Cintaku Karena Kentut

Cintaku Karena Kentut
8. Beda Alam


__ADS_3

Keadaan semakin kacau, terjadi kesurupan massal. Pak Anggara yaitu Papah Nata selaku pemilik Camping Ground didampingi Guru spiritual beserta muridnya berusaha mengendalikan situasi.


"Malam ini tidak ada yang boleh meninggalkan tempat ini, dikhawatirkan makhluk astral ada yang ngikut ke Siswa, besok setelah sholat subuh biar semua dipulangkan." Ujar Ustad Adi ke Pak Anggara.


"Baik Pak." Jawab Pak Anggara.


"Setelah saya lihat dengan mata batin, ini adalah murni persaingan bisnis." Ustad Adi menjelaskan.


"Maksudnya ?" tanya Pak Anggara.


"Biasa dalam dunia bisnis, ada yang iri dengan keberhasilan Pak Anggara. Mereka pergi ke dukun mengirim setan-setan dengan maksud membuat angker tempat ini. Jadi tidak akan ada lagi yang mengunjungi tempat ini."


"Om Anggara !" sapa Farrel sambil mencium punggung tangan Pak Anggara, diikuti Keenan.


"Farrel, Keenan ada apa kalian ke sini?" Pak Anggara menepuk pundak ke duanya.


"Okta menghilang om." Jawab Farrel.


"Tadi om perintahkan anak buah om untuk membantu Nata mencari Okta." Pak Anggara berusaha menenangkan.


"Saya takut Okta diculik Om." Keenan terlihat khawatir.


"Adik kalian tidak diculik, tapi dia ikut dengan kemauannya sendiri." Kata Ustad Adi


"Ikut siapa Pak Ustad?" Farrel bertanya.


"Seseorang yang suka dengan adik kalian, saya takutnya adik kalian tidak mau kembali pulang. Dan seseorang itu dunianya berbeda dengan dunia kita."


"Beda dunia bagaimana Pak?" Pak Anggara kali ini yang bertanya.

__ADS_1


"Alam gaib, untuk sementara adik kalian aman, sekarang saya minta ijin untuk menetralkan tempat ini terlebih dahulu bersama murid-murid saya." Pamit Ustad Adi diiringi Pak Anggara.


......................


Di tempat lain, Okta bersama seorang cowok yang diketahui bernama Lian. Di sebuah taman yang luas, penuh berbagai macam bunga-bunga, kupu-kupu berterbangan, sepoian angin yang menyejukan. Di tengah taman ada gazebo besar, lebih seperti ruangan di tengah taman dengan dua kamar didalamnya.


"Kamu suka di sini?" tanya Lian lembut.


"Iya sangat sangat suka," Okta begitu senangnya.


"Kamu boleh tinggal disini." Kata Lian lagi.


"Benar kah?"


"Hmmmm...." Lian mengiyakan.


Okta sangat terpesona dengan Lian, makhluk sempurna ciptaan Tuhan. Tubuhnya mengeluarkan cahaya. Matanya, hidungnya, bibirnya, begitu sempurna. Okta berasa di alam mimpi, berharap jangan pernah bangun dari mimpi indahnya.


Lian meraih jemari Okta dan menggenggamnya. "Apa kau merasakannya?"


"Iya begitu nyata." Jantung Okta berdegup kencang, sama seperti yang dirasakan terhadap Jimmy.


Baru juga jadian Okta merasakan cinta yang lain di hatinya.


"Sekarang kamu harus pulang." Bisik Lian.


Okta menggelengkan kepala.


"Aku akan selalu ada." Lian mengusap lembut rambut Okta. Perlahan mata Okta menutup, tak kuasa menahan kantuk.

__ADS_1


......................


Satu minggu kemudian setelah kejadian.


"Okta, Okta," sayup-sayup Okta mendengar suara Kak Farrel. Perlahan dia membuka matanya.


"Aku dimana Kak?" lirih suara Okta.


"Di Apartemen Kak Farrel." Farrel mengecup kening Okta. "Kak Farrel ke depan dulu ya."


Okta masih belum mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


"Makasih Pak Ustad, Om Anggara, Nata, Okta sudah siuman." Farrel berucap tulus dengan mata berkaca kaca.


"Ya, Okta aman sekarang. Kami pamit dulu." Ustad Adi, Om Anggara, Nata berpamitan.


Tak lama Keenan, Dilfa muncul. Farrel mengajak mereka masuk ke ruang tamu.


"Kak Farrel, aku ke kamar Okta dulu ya." Ijin Dilfa di iya kan Farrel.


"Bro, tadi pagi sosok yang kita temui di taman itu datang di dalam mimpi gue." Farrel menceritakan mimpinya. "Dia bilang Okta sekarang aman. Setelah bangun, Okta gue temuin tidur di kamar tamu."


"Apa sosok itu menyakiti Okta?" tanya Keenan


"Gue pikir tidak, sepertinya Okta mempunyai pelindung dari dunia lain."


"Biarlah demi keselamatan Okta tidak masalah. Biar di dunia ini kita yang menjaga Okta." ujar Keenan.


"Makasih Keenan. Kalian begitu menjaga Okta di saat kami tidak ada disampingnya, makasih." Farrel menangis terharu.

__ADS_1


"Kita semua keluarga." Keenan menepuk tangan Farrel.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2