Cintaku Karena Kentut

Cintaku Karena Kentut
25. Lagu Favorit


__ADS_3

Jimmy sengaja nungguin Okta di depan gerbang Sekolah. Dari jauh Jimmy lihat Farrel satu mobil dengan Cowok yang kemarin bersama Okta. Tak lama Okta keluar dari mobil dan melambaikan tangan kepada mereka.


"Kak Jimmy jalan yuk!" Seorang gadis manis dengan manja memegang lengan Jimmy.


Jimmy melihat Okta mendekat padanya. "Boleh, mau jalan kemana?"


"Kemana aja Kak asal sama Kakak." Jawab gadis itu.


Jimmy melirik Okta, sikap Okta biasa tidak seperti dulu yang terlihat kecewa. Apa semudah itu dia lupain gue . Batin Jimmy.


"Halo Kak Jimmy!" Okta menyapa.


"Halo!" Jimmy mengangkat tangannya.


"Kak Jimmy, makasih. Kata Kak Farrel kemarin Kak Jimmy ngantarin aku pulang. Maaf Kak aku ngerepotin." Okta membungkukkan badannya.


"Iya, udah baikan?" Jimmy mencoba mendekat tapi lengannya ditarik gadis manja.


"Iya Kak, ya udah aku masuk dulu." Okta memberikan senyuman manisnya kepada Jimmy dan gadis itu.


"Kak jam berapa kita jalan?" Gadis itu menatap sinis Okta.


Jimmy melepaskan pegangan dan menghadap ke gadis itu.


"Denger ya, gue gak kenal siapa loe. Jangan harap gue mau jalan sama loe!" Jimmy meninggalkannya.


"Ini pasti gara-gara mantannya."Gadis itu menggerutu.


Sebentar lagi perayaan hari kemerdekaan RI. Sekolah Okta mengadakan berbagai macam acara .


Okta, Enny, Via, Dilfa, Nata, Ferdy , Jimmy masuk dalam anggota panitia tujuh belasan. Mereka sibuk dengan tugas masing-masing.


Okta bagian seksi dekorasi panggung Aula, karena pesona Okta, yang bantuin bukan hanya seksi dekorasi banyak yang menawarkan diri suka rela demi melihat Okta terutama anak Cowok .


"Akhirnya selesai, semua berkat bantuan kalian. Makasih." Okta membagikan cemilan dan minuman ringan.


"Makasih Okta." Mereka pun menikmati cemilan.


Okta membawa sebuah gitar yang ada di ruang Aula. Okta meletakan dua kursi di atas panggung.


"Ada yang bisa maen gitar?" tanya Okta.


"Aku bisa." Seorang Cowok naik ke panggung duduk di sebelah Okta dan mengambil gitar dari tangan Okta.


"Nama kamu siapa ?" Okta mengulurkan tangannya.


"Reihan."


"Oke Rei, coba lagunya Andmesh hanya rindu," pinta Okta.


Semua yang ada di Aula tepuk tangan. Jarang-jarang lihat Okta nyanyi.


"Oke, tuk melepas lelah. Ini lagu favoritku spesial untuk kalian."


Reihan memainkan gitarnya.


Okta mulai bernyanyi .


🎶 Saat ku sendiri


kulihat photo dan video


Bersamamu yang tlah lama kusimpan


Hancur hati ini


melihat semua gambar diri

__ADS_1


Yang tak bisa


ku ulang kembali 🎶.


Jimmy mengintip dari pintu Aula. Betapa merdunya suara Okta.


Beberapa di antara siswa ada yang melakukan live saat Okta bernyanyi, ada yang mengabadikan dengan foto dan video.


Pas di bagian reff okta mengajak semua bernyanyi. "Ayo semua,"


🎶 Kuingin saat ini


engkau ada di disini


Tertawa bersamaku


seperti dulu lagi


Walau hanya sebentar


Tuhan tolong kabulkanlah


Bukannya diri ini tak terima kenyataan


Hati Ini hanya rindu oh


Hanya rindu 🎶.


"Makasih." Okta berdiri membungkukkan badannya dan semua bertepuk tangan. PROK! PROK! PROK!


"Lagi, lagi, lagi." Rupanya mereka belum puas .


"Sstttt jangan sekarang, nanti pas acara tujuh belasan. Itu juga kalo kalian masih ingin mendengar suara cemprengku."Okta malu-malu.


"Ihhhh suaranya merdu, Kak Okta."


"Okta I love Uuuuuuu," Teriak beberapa anak Cowok.


Dia milik gue ,Jimmy ngomel dalam hati.


"Oke hari ini tugas kita sudah selesai. Makasih sekali lagi, tanpa kalian semua ini tak berarti. Sampai jumpa besok yaa." Okta pamit.


Okta melewati pintu, "Kak Jimmy."


"Sudah selesai dekornya?" Jimmy melihat panggung dari samping pintu.


"Alhamdulillah beres Kak, banyak yang bantuin." Okta berjalan dan Jimmy mengikuti dari belakang.


"Okta, kamu belum makan seharian, ini untuk kamu." Seorang Cowok yang Okta gak tau namanya ngasih seplastik makanan.


"Makasih ya, nama kamu siapa?" Okta mengambil bungkusan itu


"Davin."


"Makasih ya Davin." Okta menuju sebuah kursi panjang di belakang gedung Aula.


"Kamu belum makan?" tanya Jimmy dan duduk di sebelah Okta.


"Iya Kak, coba liat tanganku gemetaran," Okta menunjukkan tangannya.


"Ayo makan dulu, jaga kesehatan." Jimmy mengambil bungkusan di tangan Okta membuka dan memberikannya kepada Okta.


"Hmmm makan siang yang tertunda," Okta terus memasukkan makanan ke mulutnya.


Jimmy tersenyum memperhatikan, ini cewek gak jaim saat makan. Jimmy mengambil tisu dari kantongnya dan melap sudut bibir Okta.


"Makasih Kak, ayo Kak makanannya masih banyak sayang mubazir." Okta menyuapi Jimmy.

__ADS_1


"Hmmm enak, apa lagi gratis." Jimmy membuka kembali mulutnya dan Okta pun menyuapinya.


"Paket lengkap Kak, ada buah, puding. Kak Jimmy ambil aja," Okta meletakkan plastik di sampingnya.


"Suara kamu bagus." Jimmy mengambil beberapa potongan buah.


"Biasa aja Kak, aku sangat berterima kasih karena mereka suka rela bantuin dekor. Tanpa mereka mungkin sampai besok gak kelar-kelar. Siapa tahu rasa lelah mereka hilang dengar suara cemprengku." Okta tertawa.


"Beneran aku suka, gimana nanti acara tujuh belasan, kamu nyanyi, aku yang main gitar."


"Boleh, kita lihat nanti Kak." Okta bersender di kursi.


"Kak Jimmy, makasih ya, hari ini kamu mau berteman dan tidak menghindariku." Okta memberikan minuman ke Jimmy.


"Okta aku tidak tau apa yang sebenarnya terjadi antara kita sebelumnya. Jujur aku meragukan perasaanku padamu. Semoga saja kita bisa kembali mengingat semua." Jimmy mengambil minuman pemberian Okta.


"Kak Jimmy, aku cuman minta jangan hindarin aku, masalah perasaan tak dapat dipaksakan Kak. Ikuti kata hati Kak Jimmy." Okta menutup mulutnya menguap.


"Kamu lelah?" Jimmy menunjukkan perhatian.


"Pengen tidur Kak , gak kuat."


"Aku bawa mobil, ayo aku antar pulang." Jimmy merapikan bekas makan mereka. Tangannya menggandeng Okta.


Jimmy membukakan pintu mobil.


"Masuklah." Jimmy menurunkan sandaran kursi mobil depan, dipasangkannya seat belt.


"Makasih." Okta merasakan lelah seluruh badannya, tak lama dia pun terlelap. Pasca kecelakaan Okta sering merasakan lelah dan sakit kepala.


Deg, deg tak sadar Jimmy mengecup kening Okta.


lama lama deket dia gue bisa gila.


......................


Setelah ngantar Okta Sekolah, Farrel ngajak Athar ke Apartemennya.


"Apakah orang yang ditabrak Atilla itu Okta?" tanya Athar.


Farrel mengambil minuman kaleng dari dalam kulkas dan beberapa cake diletakkannya di atas meja .


"Malam itu Okta dan Jimmy mengalami kecelakaan. Jimmy orang yang ngantar pulang Okta yang loe liat kemarin. Mereka berdua mengalami Amnesia. Okta lebih parah, karena sebelumnya Okta mengalami PTSD." Farrel melihat penyesalan yang dalam di wajah sahabatnya.


"Farrel maaf, maafin Adik gue." Athar mengacak-acak rambutnya.


Farrel menepuk pundak sahabatnya.


"Tidak ada yang salah, semua sudah ditakdirkan. Maaf gue gak cerita sebelumnya, karena gue tau siapa loe. Loe pasti menyalahkan diri loe sendiri."


"Apa yang bisa gue lakuin untuk Okta." Athar masih menundukkan kepala.


"loe kan calon Dokter, mungkin aja loe bisa bantu memulihkan ingatannya."


"Apa Okta dan Jimmy sepasang kekasih?" Athar mencari informasi.


"Dulu iya, sejak mereka amnesia semua berakhir. Jimmy mulai berubah, dan kemarin Okta memutuskan hubungan mereka."


"Sebagai pria gue masih bisa melihat, Jimmy masih punya perasaan cuman dia belum menyadarinya." Athar mencoba menggali informasinya.


"Apa sebelumnya pernah ada kejadian yang membuat mereka berdua menyesal dan sangat membekas sampai sekarang?" tanya Athar.


"Ada." Jawab Farrel.


"Kita bisa mencoba mengingatkan kembali memori mereka ke tempat yang pernah mereka kunjungi. Jujur gue pertama kali bertemu sudah merasakan suka sama Okta." Athar menghembuskan napasnya. "Tapi rasanya tidak adil kalo gue memisahkan mereka berdua."


"Kita liat nanti bro. Jodoh di tangan Tuhan. Biarlah semua bejalan mengikuti alurnya." Farrel dengan kata-kata bijaknya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2