Cintaku Karena Kentut

Cintaku Karena Kentut
6. Jadian


__ADS_3

Hari yang ditunggu pun tiba. Siswa kelas X, XI, XII sudah kumpul dan bersiap menuju area Camping Ground. Sesuai permintaan anak yang punya Sekolah, Jimmy, Dilfa, Nata, Ferdy, Okta, Enny, Via, Ana di dalam bis yang sama.


Dari jauh Jimmy memperhatikan Okta, sedari tadi asik ngobrol dengan seorang cowok, sepenglihatan Jimmy Cowok itu punya maksud jahat. Entahlah apa karena Jimmy gak suka lihatnya.


"Okta ayooo, bis mau berangkat." Ajak Jimmy sesekali melirik cowok di samping Okta.


"Jangan lupa, aku tunggu lo." Pamit Cowok yang bernama Aldi .


" Ok, bye." Okta melambaikan tangan.


"Siapa? Pacar kamu?" tanya Jimmy.


"Bukan kak, teman sekelas." Kata Okta.


" Syukur deh kalo klo begitu, ayo naik." Jimmy menggandeng tangan Okta naik ke bis.


Deg, deg, Okta merasakan jantungnya berdegup kencang.


Perjalanan lumayan jauh menempuh waktu 3 jam. Posisi duduk Okta di tengah, sebelah kirinya Dilfa, sebelah kanannya Jimmy. Banyak yang iri melihat perlakuan Dilfa, Jimmy ke Okta. Sewaktu Okta mabuk perjalanan Dilfa yang mijitin kepala dan pundaknya. Di kala Okta tertidur Jimmy rela jadi bantalnya. Eh itu emang modusnya si Jimmy.


Tiba lah mereka di Camping Ground. Di sini gak perlu repot mendirikan tenda, semua sudah disiapin. Dan makanan juga sudah disediakan.


"Tenda kalian ada disini." Nata menunjukkan tenda Okta, Via, Ana dan Enny." Tenda kami ada di sana," tunjuk Nata lagi.


Berbagai macam kegiatan dan lomba-lomba diadakan. Lomba makan, lomba lari, lomba niup balon, lomba katakan cinta, dan banyak lagi.

__ADS_1


"Sekarang lomba katakan cinta, silakan peserta no 1 atas nama Jimmy kelas XI IPA 1," panggil Panitia.


Semua bertepuk tangan .


Jimmy mencari keberadaan Okta, setelah tatapan mata mereka bertemu, Jimmy melangkah maju mengarah ke depan Okta, semua memberi jalan ke Jimmy hingga kini mereka berhadapan. Okta menatap Jimmy.


"Okta mungkin kamu belum mengingatku, sejak pertama kali kita bertemu entah mengapa selalu wajahmu yang ada di benakku," Jimmy menarik nafas menghilangkan gugupnya.


"Cieeee ngomongnya aku kamu bukan gue loe," goda Dilfa.


Sontak yang lain ikut tertawa.


"Ssstttt berisik," sahut Jimmy." Tuh kan gue lupa mau ngomong apa."


WKWKWKWK!


Okta diam. Tapi di dalam hati berkata "iyes iyes ."


Ferdy datang membawakan buket bunga diserahkannya kepada Jimmy.


"Jika kamu nerima aku ambil bunga ini, jika kamu menolak, aku tetap jadi pacar kamu, jika kamu terus menolakku, langsung ku lamar dirimu."


PLAK! Pundak Jimmy dipukul Dilfa.


"Kok maksa sih Kak," Okta malu mau.

__ADS_1


"Aku gak sanggup hidup tanpa dirimu," Jimmy kayaknya udah gak punya malu.


Mata Okta tertuju ke Dilfa seolah meminta persetujuan Kakaknya, Dilfa membalas dengan mengangkat bahunya. Kemudian Okta menatap Enny, Ana, Via dan mereka kompak berucap "jadian aja."


"Hmmmm aku gak mau ...." Okta menggantung kalimatnya.


Wajah Jimmy berubah ada rasa sakit di hatinya.


"Aku tetap maksa," kata Jimmy.


"Aku gak mau nolak maksudnya Kak."


"Jadi...jadi...jadi kita jadian?" Jimmy masih tak percaya.


Okta mengganggukkan kepala.


Jimmy memeluk Okta "makasih".


"Cieeee yang baru jadian," Nata datang dengan pelayan membawa banyak kotak bergambarkan Kakek berkaca mata.


"Tuk merayakan hari patah hati se SMA BERKARYA, hari ini Jimmy traktir kalian makan ayam goreng, silakan dinikmatin."


"Horeeeeee, makan-makan."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Hari hampir gelap, ternyata bukan hanya siswa SMA BERKARYA yang hadir disana, makhluk tak kasat mata juga hadir, tunggu episode selanjutnya ya 😉.


__ADS_2