CINTAKU HANYA SANG MANTAN

CINTAKU HANYA SANG MANTAN
CARA MENDAPATKAN HATI PRIA


__ADS_3

Saat masuk ke dalam Rumah, Kayla langsung diceramahi panjang kali lebar oleh Ayahnya. Ternyata Stella sudah lebih dulu menjelekkannya di depan Ayahnya.


Kuping Kayla panas selama hampir satu jam, setelah semua kata umpatan dan cacian terlontar dari Ayah dan Ibu tirinya akhirnya Kayla terbebas.


Kayla hanya perlu diam, jangan membela dirinya sendiri, juga jangan mengadu pada Ayahnya jika Stella lah yang jahat padanya. Karena percuma saja ia bicara, sejak kecil beberapa kali saat dirinya dijahati Ibu tiri dan Stella, Ayahnya tetap saja membela mereka. Semenjak itu, semua kemalangan yang selalu terjadi pada dirinya selalu ia pendam sendiri, tapi terkadang ia selalu mendapatkan pelukan dari Billy dan menguatkannya.


Kayla keluar dari ruang kerja Ayahnya, naik ke atas kamar lotengnya. Meskipun kamarnya kecil tapi ia tetap bersyukur dia masih punya tempat untuk ditinggali.


"Fiuhh... "


Kayla menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang kecil. Bibirnya tersenyum saat Kayla mengingat kembali pertemuannya dengan Radit.


Billy masuk begitu saja saat melihat pintu kamar Kayla terbuka. Seperti biasanya ia ingin menghibur Kakak perempuannya itu setelah dimarahi Ayahnya, Kakaknya pasti sedang bersedih lagi seperti biasanya. Tapi ia tak menyangka akan melihat Kakaknya itu sedang tersenyum-senyum sendiri.


"Kesambet apa kamu kak? Kenapa senyum-senyum sendri?"


Billy maju mendekati Kayla, memeriksa dahinya takut kakaknya sakit, "Tidak panas."


Kayla hanya tertawa, ia bangun dan menggetok kepala adiknya, "Kamu tuh ya, Kakak senyum salah, sedih juga salah."

__ADS_1


"Hehe, abisnya Kakak lucu. Abis diceramahin Papa dan dibentak Mama tumben gak sedih, masih bisa senyum-senyum, Billy pikir kakak kesambet setan."


"Hush, asal aja tuh mulut... kakak cuma sedang memikirkan seseorang yang membuat jantung Kakak berdetak kencang," mata Kayla berbinar.


"Cowok? Ganteng? Macho? Tinggi? Kaya?" Billy menodongnya dengan banyak pertanyaan.


"Aish kepo deh, yang pasti cowok bukan lekong. Udah sana pergi, anak kecil gak usah kepo," Kayla mendorong tubuh Billy yang sudah bergabung dengannya berbaring di atas kasurnya.


Billy terjatuh ke lantai, "Hish, dapet cowok langsung jutek sama adiknya. Huh!" Billy ngedumel.


"Kamu bawel nyerocos terus, mulutmu udah kayak mulut cewek," Kayla menjulurkan lidahnya mengejek adiknya.


Seketika mata Kayla terbuka lebar mendengar perkataan adiknya. Ia menarik tangan Billy, "Sini, duduklah. Ajari kakak, plisss."


"Nah kan, kemakan omongan sendiri. Kakak tadi bilang mulutku udah kayak cewek bawel nyerocos terus. Sekarang malah minta bantuan."


Kayla melihat Billy cemberut, "Besok kakak ajak nonton film scream, mau?"


Mata Billy seketika berbinar, genre horor barat adalah film favoritnya. "Ok, deal."

__ADS_1


Setelah mendengar berbagai banyak cara agar bisa mendapatkan hati seorang pria dari Billy, Kayla berniat akan mulai mempraktekkannya pada Radit saat bertemu lagi nanti.


Esoknya Kayla bangun lebih awal, memasak makanan untuk bekal makan ke Kampus. Ia berniat membaginya dengan Radit agar bisa makan bareng lagi.


Setelah membersihkan seluruh isi rumah dan masak sarapan untuk semua orang seperti biasanya, Kayla lalu pergi membawa kotak bekal makannya yang ia masukkan ke dalam tas.


Kayla hari ini kerja sif pagi, jadwal kuliahnya jam 1 siang dan itu adalah pelajaran Radit.


Setelah selesai bekerja, Kayla manaiki bis untuk sampai ke Kampus. Tak disangka dan tak diduga, Radit sudah duduk di kursi penumpang saat ia masuk.


Kayla mencari tempat duduk kosong lalu duduk di seberang tempat duduk Radit. Kayla menatap Radit yang duduk di kursi seberangnya, Radit sedang fokus membaca buku, entah buku apa yang membuatnya tersenyum lepas hingga menambah ketampanannya.


Tak berapa lama penumpang di sebelah Radit turun, Kayla memberanikan dirinya berpindah ke tempat duduk disebelah Radit.


Tapi Radit masih tak mengangkat wajahnya, tidak memperhatikan sekelilingnya.


Kayla akan mencoba lebih agresif seperti perkataan adiknya, ia akan lebih dulu mendekati Radit. "Ehm."


Akhirnya Radit mengangkat wajah gantengnya, mengalihkan tatapannya dari buku yang dibacanya ke arah Kayla yang duduk di sebelahnya.

__ADS_1


__ADS_2