Cintaku Karena Kentut

Cintaku Karena Kentut
16. Pelet


__ADS_3

"Mah, aku menemukan Okta." Dimas menemui Erina di ruang tamu.


"Trus mau kamu apa kan tuh anak?,Gak ada gunanya." Kata Erina.


"Mah, aku ingin memiliki Okta."


"Apaaaaa?" Erina tak percaya apa yang didengarnya.


"Iya mah, tolong bikin Okta tergila-gila padaku." Mohon Dimas.


"Dim, kamu kesambet apa? Kenapa harus dia, apa gak ada perempuan lain?" Erina masih meragukan pendengarannya.


"Okta sekarang berbeda mah, sangat cantik, bikin aku tergila-gila. Mah tolongin!" Dimas terus memohon.


"Baiklah dimana Okta?"


"Di Villa kita mah."


Erina akhirnya mengabulkan permohonan Dimas. Dia membawa seorang Nenek tua yang selama ini menjadi guru spiritualnya. Dengan kata lain 'dukun'. Dukun itu tidak lain adalah orang tua Erina dan Nenek dari Dimas. Keberhasilan Dimas mengelola bisnis tak lepas dari campur tangan sang Nenek.


Mereka memasuki kamar tamu dimana Okta masih tertidur dengan lelapnya.


Nenek tua itu mendekat ke arah Okta, mulutnya komat-kamit membaca mantra, dengan segelas air putih lalu menyemburnya.


Dimas juga dibacakan mantra dan dioleskan minyak.


"Sudah selesai, setelah ini kamu Dimas harus berjaga di sini sampai dia terbangun. Setelah melihatmu dia akan jatuh cinta padamu." Nenek itu dan Erina meninggalkan ruangan.

__ADS_1


Ditempat lain Lian mengetahui sesuatu terjadi dengan Okta, tapi apa daya tenaganya sekarang terkuras setelah menghisap energi negatif Okta.


"Okta bersabarlah." Lirih Lian.


Okta membuka perlahan matanya, kepalanya masih terasa sakit efek obat bius. Okta bangun dan mendapati Dimas yang tertidur duduk di samping kasurnya. Okta menatap lama Dimas, rupanya mantranya bekerja. Okta mengagumi Dimas, sangat menyukainya.


Dimas pun terbangun. "Okta."


"Kak Dimas lama tidak bertemu." Okta masih mengagumi Dimas.


"Apa kamu merindukan Kakak?"


"Iya Kak." Jawab Okta.


"Hari ini kamu ulang tahun kan. Ini untuk kamu." Dimas memberikan sebotol parfum pelet. Untung tadi dia sempat melirik di restoran ada kue ultah bertuliskan nama Okta.


Hemmm sekarang kamu jadi milikku. Dimas bicara dalam hati.


Di restoran, Jimmy sudah mengetahui lokasi dimana Okta berada. Sewaktu Jimmy di Apartemen Farrel, tak sengaja Jimmy mendengar pembicaraan Keenan dan Farrel. Mereka bilang harus waspada, karena Okta bisa terancam bahaya jika kembali ke Negara A. Jimmy memasang alat pelacak di liontin Okta.


Dengan bantuan pengawal Tuan Arshaka mereka menuju lokasi dimana Okta berada.


Keamanan Villa itu cukup ketat. Tapi pengalaman pengawal Arshaka jauh lebih banyak dari anak buah Dimas. Semua dapat diambil alih.


"Dimana tuan kalian?" Keenan meninggikan suaranya.


"Aku disini," Dimas berdiri di lantai 2 bersama Okta.

__ADS_1


"Okta!" Panggil Farrel. Seolah Okta tidak mengenal Farrel dan Keenan. Tatapan matanya kosong.


"Apa yang kamu lakukan pada Okta!" teriak Keenan.


"Kalian lihat sendiri, aku tidak melakukan apa-apa." Dimas dengan sombongnya.


Farrel menaiki anak tangga, dilepaskannya pegangan Dimas. Diraihnya tangan Okta." Okta ayo kita pulang!"


Okta menghempaskan tangan Farrel. "Siapa kamu? Jangan memisahkan aku dengan Kak Dimas." Mata Okta memancarkan amarah.


"Okta sadar!" Farrel membentak Okta. Tapi Okta tak bereaksi.


Dari belakang Okta, muncul sosok bertubuh hitam, tinggi besar, bertaring, berbulu, mata merah menyala yang ingin menerkam Farrel.


Farrel refleks mengangkat siku tangan, gelang Farrel seolah menahan serangan sosok tersebut.


Dan WHOOOSSH! Terjadilah tabrakan energi. Farrel dan Keenan terpental. Karena keadaan tidak menguntungkan, gelang Farrel membawa semua pengawal dan juga Keenan teleportasi ke tempat yang aman.


Sesosok wanita cantik kini muncul dihadapan Farrel dan Keenan.


"Aku adalah pelindung Tuan Farrel. Maafkan Tuan demi keamanan Nona Okta aku memilih tidak melawan sosok yang ada di belakang Nona Okta." Sosok itu membungkuk meminta maaf .


Keenan dan Farrel tidak percaya apa yang mereka lihat saat ini.


"Bersabarlah". Sosok itu pun pamit dan menghilang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2