CLBK Dengan Bosku

CLBK Dengan Bosku
penasaran tentang Jimmy


__ADS_3

Gery hanya bisa senyum-senyum sendiri saat mendengarkan percakapan antara Cinta dan Fellis semalam melalui headsetnya, lewat alat penyadap yang sudah dia pasang.


Betah sekali pria itu dalam menyimak semua percakapan kedua gadis cantik yang merupakan sahabat karib.


Hingga raut wajahnya sedikit berubah saat mendengar part Jimmy yang datang dan sepertinya hendak melecehkan Cinta?


"Siapa pria yang datang sebelum aku kesini tadi? Jimmy? Tadi Cinta menyebutnya Pak Jimmy. Ada apa sebenarnya dengan orang itu?" gumam Gery penasaran, tanpa kata dia hanya bisa memandangi Cinta yang sok sibuk dengan ponselnya.


Masih mendengar percakapan itu, akhirnya Gery tahu jika Cinta memiliki hutang pada orang yang bernama Jimmy ini.


"Atau mungkin lebih baik aku bertanya pada Fellis saja?" kata Gery yang masih bergumam.


Melihat jam tangannya, masih menunjuk pada angka dua siang. Gery menaruh perlengkapan kerjanya dan menghampiri Cinta.


"Ci, kamu mau pulang sekarang saja?" tanya Gery membuyarkan kesibukan Cinta.


"Boleh. Aku juga sudah lebih baik kok" jawab Cinta senang, karena memang tak ada yang betah kan kalau harus menginap di rumah sakit.


"Ehm, untuk hubungan ini. Bisakah kalau kita rahasiakan dulu dari orang lain, Je? Nanti setelah kita mendapatkan restu dari kedua orang tua kita, maka kita bisa memberitahu yang lainnya. Bagaimana?" tanya Cinta sedikit gugup, lama tidak bicara seserius ini mengenai perasaannya dengan lawan jenis membuatnya sedikit kikuk.


"Kenapa harus dirahasiakan? Kamu masih ragu dengan perasaan aku, Ci?" tegas Gery.


"Bukan begitu. Selain orang tua kamu, khususnya mama kamu terlihat sangat menentang kedekatan kita, akupun masih harus membantu ayah untuk membiayai kuliah adikku. Jadi, aku tidak mau saja kalau nanti ada yang tahu tentang hubungan ini di kantor, lalu melaporkan sama mama kamu, terus aku dipecat. Siapa yang mau membiayai adikku? Ya, please. Aku mohon sama kamu" terang Cinta panjang dan lebar.


"Aku siap untuk menanggung semua biaya hidup kamu dan seluruh keluarga kamu. Kalau sampai kamu dipaksa untuk keluar dari pekerjaan kamu saat ini, maka aku yang akan menafkahi kamu, Ci. Bagaimana?" goda Gery dengan senyum jahil dan kerlingan mata nakalnya.


Mendengar itu, pipi Cinta sedikit memanas. Mungkin menjadi jomblo tahunan membuatnya jadi terlalu lembek saat menghadapi mulut gombal receh dari seorang pria.


"Ih, kamu apa-apaan sih. Nggak mau ah, nanti aku jadi mantu yang tersisihkan" balas Cinta.


"Nanti saja kalau mama kamu sudah memberi restu, kita umumkan deh hubungan kita. Kalau perlu, kita sewa wartawan sekalian biar seluruh pelosok negri tahu kalau kita punya hubungan" terang Cinta.


"Tapi please, enggak untuk saat ini. Tolong kamu juga ngertiin posisi aku. Aku nggak mau dicap sebagai perusak hubungan kamu sama Alexa. Dan dianggap cuma memanfaatkan kekayaan kamu doang, Je" keluh Cinta yang menyadari ketimpangan status sosial mereka.


"Baiklah. Aku akan penuhi semua permintaan kamu. Bahkan saat nanti kamu minta aku untuk ambilkan bintang di angkasa, pasti aku akan lakukan" lagi, perkataan Gery berhasil membuat semburat merah di pipi Cinta terlihat jelas.


Gery jadi suka melakukan itu. Melihat Cinta tersenyum dengan guratan merah di pipinya membuat hatinya merasa sangat bahagia.


"Kamu, jangan tersenyum seperti ini dihadapan pria lain ya, Ci. Pokoknya senyuman yang seperti ini cuma buat aku saja" kata Gery.


"Senyum apaan sih. Asal kamu tahu ya, senyum itu ibadah sunnah yang paling mudah dan murah. Jadi, kita tuh harus senyum sama semua orang" ucap Cinta mulai sewot, memangnya senyum yang bagaimana yang Gery maksud.


"Iya aku tahu, tapi senyum dengan pipi memerah seperti yang tadi yang nggak boleh kamu berikan sama orang lain" ucap Gery sambil mencubit ringan pada kedua pipi kekasih cantiknya ini.


Kini Cinta bisa sedikit tertawa lepas. Mendapat perlakuan penuh sayang dari cinta masa lalunya membuat rasa bahagia itu menjadi berkali-kali lipat rasanya.


Dan Cinta, sedang merasakan hal itu.




"Assalamualaikum, aku pulang" seru Fellis setelah turun dari motornya dan memasuki rumah.



"Waalaikumsalam" Cinta dan Gery kompak menjawab salam Fellis.

__ADS_1



"Oh, ada Pak Gery ya. Maaf, aku nggak tahu. Kamu sudah boleh pulang, Ta?" tanya Fellis berbasa-basi.



"Kalau nggak boleh ya nggak disini aku, Fel" jawab Cinta sekenanya.



"Iya juga sih. Yasudah, aku masuk dulu ya" pamit Fellis memasuki rumah.



Cinta hanya mengangguk ringan. Membiarkan Fellis masuk.



"Ehm, kamu nggak balik ke kantor Je? Meeting kamu gimana? Seingatku ada jadwal meeting sama beberapa klien deh hari ini" tanya Cinta, sebagai seorang sekretaris dia masih hafal dengan jadwal bosnya.



"Sudah aku serahkan semua sama Bayu" jawab Hery ringan.



"Siapa itu Bayu?" tanya Cinta heran, karena baru kali ini dia mendengar nama Bayu. Seingatnya, tidan ada karyawan bernama Bayu di kantornya.



"Bayu itu orang kepercayaan keluarga Subagya. Kalau aku nggak bisa datang meeting, pasti dia yang mewakilkan. Semua urusan aku maupun urusan papa sering di handle sama dia" kata Gery.




Tak lama kemudian, Fellis yang merasa sendirian bergabung dengan Cinta dan Hery di ruang tamu untuk saling ngobrol sampai tiba waktunya untuk Gery harus pergi.



"Fel, tolong bantu aku sebentar di luar ya" ajak Gery setelah berpamitan, niatnya adalah untuk bertanya tentang Jimmy.



"Oh, tentu" jawab Fellis setelah mendapat anggukan dari Cinta.



"Aku pulang dulu ya, Ci. Ingat, kamu masih dapat jatah off untuk besok. Dan lusa, terserah kamu kalau mau masuk kerja atau masih mau istirahat" kata Gery sambil mengelus sayang pada Cinta, Fellis jadi menghalu melihat itu semua.



"Iya, makasih ya" kata Cinta tersenyum.



Setelah Gery memberi satu kecupan singkat di kening Cinta, pria itu keluar beriringan dengan Fellis yang dimintai tolong olehnya tadi. Sedangkan Cinta kembali duduk di tempatnya.

__ADS_1



"Ada apa, pak?" tanya Fellis setelah berada di luar.



"Ehm, aku cuma mau tanya tentang Jimmy. Apa kamu tahu tentang dia?"tanya Gery.



"Tentu saja aku tahu, pak. Pak Jimmy itu bos aku di kantor, ehm, Bosnya Cinta juga sih dulu sebelum kerja sama pak Gery" jawab Fellis masih belum curiga.



"Jadi, apa kamu tahu ada masalah apa antara Cinta dan Jimmy?" tanya Gery.



Mendapat pertanyaan seperti itu membuat Fellis bingung. Karena sebelumnya, Cinta pernah mewanti-wanti padanya untuk tutup mulut tentang masalahnya dengan Jimmy.



"Ehm, kalau sama Pak Gery boleh ngomong nggak ya?" tanya Fellis dalam hatinya, dia jadi serba salah.



"Ehm, aku nggak tahu juga sih pak. Cuma memang sepertinya Cinta keluar dari perusahaan kami dulu itu memang karena ada sedikit masalah. Tapi aku nggak tahu masalahnya, hehe, beneran deh pak" ujar Fellis gugup, apalagi melihat tatapan tajam dari Gery. Nyalinya semakin menciut.



"Kamu yakin?" tegas Gery.



"Tentu saja, pak. Mana berani aku bohong" jawab Fellis kekeuh.



"Baiklah, terimakasih atas informasinya. Saya pergi dulu" ucap Gery sambil memasuki mobilnya dan mulai pergi dari kontrakan Cinta



"Huft, untung saja dia langsung pergi. Memang benar sih apa yang Cinta bilang kalau bosnya yang ini sedikit galak" gerutu Fellis sambil memasuki rumahnya.



Dalam perjalanan, Gery masih kepikiran dengan Jimmy. Dan jalan satu-satunya yang bisa dia ambil adalah dengan menyuruh Bayu untuk mencari semua informasi mengenai pria itu.



Lagi-lagi, Bayu lah yang diharuskan untuk bergerak cepat.



.


.

__ADS_1


.


__ADS_2