Cintaku Karena Kentut

Cintaku Karena Kentut
26. Dejavu


__ADS_3

"Hallo Bang, aku kangen kapan pulang?" Okta melakukan panggilan video dengan Keenan .


"Bang Keenan masih sibuk dek, gak nyangka Adik Bang Keenan viral ya sekarang."


"Viral?" Okta bingung.


"Itu dek video kamu yang lagi nyanyi di Sekolah ada yang share ke media sosial, banyak yang view dan like lho." Keenan dengan bangganya cerita.


"Masa sich Bang?" Okta gak nyangka aja.


"Benar dek, neh coba liat," Farrel nunjukin videonya ke Okta.


"Teman Bang Keenan banyak yang suka dek, tunggu bentar." Keenan bicara dengan temannya.


"Dek ini ada yang mau kenalan boleh nggak?"


Keenan menaruh ponselnya di atas meja. Ternyata Bang Keenan lagi ngumpul sama temen-temennya.


"Hai cantik, suara kamu bagus,"


"Gila cantik banget adek loe."


"Hai Okta, aku masih single mau nggak sama aku?"


Okta ketawa, "Hallo semua, makasih pujiannya, aku juga masih single lo."


"Weeiiii jangan mau sama mereka Dek, mereka semua buaya." Farrel mengejek temennya.


"Farrel apa-apa an loe, sueeerrr gue tobat jadi buaya demi Okta," salah satu temennya nyahut.


"Bang Keenan dan cogan-cogan di sana, Okta pamit Sekolah dulu ya, kapan-kapan kita ngobrol lagi." Okta melambaikan tangan ke mereka.


"Hati-hati Dek, hati-hati Okta." Panggilan pun berakhir.


"Kak Farrel aku mau ke sekolah."


"Sama Athar aja ya Dek, Kak Farrel hari ini lagi sibuk." Farrel memasukkan obat-obatan ke tas Okta.


"Kak Athar?"


"Tuh sudah ditungguin," Farrel mengantar Okta yang masih bingung ke depan pintu. Dan Athar sudah menunggu.


"Hallo Okta!" Athar membukakan pintu mobil mempersilahkan Okta masuk.


"Kak Farrel." Okta menatap Farrel.


"Udah sana Kak Farrel sibuk," Farrel mendorong pelan Okta. "Bro titip Okta ya."


"Ok siap." Athar mengacungkan jempolnya


"Makasih Kak." Okta masuk ke dalam mobil.


Dilfa melihat Okta naik mobil kemudian berteriak memanggil. "Dekkkkkk, tunggu Kak Dilfa!"


"Kak, Okta sekarang berubah, gak mau bareng lagi ke sekolah ." Dilfa menunjukkan rasa kecewa.


"Siapa suruh kamu pacaran. Okta gak mau ganggu kalian." Farrel ketawa lihat Dilfa.


"Kan cuman bareng ke Sekolah Kak."


"Oh ya Dilfa, untuk kedepannya Okta ke Sekolah biar diantar jemput Athar ."

__ADS_1


"Kenapa Kak?" tanya Dilfa


"Untuk pengobatan Okta, dan Kak Farrel juga minta tolong kamu dan teman-teman." Farrel pun menceritakan rencananya ke Dilfa.


......................


Seperti biasa Jimmy nungguin Okta di depan gerbang Sekolah.


"Jim, gue lihat Okta diantar sama cowok." Ferdy menarik tangan Jimmy. " Lumayan ganteng, lebih dewasa dari loe." Ferdy sengaja panas-panasin.


"Hak dia dong mau jalan sama siapa bukan urusan gue." Jimmy kesal dipanas-panasin.


"Makasih Kak Athar." Okta keluar dari mobil.


Jimmy masih memandang Okta dari kejauhan, setelah video Okta viral makin banyak yang suka sama Okta. Apa lagi kabar putusnya Okta tersebar. Mereka semua pada merapat.


"Okta, sama siapa tadi?" tanya Via


"Oh itu Kak Athar temannya Kak Farrel."


Okta, Kak Dilfa ngadu katanya loe gak mau bareng lagi ke sekolah, apa udah ada yang nganterin,?" goda Enny.


"Aku gak mau ganggu hari-hari kalian." Okta mencubit hidung mancung Enny.


"Kasian Kak Dilfanya Okta." Enny merajuk.


"Ok deh Kakak ipar."


"Hari ini lomba tarik tambang, makan kerupuk, balap karung, estafet tepung, joget balon, lari berpasangan, bantu gue ke lapangan." Via memberi instruksi.


"Siapppp kapten." Okta dan Enny kompak.


"Yaaachhh nyerah Gue ." kata beberapa peserta


"Eeetttt hadiahnya dapat tiket nonton bioskop berpasangan." Via nunjukin tiket nonton ditangannya.


"Gaskeun." Kata mereka.


"Peserta tarik tambang silakan bersiap. "Enny yang memimpin pertandingan." Setiap kali ada suara musik diharuskan berjoget sambil terus menarik tambang. 1.2.3 tariiiiikkkkkk."


Dua regu saling mengadu kekuatan. "musikkkkkk," Enny teriak.


Mantapppp musik DJ mengiringi mereka


🎶 potong bebek angsa masak di kuali


🎶 Nona minta dansa, dansa empat kali 🎶


"Ayoooo jogetttt ." Peserta joget bebek sambil terus menarik tambang .


🎶 Sorong ke kiri, sorong ke kanan


La-la-la-la-la-la-la-la-la, la-la 🎶.


Acara demi acara berlangsung seru. Semua berpartisipasi. Okta nampak lelah, dia melangkah meninggalkan lapangan menuju kelas. Okta merasakan sakit kepala dan meminum obat yang ada dalam tasnya. Okta menyilangkan tangannya di atas meja, direbahkannya kepala mencari posisi yang nyaman, tidur dalam posisi duduk di kursinya.


Jimmy mendapatkan pesan singkat dari Nata.


"Jim, gue lihat Okta di gudang Sekolah sama seseorang." Nata mengirimkan foto Okta duduk berduaan dengan seorang Cowok . "Gue tau loe bukan siapa-siapanya Okta, gue cuman kasih tau aja siapa tau loe berubah pikiran."


Jimmy memegang kepalanya seperti dejavu. Untuk membuktikan apakah ini mimpi atau pernah terjadi Jimmy menuju gudang Sekolah. Rasa sakit, marah, kecewa, cemburu jadi satu. Dari belakang nampak Okta duduk nyender dibahu cowok yang memakai jaket hitam trus wajahnya ditutupi masker dan topi.

__ADS_1


"Okta, Okta apa yang kamu lakukan!" teriak Jimmy. "Oktaaaaaa ." Jimmy menendang meja . BRAAKK! Okta pun tersadar.


Okta tersentak, berdiri, berbalik mendapati Jimmy yang wajahnya memerah, maju dan memegang kerah baju Okta.


"Okta berani kamu bermain di belakangku!" Bentak Jimmy.


"A...a aku ti...dak Kak." Okta memegang kepalanya.


Jimmy ketakutan melihat Okta, dan panik.


"Yank, yank maafin aku." Jimmy memeluk Okta. "Yank, sadar, ini aku."


Okta pingsan dalam pelukan Jimmy.


Cowok itu membuka maskernya, "Tenang Jim, Okta cuman pingsan, ayo kita antar ke rumah sakit." Ternyata cowok itu adalah Athar.


Farrel, Dilfa, Nata Dan Ferdy juga ada di sana. "Jim, bawa Okta ke mobil." Kata Farrel.


Di dalam mobil, Athar memeriksa kondisi Okta dan juga kondisi Jimmy.


"Apa yang loe rasain Jim?" tanya Athar.


"Sakit kepala." jawab Jimmy.


"Kita ke rumah sakit." Athar bersama Farrel, dan juga Jimmy menuju ke rumah sakit.


Di dalam mimpinya Okta bertemu dengan Lian


"Lian," panggil Okta.


"Okta, kamu mengenali ku?" tanya Lian lembut.


"Iya, kemana aja kamu selama ini?"


"Okta aku selalu ada bersamamu, tapi jika kamu tidak mengingatku, aku akan hilang." Lian tersenyum manis .


"Yank." Okta membuka mata, wajah Lian berubah menjadi Jimmy.


"Yank, kamu sudah siuman?" Jimmy menatap Okta." Ini aku, maafin aku yank." Jimmy menangis.


Athar masuk bersama seorang Dokter. Dan Dokter itu memeriksa kondisi Okta .


"Mba Okta apa masih merasakan sakit di daerah kepala?" tanya Dokter.


"Sedikit Dok." Jawab Okta.


"Mba Okta istirahat yang cukup, dan juga jangan lupa suplemen vitaminnya tetap diminum, saya permisi ."


"Makasih,Dok."


Dokter dan Athar berlalu meninggalkan Jimmy dan Okta.


"Kak Jimmy kenapa menangis?" tanya Okta.


"Aku ingat semuanya, maukah kamu memaafkanku, dan menerimaku kembali menjadi pacarmu?" Jimmy penuh pengharapan.


"Hmmm, beri aku waktu untuk berpikir, aku masih meragukan perasaanku pada Kak Jimmy ." jawab Okta.


"Baiklah, aku siap menunggu." Saat ini Jimmy hanya mampu bersabar.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2