CINTAKU HANYA SANG MANTAN

CINTAKU HANYA SANG MANTAN
Jangan Menghindar Dariku


__ADS_3

Radit tidak tega melihat keadaan Jarvis, selama beberapa hari mereka tidak bertemu, keadaan adiknya itu sekarang benar-benar sedang dalam keadaan terpuruk.


Radit merangkul adiknya, "Kuatlah, jangan seperti ini. Jika kamu memang mencintai Renata, uruslah dirimu dulu. Makan dan tidurlah, abang akan mencarinya."


Tapi Jarvis menggeleng, ia terduduk lesu.


Radit menghela nafasnya, melihat anaknya yang tertidur pulas akhirnya mengajak Kayla naik ke kamar atas, kamar Kayla dulu saat dia tinggal disana.


"Tinggallah dulu disini Kay, aku harus membantu Jarvis mencari Renata. Kamu tidak apa-apa kan?"


Kayla bukan lah wanita egois, tentu saja dia tidak keberatan. "Pergilah, aku bukan anak kecil. Aku bisa mengurus kebutuhanku dan Daffin."


Radit mengelus pipi Kayla, tatapan Radit jatuh pada bibir lembut Kayla dia ingin sekali *3***** bibirnya tapi dia sudah berjanji pada dirinya sendiri, sebelum Kayla memaafkan dan menerimanya lalu mereka menikah ia takkan menyentuh Kayla.


"Baiklah, aku pergi."


Radit pergi bersama Jarvis, mendatangi lagi tempat-tempat yang mungkin didatangi oleh Renata. Sampai malam tiba, pencariaan mereka tak membuahkan hasil.


Jarvis merasa frustasi, Radit tetap menguatkan adiknya itu.


"Apa selama abang di Paris, Renata tidak mengbubungimu?"

__ADS_1


Radit mengingat kembali aktifitasnya selama beberapa hari ini yang berusaha mendekati Kayla, tiba-tiba ia ingat saat Renata meneleponnya.


"Ah! Abang sepertinya sekarang tau dimana keberadaan Renata, tempo hari dia menelepon meminta alamat di Surabaya tempat Melvin dikuburkan. Dia pasti kesana, pasti!"


"Berikan alamatnya bang, aku akan pergi sendiri. Kamu baru saja berkumpul dengan anakmu dan mba Kayla, jadi jangan terlalu cemas."


Radit memberikan alamat kuburan Melvin di Surabaya pada Jarvis, lalu segera pulang ke rumahnya.


Radit berjalan cepat masuk ke dalam rumah, tak sabar ingin melihat Kayla dan anaknya. Baru beberapa jam saja tidak melihat mereka berdua, hatinya merasa kosong.


"Den... "


"Dimana Kayla dan anakku bi?"


Radit mengangguk dengan langkah cepat melewati 2 anak tangga sekaligus.


Radit membuka pintu dengan pelan, berjalan masuk dengan mengendap. Ternyata benar, Daffin sudah tidur dalam pelukan Kayla.


Radit mendekat ke ranjang, mengecup kening Kayla.


Tubuh Kayla bergerak, Radit naik ke atas ranjang lalu memeluk Kayla dari belakang. "Selamat malam sayang, aku mencintaimu Kay... "

__ADS_1


Bibir Kayla tersenyum, ia melanjutkan tidurnya. Tidur damainya setelah sekian tahun kehilangan kedua orang yang paling dicintainya.


*


Bandara Surabaya terlihat lengang dan tidak terlalu padat. Sambil membawa tas ranselnya Jarvis mencari sebuah taksi lalu segera naik dan memberikan alamat yang diberikan Kakaknya padanya.


Kurang lebih satu jam akhirnya Jarvis sampai di tempat Kakaknya Melvin dikuburkan. Turun dari taksi, ia mendongak ke atas menatap tanah pekuburan yang menyerupai bukit kecil.


Jarvis berjalan di tanjakan dengan matanya sekekali memandang ke atas bukit, tatapan matanya berkeliling mencari keberadaan Renata.


Saat sampai di tanah rata, Jarvis lalu berjalan di tengah-tengah pekuburan rapi. Kuburan-kuburan disana terawat dengan sangat baik.


Jarvis terus mengedarkan pandangannya, dan di sana tepat di sebuah kuburan yang bernisan putih Renata berpakaian serba hitam sedang menunduk seperti sedang berbicara sendiri.


Jarvis mendekat dengan perlahan dia tak ingin mengagetkan Renata dengan kehadirannya yang tiba-tiba.


"Kak, hari ini aku harus pergi. Besok aku akan kembali lagi kesini seperti janjiku kemarin aku datang hari ini, bukan? Aku juga akan mengikhlaskan kepergianmu tapi hatiku masih sakit jadi bisakah kamu memaklumiku jika aku masih datang kesini."


Jarvis merasakan hatinya sakit mendengar ucapan Renata, begitu besar cinta Renata untuk kakaknya Melvin.


"Kak, aku sudah cukup menangis untukmu dan aku tidak akan menangis lagi. Dan kamu tau kak? Aku sedang mengandung, anak ini adalah anak Jarvis. Aku tau dia adalah Ayah anak ini dan juga berhak atas anak ini, tapi aku belum bisa membuka hatiku untuknya. Apakah menurutmu Jarvis akan mengerti?"

__ADS_1


Saat mendengarnya Jarvis akhirnya maju mendekati Renata, "Aku akan mengerti. Tidak apa-apa kamu belum bisa menerimaku Ren. Aku tau perasaan seseorang tak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi, aku mohon jangan pernah menghindar dariku atau pergi kemanapun tanpa memberitahuku. Aku sangat mencemaskanmu."


Tubuh Renata tersentak, dia tak menyangka Jarvis akan menyusulnya ke sana.


__ADS_2