CLBK Dengan Bosku

CLBK Dengan Bosku
Jeje dan Cici


__ADS_3

"Hai, Ta. Tumben ngajak makan siang bareng?" tanya Pandu dengan semangat.


Melihat pesan dari Cinta yang mengajaknya makan siang bareng di kantin kantor tadi membuat moodnya meningkat berkali-kali lipat.


"Iya, mumpung lagi nyantai mas. Kamu nggak lagi sibuk kan?" tanya Cinta, misinya kali ini adalah mencari info tentang Gery.


"Nggak kok, santai aja. Belum akhir bulan, jadi masih longgar. Ehm, bulan depan ada acara ulang tahun kantor loh, Ta. Kamu sudah tahu apa belum?" tanya Pandu setelah memesan makanannya.


"Belum tuh, baru dengar dari kamu mas" jawab Cinta sambil menggeleng.


"Oh, mungkin Pak Gery lupa ngasih tahu kamu ya. Tapi acaranya sudah disiapkan sejak jauh-jauh hari kemarin sih. Memang persiapannya sudah sangat matang. Tinggal eksekusi saja" kata Pandu.


"Asyik dong, pasti ada pesta" kata Cinta.


"Iya, tapi acara kali ini lebih ke ajang amal gitu Ta. Ya kamu tahu sendiri kalau negri ini lagi banyak bencana tahun ini. Jadi, acara ulang tahun perusahaan kali ini temanya adalah bakti untuk negri. Banyak artis dan pejabat yang bakalan diundang, dan kita sama-sama ngasih donasi gitu ke badan penanggulangan bencana, dan bukti penyaluran dananya nanti diinfokan dari hasil dokumentasi" Pandu menjelaskan dengan sangat detail.


Tentu dia bangga karena ide itu muncul dari hasil pemikirannya yang ternyata disetujui semua pihak.


"Uwah, keren dong. Bisa sekalian cuci mata, hehe. Secara banyak artis kan mas? Hengmh .. bisa lah sekalian nyari foto buat di upload di medsos" ucap Cinta bersemangat.


"Hengmh.... Ingat Pak Gery, nanti kamu di marahi kalau caper sama cowok lain. Kayaknya Pak Gery posesif banget sama kamu" rupanya Pandu pun ingin mengorek informasi dari Cinta.


"Mas Pandu ada-ada saja, memangnya siapa saya sampai harus diposisif in sama pak Gery" jawab Cinta yang teringat tujuannya mengajak Pandu makan siang kali ini.


"Tapi rumor yang beredar tuh kamu diistimewakan loh sama Pak Gery" kata Pandu.


"Itu cuma rumor, mas. Nyatanya setiap hari aku di bentak-bentak sama Pak Gery. Yang salah ini lah, salah itu lah. Coba deh kita tukeran posisi, mau tahu aku seberapa kuat kalian ada di posisiku" mulai lagi Cinta curhat tentang kelakuan bos galaknya.


"Yah, memang semua itu sawang sinawang ya Ta, kalau kata orang Jawa" komentar Pandu.


"He em, makanya jangan suka menilai dari luarnya saja. Nyatanya aku tekanan batin padahal baru beberapa hari saja kerja disini" kata Cinta.


"Jadi kamu mau nyerah nih?" tanta Pandu.


"Eh, enggak dong. Aku harus kuat, masih ada banyak orang yang harus aku cukupi kebutuhannya, mas. Disini gajinya sangat fantastik dan sangat disayangkan kalau harus direlakan begitu saja" jawab Cinta, dia sadar bahwa bahunya harus kuat untuk menopang orang tua dan adiknya.


Pandu jadi makin kagum pada sosok Cinta yang kiat dan mandiri. Juga rela mengorbankan kebahagiaannya demi keluarga.


"Benar-benar calon istri idaman" gumam Pandu sambil memandangi wajah Cinta dengan penuh kekaguman.

__ADS_1


"Eh, mas. Pak Gery itu dulu SMA nya di Mahardika ya?" mulailah Cinta mengorek info tentang Gery.


"Iya, kok kamu tahu?" tanya Pandu.


"Kemarin aku sempat tanya sama Pak Gery, kan satahuku dia itu lo lulusan luar negri. Apa sekolah dasarnya juga disana, ternyata jebolan Mahardika rupanya" kata Cinta.


"Iya, tapi setahuku beliau itu cuma sampai kelas sebelas saja di Mahardika. Selanjutnya, karena ada masalah kenakalan anak muda, Pak Gery dikeluarkan dari sekolah elit itu dan oleh orang tuanya di kirim ke Surabaya untuk sekolah disana. Dan dititipkan ke pamannya yang purnawirawan TNI untuk dididik secara tegas" mulailah info yang Cinta butuh mulai terkuak.


Cinta sedikit terkejut mendengarnya, "Apa mungkin?" pertanyaan itu bermunculan di benak Cinta.


"Terus?" tanya Cinta yang masih kepo.


"Ya, beliau melanjutkan SMA di Surabaya. Dan setelah lulus dikirim ke luar negri. Beliau baru menjabat ke perusahaan ini sekitar setahun belakangan ini setelah lulus kuliah. Dan bertepatan dengan itu, sekretaris yang lama sedang hamil dan mengundurkan diri. Makanya beliau sering marah-marah, mungkin karena adaptasinya dengan perusahaan ini terasa cukup berat" ujar Pandu yang tidak sadar jika Cinta sedang mengorek informasi darinya.


"Hengmh, kasihan juga ya mas. Jadi, aku harus berusaha mengerti karena sama-sama beradaptasi disini ya mas" ucap Cinta.


"Iya, tapi beliau orangnya cerdas, tegas dan kreatif. Pemikirannya sangat luar biasa. Terbukti setahun belakangan ini progres perusahaan ini semakin baik" puji Pandu.


"Ya, tapi tetap saja dia itu galak. Hihihi" kata Cinta sambil berbisik.


Mimik wajahnya yang lucu membuat Pandu tergelak, dan bersamaan dengan itu ternyata Gery juga datang ke kantin karena penasaran dengan Cinta yang tak kunjung kembali.


Melihat Pandu yang terlihat sangat dekat dengan Cinta membuat perasaannya terusik. Entah mengapa tangannya terkepal dan ingin sekali menonjok wajah Pandu yang sok kegantengan di otaknya.


Pria itu benar-benar mendekat, banyak pasang mata melihat ke arahnya dengan mata mendamba.


Memang tak bisa dipungkiri wajah tampan plus harta yang bergelimang membuat wajah seseorang berseri seperti malaikat saja di mata para kaum hawa.


"Kalian terlihat sangat santai" komentar Gery yang sudah duduk di samping Cinta.


"Ah, bapak bisa saja. Kita cuma kebetulan sedang makan siang saja, iya kan Mas Pandu?" kata Cinta.


"Iya, Cinta ini ternyata enak diajak ngobrol, pak" puji Pandu.


"Apa dia bilang, Mas Pandu? Brengsek" keluh Gery dalam hatinya yang kian panas.


"Apa aku jujur saja padanya, aku tidak tahan kalau dia sampai dekat dengan pria lain" netra Gery memandang lekat pada Cinta. Seolah ingin menerkamnya hidup-hidup.


"Oh iya, nanti kamu ikut saya untuk mengunjungi EO yang ditunjuk untuk mengurus ulang tahun perusahaan ya, Ci" kata Gery.

__ADS_1


"Siap pak" jawab Cinta singkat, dibenaknya masih sering mencari alasan bahwa Gery bukanlah Jeje.


Tapi semakin kesini, kenapa semakin banyak kesamaan diantara mereka. Tapi kenapa jika Gery adalah Jeje, dia tidak jujur saja padanya?


"Apa mungkin sudah tidak ada aki di dalam hatinya?" begitulah kira-kira perasaan Cinta yang insecure dengan hubungan masa lalunya.


"Bapak tidak usah repot-repot, biar saya saja yang melihat kesiapan mereka, pak" ucap Pandu.


"Tidak, kamu urus saja para karyawan yang sepertinya masih suka bergosip. Beri mereka sanksi tegas jika hanya ingin bergosip saat bekerja" kata Gery singkat.


"Iya pak" jawab Pandu, heran juga dia bagaimana bisa atasannya berkata begitu.


Sedang serius menatap Pandu, ponsel Gery yang ada diatas meja berdering kencang. Ada nama Alexa tertera disana.


Merasa kepo, entah mengapa Cinta malah ikut melihat ke arah benda pipih itu dan saat melirik Gery, rupanya pria itupun juga sedang melihat ke arahnya.


Dan tanpa kata, Gery malah menolak panggilan itu.


"Pengganggu" gumaman Gery terdengar oleh Cinta dan Pandu yang memilih diam saja.


"Calon istri itu pak" entah keberanian darimana hingga Cinta berkata seperti itu.


"Siapa bilang? Dia hanya pengganggu,


"Asal kamu tahu ya, Cici. Dari dulu masih tetap sama kalau hanya satu orang yang ada di hati ini. Atau mungkin kamu masih ingin bukti?" Gery pun juga tidak menyadari jika telah berkata seperti itu di hadapan Cinta dan Pandu.


Kedua orang itu malah melongo dengan raut heran menatap ke arah Gery.


"Hahaha, siapa itu Cici pak?" gelak tawa Pandu pecah karena menganggap ucapan Gery yang lucu.


Sementara Cinta malah tertegun, bingung harus bagaimana karena panggilan itu memanglah panggilan sayang dari Jeje untuknya.


'Jeje dan Cici'


Tapi untuk meyakinkan itu, belum ada keberanian dalam dirinya.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2