akan marah, aku hanya ingin tau anak siapa itu? Kehamilanmu tak akan membuatku membatalkan pernikahan kita. Aku sudah berjanji akan menikahimu, jadi siapa ayah anak ini? Apa dia tak ingin bertanggung jawab?"


Renata mengangkat wajahnya, menatap Melvin. "Anak ini anakmu." Renata kekeuh dengan ucapannya.


Melvin menarik nafas, ia menyerah. Dia akan menunggu Renata berkata jujur padanya.


Tok... tok... tok...


"Ok."


"Ayo, aku takkan menanyaimu lagi tentang anak di perutmu kecuali kamu jujur sendiri padaku."


Melvin memegang tangan Renata, membawanya keluar.


Semua orang tertawa gembira malam itu, meskipun Ayah Renata memarahi Melvin karena tak bisa menahan gairahnya sebelum menikah tapi semua senang dengan kehadiran anggota baru di dalam perut Renata.


Hanya satu orang yang menunduk lesu, Jarvis tau yang dikandung Renata adalah anaknya tapi dia tak bisa berbuat apapun. Saat Renata tau dirinya hamil, dia mendatangi Jarvis dan menyuruh Jarvis untuk diam.


Jarvis ingat perkataan Renata padanya saat menemuinya di Rumah sakit tempatnya bekerja. "Jarvis, ingat. Anak ini bukan anakmu tapi anakku. Aku berhak atas kehidupan anak ini, kamu jangan pernah memberitahu siapapun tentang yang terjadi pada kita."


Jarvis mengeratkan kepalan tangannya, menahan semua emosi di hadapan semua orang.


Renata mencuri pandang ke arah Jarvis, tapi bagaimana pun ia sudah mantap akan keputusannya, memilih Melvin.


Jarvis berdiri tak sanggup lagi berada di tengah kebahagian semua orang.

__ADS_1


"Mau kemana kamu nak? Abangmu dan kakak perempuanmu baru saja pulang," tanya Ayana.


"Jarvis lupa mah, ada operasi pasien malam ini. Jarvis harus pergi."


Jarvis tak berbalik ke belakang lagi dengan langkah pasrahnya meninggalkan semua orang yang sedang berbahagia.


*


Di Paris Tristan membawa kabar gembira untuk Kayla. Kenalannya berhasil mendapatkan ijin agar Kayla bisa memeriksa Cctv Rumah sakit tempatnya melahirkan tiga tahun lalu.


Kayla ditemani Tristan segera pergi ke Rumah sakit, mulai memeriksa Cctv dari saat Kayla datang untuk melahirkan.


Kayla menatap layar monitor yang memperlihatkan orang tuanya datang, lalu selang beberapa jam mereka membawa seorang bayi laki-laki.


"Hah!" Kayla menutup mulutnya menahan tangis melihat wajah anaknya untuk pertama kalinya dari layar monitor Cctv.


Tristan merangkul pundak Kayla, memberinya kekuatan.


Tayangan Cctv terus berlanjut, memperlihatkan orang tuanya memberikan anaknya ke seorang wanita dan memberikan wanita itu sebuah amplop.


Wanita muda itu pergi membawa anak Kayla beserta amplop yang langsung dimasukkan ke dalam tas nya.


Cctv menyorot plat nomer mobil wanita itu, petugas mencatat nomer polisi di plat nomer dan memberikannya pada Kayla. "Ambil ini, berikan pada polisi. Biar mereka yang melacak keberadaan wanita yang membawa bayimu."


Kayla menangis saat mengambilnya, "Terimakasih, terimakasih banyak."


Tristan segera membawa Kayla ke kantor polisi setempat dan menemukan alamat orang yang ber-plat nomer mobil tersebut.


Tristan dan Kayla tak membuang waktu, mereka menuju ke alamat tersebut. Kayla membuka pintu mobil, berjalan cepat menggedor pintu tanpa ingin bersopan santun.


Pintu terbuka dan seorang wanita keluar, wajahnya sangat mirip dengan ciri-ciri di dalam Cctv.


*


*


CATATAN AUTHOR : Baca lagi BAB.14 ( PERNIKAHAN ) ya... kalau ada yang lupa jika Melvin punya adik perempuan. Di Bab itu saya ada selipkan tentang keluarga Melvin ♡♡♡

__ADS_1


__ADS_2