CINTAKU HANYA SANG MANTAN

CINTAKU HANYA SANG MANTAN
Masih Belum Bisa Menemukan Anaknya


__ADS_3

Pintu terbuka seorang wanita keluar, wajahnya sangat mirip dengan ciri-ciri di dalam Cctv.


"Dimana anakku!? Dimana dia!" Kayla berteriak histeris.


Tristan mendekati Kayla, "Kay, tahan emosimu. Kita tanya baik-baik dulu."


Kayla akhirnya tersadar, barusan dirinya terlalu emosional. Ia menahan amarahnya.


Kayla akhirnya berbicara dengan wanita itu, dia mengatakan anak lelaki yang diambilnya dari pasangan suami istri berwajah Asia tiga tahun lalu sudah dia tinggalkan di sebuah panti asuhan. Karena desakan Kayla, wanita itu akhirnya memberikan alamat panti asuhan itu.


Kayla berangkat kembali mencari anaknya, sekitar 6 jam perjalanan Kayla sampai disana.


Kayla menatap panti asuhan tempat anaknya dan Radit tinggal selama tiga tahun ini, airmatanya terus mengalir.


Kayla masuk ke dalam tapi tak berapa lama Kayla dengan lesu berjalan keluar, Tristan yang menunggu di samping mobil berjalan menghampirinya saat melihat wajah Kayla sangat sedih.


"Kay? Ada apa? Anakmu ada kan?"


"Pengurus panti bilang, anak laki-laki tiga tahun lalu banyak yang meninggal karena kebakaran panti dua tahun lalu. Anak-anak panti yang tersisa sudah dikirim ke panti asuhan lain dan karena panti terbakar habis saat itu. Semua biodata anak-anak panti hilang. Bahkan dia bilang, dia tidak tau anak mana yang aku bicarakan."


Kayla berjalan linglung, terus berjalan tanpa menyadari sekitarnya. Tiba-tiba tubuhnya ada yang menarik dari arah belakang.

__ADS_1


Bruakkkk!


Sebuah mobil yang melintas menabrak seseorang.


Kayla terkejut, pikirannya yang linglung seketika tersadar saat melihat kengerian di depan matanya.


"TRISTAN!!!"


Tristan tergeletak di atas aspal, dia menatap Kayla sebelum menutup matanya.


Tristan segera mendapatkan pertolongan paramedis saat sampai di Rumah sakit.


Kayla tak henti-hentinya menangis, semua karena dirinya. Kayla terus menerus menyalahkan dirinya sendiri.


Akhirnya lampu ruang operasi padam, menandakan operasi telah selesai. Kayla terus menemani Tristan, sedikitpun tak ingin meninggalkannya.


Dua hari Tristan tak sadarkan diri, saat akhirnya dia membuka matanya Kayla sedang tertidur di samping ranjang sambil menggenggam tangan Tristan.


"K-kay... " suara Tristan serak karena sudah dua hari pita suaranya tak ia gunakan.


Kayla terbangun, sebenarnya dia tak benar-benar tidur. Mana bisa disaat keadaan Tristan seperti itu, Kayla bisa tertidur dengan nyenyak.

__ADS_1


"Tris! Akhirnya... " Kayla memijit tombol nurse call.


Beberapa Dokter dan perawat berdatangan ke kamar rawat Tristan.


Thania sudah dua hari lalu sampai di Paris, setelah mendengar tentang kecelakaan Tristan dia langsung berangkat tanpa menunda waktu. Ia baru saja keluar toilet, saat melihat para Dokter berdatangan.


Mata Thania seketika berkaca-kaca, melihat Tristan sudah siuman. Ia mengusap air matanya, tak ingin terlihat oleh Kayla dan Tristan.


Dokter memeriksa setiap bagian tubuh Tristan terutama kakinya. Dokter bilang Tristan mengalami patah tulang paha, jika diobati terus menerus kurang lebih dalam enam bulan Tristan bisa sembuh. Tapi jika dalam proses penyembuhan terjadi komplikasi bisa saja kaki Tristan menjadi bengkok dan tak dapat kembali normal hingga akan mengakibatkan kesusahan dalam beraktifitas sehari-hari.


Setelah pemeriksaan selesai, Dokter mengucapkan beberapa kata pada Kayla sebagai walinya. Kayla mengangguk dan mengerti.


Kayla berjalan mendekati ranjang pasien, tersenyum penuh penyesalan, "Maaf, ini semua salahku."


Tristan hanya tersenyum, dia melambaikan tangannya menyuruh Kayla semakin mendekat.


"Aku sudah bilang padamu, aku akan berada di sampingmu dalam senang dan susah. Aku bersyukur kalau akulah yang tertabrak, jika itu kamu maka duniaku akan hancur."


Saat mendengarnya Kayla tak sanggup lagi menahan tangisnya, dia menangis tersedu-sedu memeluk tubuh Tristan.


Tristan mengusap sayang kepala Kayla, "Wajahmu sangat mengerikan, bahkan ada kotoran di sudut matamu, kapan terakhir kali kamu mandi?" jahil Tristan ingin menghentikan tangisan Kayla.

__ADS_1


Tapi Kayla malah semakin kencang menangis, membuat Tristan menyerah.


Thania melihat pemandangan mengharukan sekaligus menyayat hatinya dari luar pintu kamar pasien, tapi dirinya kini tau cinta Tristan untuk Kayla benar-benar tulus, bahkan Tristan rela mengorbankan nyawanya. Mungkin sudah saatnya baginya benar-benar menyerah akan Tristan.


__ADS_2