Cintaku Karena Kentut

Cintaku Karena Kentut
13. Lian


__ADS_3

Jimmy menahan rindunya, hanya mampu menatap Okta dari kejauhan. Pernah Jimmy menghampiri Okta, lagi-lagi Okta menunjukkan gejalanya. Farrel yang melihat Jimmy hanya mampu menitipkan pesan, Okta juga kangen tapi masih dalam tahap penyembuhan.


Okta memegang gelangnya di bawah sadarnya Okta memanggil satu nama yaitu "Lian".


"Li...an." Okta sekarang berada di taman bunga waktu saat pertama kali berjumpa dengan Lian.


"Kenapa baru sekarang kamu mencariku, aku kangen." Lian memberikan setangkai bunga tulip merah.


"Aku juga kangen." Okta mencium tulip merah yang diberi Lian.


"Apa kamu kesepian?" tanya Lian.


"Bukan kesepian, tapi berasa ada yang hilang." Gundah Okta.


"Tinggallah bersamaku." Lian menarik tangan Okta membawanya menuju sebuah pintu besar . Ternyata pintu itu menghubungkan dunia nyata dan dunia yang dianggap mimpi oleh Okta.


Setelah melewati pintu itu Okta berada di sebuah kota yang sama persis dengan dunia nyata. Tapi Okta tidak melihat kendaraan seperti mobil, motor, bis di sana. Apa mereka semua teleportasi pikir Okta.


Okta masuk ke dalam rumah yang begitu besar, ada banyak pelayan di sana menyambutnya. Mereka sekarang menuju ke sebuah taman yang ada danaunya.


"Wahhhh indahnya." Okta berjalan merentangkan kedua tangan dan memutar-mutarkan badannya. Tepat di tepi danau Lian sudah menyiapkan piknik romantis, dimana ada tenda, Hammock, alas piknik, lengkap dengan makanan, minuman, aneka kue dan cemilan.


"Kamu yang nyiapin?" Okta duduk sambil menikmati cemilan.

__ADS_1


"Aku yang minta, pelayan yang nyiapin." Kata Lian.


"Okta, apa yang membuatmu sedih?" Lian menyelipkan rambut ke telinga Okta.


"Aku ingin melupakan masa lalu, aku ingin hidup normal. Setiap kali aku ditindas, dibentak rasa sakit itu datang lagi." Tatapan Okta kosong seolah-olah pikirannya kembali ke masa lalu.


"Kamu harus bisa mengikhlaskan semua Okta. Berdamailah dengan masa lalu. Jangan dihindari tapi hadapilah." Lian dengan kata kata bijaknya. "Kamu tahu aku akan selalu ada untuk mu, walaupun kamu tak melihatku."


"Maksud mu?"


"Aku tidak bisa selamanya berada di duniamu." Lian menatap lembut Okta.


"Tapi aku menyukaimu." Kata Okta.


Air mata Okta menetes. "Tapi bolehkan jika aku ingin bertemu denganmu?"


Lian mengangguk kan kepala.


"Lupakan semua, setelah ini aku ingin melihatmu bahagia." Lian mengeluarkan energinya, menghapus rasa sakit masa lalu Okta. Lian sadar cinta itu adalah pengorbanan. Dan ini lah pengorbanannya mengisap energi negatif dari diri Okta. Tanpa diketahui Okta.


Lian mendekatkan dirinya ke Okta, dihembuskannya nafas di telinga Okta. Kemudian dia berbisik 'aku mencintaimu'. Perlahan Lian mengecup lembut bibir Okta kemudian melepaskannya. Lian menatap Okta dan tidak ada penolakan darinya. Lian kembali mengecup bibir Okta dan sedikit **********. Lama-lama semakin dalam. Di saat itu terasa beban berat selama ini yang Okta rasakan hilang.


Seketika itu juga Okta mengingat kecupan pertama Jimmy untuknya. Dan kemudian Okta duduk terbangun dengan nafas yang terengah-engah. Okta menatap sekelilingnya, rupanya dia sudah kembali ke dunia nyata. Sayup sayup Okta mendengar suara yang selama ini dirindukannya.

__ADS_1


Okta mencari suara itu dan Okta melihat seseorang berdiri di balkon rumahnya dengan Kak Dilfa.


Okta berlari memeluk Jimmy dari belakang sambil menangis. Jimmy cuma diam. Jimmy takut Okta akan bereaksi lagi. Refleks Jimmy memegang tangan Okta, dan matanya memberi kode ke Dilfa. Dilfa mendekati Okta.


"Dek, ada apa?" Dilfa hati-hati bertanya.


"Aku kangen Kak Jimmy, maafin aku Kak." Tangis Okta.


"Yank, aku juga kangen. Maafin aku ya." Jimmy menoleh ke belakang.


"Yaaach Kak Dilfa gak dianggap." Dilfa pura-pura merajuk.


Okta melepaskan pelukannya, kemudian memeluk manja Dilfa. "Cayaaankkk Kak Dilfa."


Dilfa merasa ada perubahan dari Okta. "Dek kamu sudah sehat? Kamu gak takut lagi lihat Jimmy?"


"Iya Kak." Jawab Okta.


"Alhamdulillah." Dilfa dan Jimmy mengucap syukur bersamaan.


Lian, apakah ini semua karenamu. Makasih. Aku juga mencintaimu. Batin Okta.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2