
Berkat usaha Nata, Ferdy, Jimmy mengumpulkan bukti dan juga saksi-saksi, akhirnya Rini CS di keluarkan dari sekolah karena sering melakukan pembullyan dan juga kekerasan dalam lingkungan Sekolah.
Okta kembali ke Sekolah. Penampilannya sekarang lebih cantik dan ceria dari sebelumnya. Okta ingin menikmati masa putih abu-abunya.
"Oktaaaaaaaaa," panggil Enny di parkiran Sekolah.
"En, yukkk ke kelas," Okta menggandeng lengan Enny. "Dah Kak," lambai Okta ke Dilfa.
"Udah tau belom, Rini CS dikeluarin dari Sekolah," ujar Enny
"Oh ya?" ada perasaan bahagia di hati Okta.
"Iya, sebelumnya gak ada yang berani laporin mereka. Berkat Kak Jimmy, Kak Nata, Kak Ferdy akhirnya yang sering di bully Rini melapor ke Kepsek." Enny merasa puas.
"Okta, ne ada titipan buat kamu." Via dan Ana menghampiri dengan dua buah plastik di tangan mereka.
"Apa ini?" tanya Okta sambil mengintip isi plastik.
"Ini coklat dari Aldi, snack dari anak kelas sebelah, roti juga dari Kakel, pokoknya banyak deh." Ana menaruh bungkusan plastik ke meja Okta.
"Cieeee cieeee jadi idola baru ne ye." Goda Enny
"Apa an sih." Pipi Okta memerah. "Ya udah di bagi sana sama yang lain, sayang mubazir," Okta mengedipkan matanya.
......................
Di kelas XI IPA 1.
__ADS_1
Dilfa direpotkan teman teman cowoknya yang pengen kenalan sama Okta. Ada yang nitip surat cinta, coklat, bunga dan lain-lain. Sebenarnya bisa az sich langsung kasih ke Okta, tapi mereka takut dengan Dilfa .
"Dilfa gue mau ngomong sama lo." Jimmy duduk samping Dilfa.
" Apa an sih, pinjam duit ." Ejek Dilfa
"Weiiii jangan lupa ini Sekolah punya gue." Jimmy mengeraskan suaranya.
"Huaaaa, abis mau ngomong apaan." Dilfa ketawa.
"Gue suka sama Okta." Aku Jimmy.
"Hah serius loe?" Mata Dilfa melotot.
"Ya iya lah, dia cinta pertama gue." Jimmy serius.
"Gue gak dipelet tapi dikentutin." Jimmy ketawa sambil mukul meja .
"Gila ini anak, dimana-mana orang jatuh cinta karena rupa, ini karena kentut." Nata nyahut.
"Iya gue emang sudah gila. Ayo bantu gue Dil!" mohon Jimmy.
"Yah punya saingan gue." Ferdy menepuk jidatnya.
"Maksud loe?" Jimmy menatap Ferdy.
"Gue Juga suka Okta, pertama kali kita ketemu di Kantin. Tapi kalo loe suka dia gak apa. Cinta tak harus memiliki." Ujar Ferdy.
__ADS_1
"Semua terserah Okta, gue gak berhak mengatur hatinya. Gue pengen jangan karena perkara hati persahabatan kita berakhir." Dilfa menenangkan.
"Jujur gue suka sama Okta, tapi kan gue nggak tau dia suka apa nggak. Jadi tolong jangan pernah loe nyakitin dia, kalo sampai kejadian loe berhadapan dengan gue." Ferdy bicara dengan tulus.
"Makasih bro, gue janji kalo Okta nerima gue, nggak akan nyakitin dia." Jimmy memeluk Ferdy.
"Bantuin gue, ini titipan gue taruh dimana?" tunjuk Dilfa ke meja penuh dengan hadiah tuk Okta.
"Gila adik mu Dilfa," Ferdy geleng-geleng kepala.
"Juga membuat gila hidup gue." Sahut Jimmy.
"Dasar bucin." Cibir Nata." Sebentar lagi acara ulang tahun Sekolah, di Camping Ground tempat keluarga gue. Tembak aja Okta di sana." Saran Nata.
"Apa boleh Dilfa?" Jimmy meminta persetujuan Dilfa.
"Hmm nembak pake apaan loe ?" usil banget si Dilfa
"Ya nembak dengan cinta lah , masa nembak dengan 'ehem ehem' yang ada nanti gue disunat loe." Jimmy kabur setelah dilempar Dilfa sepatu.
...----------------...
Bel sekolah berbunyi. Anak-anak dan seluruh Staf Pengajar berbaris di lapangan. Kepala Sekolah mengumumkan perayaan ulang tahun Sekolah tahun ini akan dilaksanakan di Camping Ground selama dua hari satu malam. Sontak semua antusias mendengarnya.
"Besok sabtu pagi pukul 6 sudah ada disekolah, bawa perlengkapan sendiri, pukul 06.30 berangkat pakai bis Sekolah. Saya tidak suka kata TERLAMBAT, mengerti!" perintah Kepsek.
" Mengerti pak." Jawab anak anak.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...