
Di sebuah rumah tua di ujung jalan yang sepi. Seorang bocah laki-laki berusaha melepaskan ikatan yang ada di tangan dan kakinya. Bocah berusia 9 tahun tersebut terus saja berusaha tapi apa daya kekuatannya lemah tak berdaya.
Sementara itu di sebuah rumah besar tepatnya di dalam gudang, Okta yang baru saja sadar mendapati dirinya penuh dengan luka, luka di tangan, di kaki bahkan di pelipis kanannya, karna pukulan dari kakak tirinya Dimas.
"Bunda, tolong Okta." Lirih Okta.
"Apa salah ku bund, mengapa mereka membenci ku?."
"Maaf kan aku bund, aku sudah tidak kuat."
Mata Okta tertuju pada sebuah pecahan beling tak jauh dari tempatnya. Dengan mata berkaca-kaca Okta berniat mengarahkan pecahan beling itu ke urat nadi tangannya.
"Apa yang terjadi kenapa perut ku sakit sekali, aaghhhh saaaaakiiiiit." Teriak Okta.
BRUUUTTT! Okta mengeluarkan kentut. Dan tiba-tiba tubuh Okta tertarik masuk ke dalam putaran cahaya.
"Si...si...siapa ka...mu ?" ranya Jimmy bocah yang masih terikat, kaget melihat penampakan Okta.
"Hei si...si...siapa ka...mu? Kenapa kamu ada di sini, hei apa kamu tuli ?" tanya Jimmy lagi.
Tidak ada respon dari Okta, bocah itu masih tidak mengerti situasi.
Apa aku sudah mati, Batin Okta.
"Hei kamu, bantu lepaskan ikatan ku!" perintah Jimmy.
"Kamu kenapa ?" tanya Okta.
__ADS_1
"Aku lagi main petak umpat, ini anak cepetan buka ikatan ku!" perintah Jimmy lagi.
Masih dalam keadaan bingung akhirnya Okta melepaskan ikatan di tangan dan di kaki Jimmy.
KREEEK! Pintu terbuka. Dua orang bertampang preman datang menghampiri mereka.
"Hei bocah, siapa kamu?" tanya preman yang satu sambil mengangkat kerah baju Okta.
Jimmy dan Okta gemetar ketakutan.
"Bos kayaknya kita dapat tangkapan bagus, dua orang anak konglomerat ada di tangan kita, hahahaha."
"Dari mana datangnya ini bocah, dan dari mana kamu tahu ini anak konglomerat?" tanya Bos preman.
Sambil menunjuk ke gelang Okta preman itu berkata, "Itu bos simbol keluarga Arshaka keluarga terkaya no 3 di negara C".
Cepat kurung mereka."
Dan akhirnya ke dua preman itu keluar dari ruangan sempit itu dan mengatur rencana .
"Gimana caranya kamu ke sini? Sebenarnya kamu siapa?" tanya Jimmy.
"Aku Okta, kalo aku beritahu, kamu tak kan percaya, aku peri." Kata Okta (ya iya lah siapa juga yang percaya karena kentut Okta bisa teleportasi).
Tiba-tiba perut Okta kembali sakit.
"Hey boy cepat katakan kamu mau kemana biar aku antar, cepetan!" Okta sambil memegang perut.
__ADS_1
"Emang kamu bisa?" tanya Jimmy.
"Akghhhhh cepatan ga ada waktu!" teriak Okta.
"Ke kediaman Saguna negara C."
"Pegang tangan ku!"Jimmy cepat memegang tangan Okta.
"Dannnnnn tutup hidung mu!" perintah Okta
"Hahhhhhhhh ....?" Jimmy kebingungan.
BRUUUTTT! DUAARRR! BOOOOMM!
Entah apa yang terjadi, yang dirasakan Jimmy saat ini, tubuhnya seperti tersedot ke dalam putaran angin tornado, matanya tidak bisa melihat karena begitu silaunya cahaya . Saking kuatnya dorongan angin, pegangan tangan Jimmy terlepas dari Okta.
Setelah sadar Jimmy sudah berada di kediaman Keluarga Saguna.
"Ayah, Bunda!" panggil Jimmy sambil berlari keluar kamar ke arah ruang tamu.
"Jimmy, anak bunda," peluk Bunda menangis sambil memeriksa keadaan Jimmy.
"Alhamdulillah nak kamu selamat." Ayah Saguna juga memeluk erat Jimmy.
"Sekarang bereskan penculik itu, buat mereka menghilang dari muka bumi!" perintah Saguna ke anak buahnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1