Cintaku Karena Kentut

Cintaku Karena Kentut
9. Jomblo Laku


__ADS_3

...Kilas balik....


Setelah ustad Adi pamit dengan Om Anggara meruqyah siswa SMA BERKARYA. Farrel merasakan getaran di gelangnya. Seolah menuntun Farrel ke suatu tempat. Farrel minta Keenan mengikutinya. Sampailah mereka di taman dimana Okta menghilang.


Pada saat itu mereka melihat sosok yang dilihat Okta. Seorang pria yang rupawan.


Tidak ada perasaan takut baik itu Farrel atau pun Keenan.


Sosok itu mengatakan Okta aman . Saat ini ada serangan makhluk astral di Camping Ground karena kiriman dari musuhnya Pak Anggara. Dan juga ada orang yang berniat jahat terhadap Okta. Seseorang berencana menjebak Okta di malam itu. Untungnya sosok itu melindungi Okta. Setelah dirasa keadaan benar-benar aman. Okta pun dikembalikan ke kediaman Farrel. Itu pun setelah satu minggu kejadian. Okta sama sekali tidak mengetahui ada terror horor. Yang Okta ingat mimpi indahnya bersama Lian. Dan itu pun cuman semalam.


...Kilas balik selesai....


"Okta, seminggu ngilang kemana?" tanya Via di kelas, Enny dan Ana juga penasaran.


"Seminggu? Perasaan cuman semalam." Okta kebingungan. "Kalian jahat ninggalin aku di kamar mandi," Okta mencubit gemes sahabatnya.


"Emang Kak Jimmy, Kak Dilfa gak cerita?" Ana bertanya sambil mengelus tangannya yang sakit.


Okta mengangkat bahunya.


Via menarik nafas mengingat kejadian malam itu. "Gue ketemu setan."


"Serius?" Okta tak percaya.


"Ini gue yang lihat sendiri Okta. Trus Aldi juga disamperin sundel bolong, ada yang lihat pocong, Bu Siska dan Guru yang lain juga mendengar ada suara kuntilanak." Via merinding.


"Bukan cuman itu, kesurupan massal juga." Sahut Ana.


"Waduh serem. Untung aku gak ngalamin," Okta mengelus dada.


"Malam itu loe kemana? Kak Dilfa nangis cari loe Okta." Enny cerita yang membuat Okta syok mendengarnya.


"Kak Dilfa nangis?" Okta sedih, dia tau bagaimana perhatian Kak Dilfa dan Bang Keenan kepadanya.


"Malam itu aku merasa sendirian, saat melewati taman kecil aku ketemu seorang pangeran diajak ke sebuah taman yang luar biasa indah. Eh gak taunya hanya mimpi." Okta merona.

__ADS_1


"Masa mimpi bisa satu minggu." Kali ini Ana yang tidak percaya.


"Yuk ke lapangan, hari ini pertandingan basket kelas Kak Dilfa." Ajak Enny. Mereka pun menuju lapangan.


SMA BERKARYA selama 2 minggu kedepan memang mengadakan berbagai lomba, tujuannya agar siswa segera move on dari teror horor seminggu yang lalu.


Sedang berlangsung pertandingan basket kelas XI IPA 1 vs XII IPA 1. Dan yang menang tentu saja kelas Dilfa.


"Capek Kak, ini buat Kak Dilfa." Enny memberikan air mineral ke Dilfa.


"Makasih cantik." Dilfa mengambil dan langsung meminumnya.


"Yank, lapin dong." Jimmy meminta Okta melap keringat di wajahnya.


"Lap sendiri napa." Cibir Okta.


"Ya udah klo gak mau, tuh banyak yang mau." Jimmy hendak melangkah ke arah fansnya tapi tangannya ditarik Okta.


"Gitu az marah." Okta melap keringat Jimmy.


"Bisa gak sih jangan bucin, jiwa kejombloan kita meronta." Rengek Via.


"Hmmmm Kakak juga jomblo." Bisik Ferdy.


"Sama dong Kak." Kata Via.


"Biar kita gak jomblo gimana?" Goda Ferdy.


"Pacaran Kak." Jawab Via


"Pacaran yuuuukkk!"


Dilfa, Jimmy, Okta, Ana, Nata, Enny, Via dibuat melongo.


"Fer, loe lagi nembak." Nata mengerutkan dahinya.

__ADS_1


"Iya, gue serius ini. Via kita pacaran yuk!"


"Ya udah ayoookkkk."Jawab Via.


Segampang itu nembak cewek. Batin Nata.


"Kayaknya tinggal Dilfa, Nata yang masih jomblo." Ejek Jimmy. "Kalian berdua normal kan."


PLAAK! Jimmy kena tampol Dilfa dan Nata.


"Sialan loe," maki Dilfa


"Becanda gue," Jimmy kesakitan. "Yank, sakit." Maksudnya sih minta dimanja Okta eh gak taunya dapat cubitan yang keras dipinggangnya.


"Rasain." Kata Okta.


Dilfa memeluk Okta. "Makasih dek." Matanya mengejek Jimmy.


"Okta, temenin gue ke toilet." Bisik Ana.


"Ok, yuuukkk." Kak Dilfa, Kak Jimmy aku ke toilet bentar ya, titip Enny." Okta pun berlalu.


"Oh ya Okta ini buat kamu." Ana memberikan minuman kaleng. "Tunggu bentar ya," Ana masuk ke toilet.


"Okta." Panggil Aldi.


"Hai Aldi!"


"Ngapain di sini, sendirian lagi?" tanya Aldi.


"Lagi nungguin si Ana." Jawab Okta sambil meneguk minumannya.


"Aku nungguin lo, kamu kan janji ke ulang tahun ku." Aldi menunjukkan kecewanya.


"Maaf Aldi, aku lupa." Pandangan Okta berkunang-kunang, terasa sakit di kepala, tiba-tiba semua menjadi gelap.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2