CLBK Dengan Bosku

CLBK Dengan Bosku
Rumit


__ADS_3

"Sudah, cukup Alexa! Lepaskan pegangan tanganmu" heram Gery karena sejak tadi Alexa selalu saja menempel padanya seperti seekor ulat bulu.


"Kenapa sih, sayang. Kan kamu sendiri yang mau aku datang dan membawakanmu makan siang. Sekarang aku hanya ingin diantar keluar gedung ini untuk pulang meskipun kau tak mau mengantarkanku, tapi aku tidak masalah kok meskipun harus diantarkan oleh supit kantormu" kata Alexa di lorong ruang lantai tiga, tempat kekuasaan Pandu.


Sebenarnya dalam hatinya, Gery tentu merasa kasihan dan tidak enak hati saat melihat ekspresi Cinta tadi. Saat dia dengan sengaja bertingkah mesra bersama Alexa untuk mengantarkannya ke lobi kantor. Tempat supirnya menunggu.


Meski tanpa ekspresi berlebih, Gery tahu jika Cinta memendam amarahnya melalui sorot mata meski bibirnya berusaha tersenyum.


"Makasih ya sayang, hari ini aku senang sekali. Kamu cepetan lamar aku dong biar kita bisa segera nikah" perkataan Alexa tak begitu jelas di telinga Gery karena pria itu asyik melamun.


Hingga sebuah pelukan dari Alexa membuatnya sedikit terjingkat kaget. Gery tak menyangka jika Alexa seberani itu hanya karena diberi sedikit sekali celah untuk mendekatinya.


Dan sialnya lagi, dekapan hangat Alexa terhadap Gery terpampang nyata didepan Cinta yang saat itu sedang ada keperluan dengan Pandu.


Cinta baru saja membuka pintu ruangan Pandu setelah menyelesaikan keperluan kantor dengannya.


Hati Cinta tentu meradang melihat semua itu. Namun dia berusaha sabar dan diam dengan tatapan penuh pada dua sejoli yang sedang asyik berpelukan di lorong lantai tiga.


"Kenapa Ta? Kok diam?" tanya Pandu yang melihat Cinta hanya diam.


Dan saat melihat ke depan, Pandu mengerti jika Cinta sedang cemburu. Seketika hal itu memberinya ide untuk menuntun Cinta dan membantunya berjalan melewati Gery dan Alexa menuju ke lift yang ada di dekat mereka.


"Ayo Ta, aku bantu kamu pergi ke ruangan kamu" suara Pandu memecah keseruan antara Gery dan Alexa.


"Iya, terimakasih mas" jawab Cinta sambil berjalan pelan dan agak tertatih karena memang kakinya belum sembuh benar.


Gery sempat melihat Cinta mengangkat sebelah bibirnya dan membuang muka saat pandangan mereka bertemu.


Sungguh bimbang, dalam hati Gery ingin mengejar Cinta dan menjelaskan semuanya. Tapi melihat ada yang menuntunnya mesra, membuat diapun merasa cemburu tak tertahan. Keegoisan menelan kesadarannya.


Padahal apa yang dia lakukan justru lebih buruk, berpelukan di tempat umum.


Hingga pandangan matanya teralih saat pintu lift yang Cinta tumpangi tertutup sempurna.


"Sayang, week end nanti kita kencan ya. Kamu jemput aku. Janji ya" rengek Alexa sambil bergelayut manja di lengan Gery.


"Iya" kata Gery yang sebenarnya tak memperhatikan perkataan Alexa sejak tadi.


"Oh sayang. Aku bahagia banget hari ini" kata Alexa yang tiba-tiba menghadiahi sebuah kecupan singkat di bibir Gery, dan malah dibalas ******* olehnya untuk meluapkan segala emosi di dalam dada.


Alexa sedikit kesulitan saat mengimbangi permainan lidah Gery yang terasa sangat profesional.


Sungguh, kejahatan selalu menemukan celahnya. Terbukti dengan tertangkapnya kejadian itu oleh Ratna yang berhasil mengabadikan momen mesra antara Gery dan Alexa dengan ponselnya.


Meski dia harus menahan terbakarnya hati karena cemburu, tetap saja Ratna berhasil menyelesaikan video itu.

__ADS_1


"Sialan kamu Alexa. Untuk saat ini kamu boleh merasa diatas angin. Tapi lihat saja nanti saat tiba waktunya aku turun tangan setelah kau menangani Cinta" geram Ratna yang menyaksikan kejadian menyakitkan baginya saat Gery melahap habis bibir seksi Alexa.


"Dan aku pastikan nanti Pak Gery untuk bisa bertekuk lutut padaku. Dan akan ku hapus semua jejak bibir para wanita dari bibirnya, dengan bibirku" kata Ratna penuh keyakinan.


Hingga saat nafasnya habis, Alexa harus mendorong dada Gery agar pria itu mau melepaskan pagutannya.


"Sayang, kamu lagi pengen ya?" pancing Alexa.


Tapi pertanyaan itu malah membuat Gery merasa jijik saat mengingat kejadian barusan. Segera dia mengusap bibirnya yang masih basah dan malah pergi meninggalkan Alexa.


"Sayang, kok aku ditinggal sih?" rengek Alexa setengah berlari agar bisa menjangkau pujaan hatinya.


Sedangkan Gery, tentu dia semakin merasa bersalah pada Cinta. Dan langkah kaki emosinya membawanya ke parkiran dan diapun mengendarai mobilnya dengan ugal-ugalan kali ini.


Meninggalkan Alexa yang masih merengek dan cemberut. Wanita itupun lebih memilih menemui supir kantor yang sudah sejak tadi menunggunya untuk pulang.


Meski dengan perasaan kecewa, masih ada sedikit kebahagiaan di hatinya dengan janji Gery yang akan mengajaknya kencan Malam Minggu nanti. Alexa sudah tidak sabar menunggu saat itu.




"Sudah mau jam pulang. Kenapa Gery belum datang juga ya? Apa dia sedang bersama Alexa?" gumam Cinta.




"Tapi kata ob kan dia pergi sendiri membawa mobilnya, sedangkan Alexa diantar supir kantor" kata Cinta masih bermonolog.



Pekerjaannya sudah selesai, dia hanya menunggu waktu agar bisa secepatnya pulang dan beristirahat. Kakinya masih terlalu manja untuk diajak kerja terlalu lama.



Kring...


"Hallo" sapa Cinta saat mendengar teleponnya berdering.



"Hai, Ta. Kamu pulang sendiri kan hari ini?" rupanya Pandu yang sedang menghubunginya.


__ADS_1


"Iya mas" jawab Cinta singkat.



"Pakai motor atau naik taksi?" tanya Pandu memastikan.



"Naik taksi, kakiku masih sedikit sakit untuk naik motor sendiri" jawab Cinta.



"Lebih baik aku saja yang mengantarkanmu pulang ya, Cinta" Pandu berusaha mencari celah diantara retaknya hubungan Cinta.



"Nggak usah mas, aku takut merepotkanmu. Lagipula kan jarak kantor ke rumahku tidak begitu jauh. Aku bisa pulang sendiri" tolak Cinta secara halus.



"Karena jaraknya dekat aku mau mengantarmu, kalau jauh kamu harus membayar seperti saat naik taksi. Sudahlah, nanti aku tinggu di bawah saat jam pulang ya. Ingat, tidak usah pesan taksi apalagi sampai naik bus. Biar aku yang mengantarmu sampai depan rumah" kata Pandu yang langsung mematikan sambungan teleponnya.



Tuuttt .. Tuuttt ... Tuuttt....


suara telepon itu membuat Cinta sedikit cemberut.



"Sebenarnya aku inginnya kamu yang nganterin aku pulang, Je. Tapi kamu malah lagi berduaan sama cewek lain. Menyebalkan" gumam Cinta sembari mengamati bentuk telepon paralel di kantornya.



Dengan senyum yang masih terkembang, Pandu merasa sangat senang karena sebentar lagi dia bisa berduaan dengan Cinta meski hanya sekedar mengantarkan gadis itu pulang.



Tapi setidaknya, sudah ada sedikit usaha darinya untuk berjuang mendapatkan hati dari gadis incarannya meski harus sedikit menikung sang bos dengan bantuan calon istrinya sendiri yang juga ingin menikung Gery dari Cinta.



Dan masih ada Ratna yang masih setia menunggu Gery agar visa terlepas dari jeratan Cinta dan Alexa.


__ADS_1


Sungguh hubungan yang rumit!


Bisa bertahankah engkau Cinta?


__ADS_2