
Semenjak kejadian itu, Okta dan Jimmy terpisah. Okta ditemukan oleh pasangan suami istri di Negara C dalam keadaan penuh luka lebam. Setelah sadar Okta menceritakan siapa dirinya dan alasan mengapa dia tidak mau kembali ke keluarganya karena sudah tidak tahan dengan perlakuan Ibu dan Kakak tirinya.
Beruntung pasangan tersebut mau mengasuh Okta dan menjadikannya anak angkat mereka. Kedua anak laki-laki mereka pun sangat sayang kepada Okta.
"Dek, bang Keenan antar kesekolah ya." Kata Bang Keenan anak pertama Papa Arya dan Mama Yasmine.
"Gak usah Bang, aku bareng Kak Dilfa aja kan kami satu sekolah." Okta dengan halus menolak.
"Ya udah, Bang Keenan ke Kampus duluan, jangan nakal di sekolah." Pamit Keenan tak lupa mengecup kening Okta.
"Hati-hati bang!" Okta membalas mencium punggung tangan Keenan.
Hari ini hari pertama Okta masuk sekolah SMA.
Sebenarnya Okta masih trauma bertemu banyak orang, karena setelah kejadian 8 tahun lalu Okta pernah diculik dan disekap oleh orang suruhan Ibu tirinya.
Beruntung Okta berhasil diselamatkan. Dan untuk melawan traumanya, Okta harus membuka diri dan bersosialisasi.
...****************...
"Kak Dilfa, aku takut." Bisik Okta mengeratkan genggaman di lengan Dilfa.
"Gak apa Dek, ada Kakak, yuuukkk Kakak antar ke kelas."
Suasana sekolah menggemparkan, Dilfa salah satu cowok tampan, tajir, pintar pokoknya the best lah menggandeng gadis cantik .
Ada beberapa yang menyapa, ramah kepada Okta. Dan ada pula yang memandang sinis ke Okta. Ya disini lah kelas Okta. Kelas X 1.
"Wawwwww idola gue tuh, cakep amat sich."
__ADS_1
"Ihhhh jgn deket-deket calon suami gue tuch."
Begitulah keributan yang terdengar.
Bel sekolah berbunyi, setelah perkenalan singkat Okta, pelajaran pun dimulai.
Okta mendapatkan teman baru mereka adalah Via, Ana dan Enny.
Begini ya rasanya punya teman, senangnya. Batin Okta.
"Kamu siapanya Kak Dilfa sih?" tanya Via kepada Okta.
"Adiknya Kak Dilfa," jawab Okta.
"Hmmmm ngomong-ngomong Kak Dilfa punya pacar belom?" kali ini Enny yang nanya.
"Tanya aja langsung ke orangnya." Kata Okta
"Kak Dilfa!" panggil Okta.
"Ayo gabung sini dek." Dilfa menunjuk tempat kosong disampingnya.
"Jantung gue jantung gue kenapa gaesssss mau copot." Enny seolah-olah mau pingsan.
"Akting terrrrusssss." Cibir Ana
"Ih jangan malu-maluin." Via mencubit tangan Enny.
"Kak kenalin ini teman aku, Via, Ana dan yang mau pingsan itu namanya Enny, mau PDKT ama Kakak ." Goda Okta.
__ADS_1
"Oh ya, hai Enny, apa kabar?" sapa Dilfa
"Lagi gak baik-baik Kak, senyummu itu meluluhkan hatiku." Ujar Enny malu malu.
Cieeeee cieeeeee.
"Yuuukkk hari ini Kak Dilfa traktir makan bakso, Bang, bakso nambah 4 mangkok, sama es jeruk 4 ya."
"Siapppp," sahut Abang bakso kantin.
"Kenalin ini teman-teman Kak Dilfa, ini Nata, Ferdy dan satu lagi itu yang lagi ambil pesanan kalian namanya Jimmy," tunjuk Dilfa ke seseorang yang perlahan menghampiri meja mereka.
Tatapan mata Jimmy bertemu dengan Okta.
Deg
Deg
"Ken...tut," tunjuk Jimmy ke arah Okta.
"Weiiiii siapa yang kentut Jim?" tanya Ferdy.
"Eh ng...ngak," Jimmy menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Dil, loe gak pernah cerita punya adek," bisik Jimmy
"Loe gak nanya," jawab Dilfa sambil menepuk pundak Jimmy.
"Eh gila loe ya panggil adek gue kentut."
__ADS_1
"Sorry Dilfa, gue punya pengalaman aneh waktu kecil, ntar deh gue ceritain." Jimmy sambil menikmati baksonya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...