
"Sialan, wanita penggoda! Awas kamu ya" umpatan untuk Cinta terlantun indah dari bibir Alexa.
Malam ini, wanita itu tengah berbincang dengan Ratna di suatu cafe sesuai janji yang telah mereka buat tadi siang.
"Saya lihat dengan mata kepala saya sendiri, bu. Pak Gery dan Cinta sedang berduaan di dalam lift kosong tadi pagi. Dan seperti di dalam foto itu, mereka terlihat sangat intim" Ratna semakin mengompori Alexa.
"Awas saja kamu Cinta sialan, tunggu saja besok. Lihat apa yang akan aku lakukan padamu wanita sialan" kata Alexa.
Ratna sangat senang dengan reaksi Alexa, dengan begitu langkah pertamanya untuk menjauhkan Cinta dari Gery akan lebih mudah. Jika nanti Alexa berhasil menyingkirkan Cinta, maka tugasnya hanya tinggal menyingkirkan Alexa.
"Dasar wanita bodoh, obsesimu akan meruntuhkanmu" batin Ratna pun sedang merutuki kebodohan Alexa.
"Foto itu tidak gratis loh bu, nomor rekening saya sudah saya kirimkan melalui wa" Ratna mengingatkan Alexa untuk memberinya imbalan.
"Iya, aku tidak lupa. Kamu ini selain licik ternyata juga sangat mata duitan. Dasar penjilat" ejek Alexa, tapi jarinya mengetikkan sesuatu di ponselnya. Dan sebuah notif muncul di ponsel Ratna, menandakan adanya transferan masuk ke rekening bank miliknya dengan nominal yang membuatnya bisa tersenyum senang.
"Uwah, sangat menyenangkan bekerjasama dengan bu Alexa. Kalau begitu saya permisi pulang dulu ya, bu. Saya tidak mau terlambat untuk acara ulang tahun perusahaan besok" pamit Ratna, sebenarnya diapun malas untuk berlama-lama dengan Alexa karena kepribadian Alexa yang sangat manja dan suka menindas.
"Pergi saja, akupun sudah tidak membutuhkanmu" kata Alexa sambil mengibaskan tangannya.
Ratna beranjak dari tempat itu dengan hati mendidih, diperlakukan sangat tidak sopan seperti itupun sebenarnya membuatnya muak. Tapi dia tidak sadar jika perlakuannya pada Cinta juga sangat menjengkelkan.
Dan kini, sudah banyak rencana jahat yang berseliweran di otak Alexa untuk memberi pelajaran pada Cinta esok hari.
★★★★★
"Fel, udah cantik belum?" Cinta kembali memastikan penampilannya pagi ini, apalagi taxi online yang dipesannya sudah menunggu di depan.
"Haduh, cantik banget sih tuan putri. Pasti bos galak kamu bakalan klepek-klepek deh kalau lihat sekretarisnya yang seperti bidadari tak bersayap seperti ini" puji Fellis, memang Cinta terlihat sangat cantik hari ini.
"Hahaha, bisa saja kamu Fel. Yaudah, aku berangkat dulu ya, taxinya sudah nungguin soalnya" kata Cinta.
"Idih, yang lagi cantik ternyata nggak naik motor" canda Fellis.
"Iya dong, tatanan rambutku bisa rusak kalau kena helm. Berangkat dulu ya Fel, dadah Fellis nanti aku bawain besek deh, hehe" pamit Cinta.
"Iya dong, itu memang yang ditunggu. Hati-hati ya Ta" kata Fellis.
Perjalanan Cinta cukup terhambat pagi ini, karena jalanan yang agak macet. Rupanya banyak juga yang sedang berkendara menuju daerah puncak. Memang saat week end banyak keluarga yang menghabiskan waktu bersama untuk liburan.
Tapi hal itu tak membuat Cinta khawatir, karena acara pagi ini tidak ada absensi yang jika terlambat akan ada sanksi. Jadi dia santai saja, sedatangnya saja.
Sedangkan di tempat acara, Gery sudah sangat gelisah karena acara yang sudah hampir dimulai tapi Cintanya masih juga menampakkan batang hidungnya.
"Kenapa dia belum datang juga ya? Apa mungkin Cinta akan menjauhiku setelah kejadian kemarin? Tapi bukankah dia baik-baik saja. Sebenarnya kemana dia itu? Pesanku juga cuma dibaca saja" batin Gery terus saja bertanya. Gery merasa tidak tahan untuk menunggu seperti ini.
"Kamu kenapa sih Gery? Daritadi mama lihat kok mondar mandir nggak karuan gitu? Siapa yang sedang kamu tunggu?" tanya Mama Weni, wanita ini sangat peka rupanya.
"Nggak ada, ma" jawab Gery yang malas untuk berdebat dengan mamanya.
Sedangkan Alexa yang sejak tadi sudah menempel terus pada Gery membuat pria itu merasa sangat risih. Sudah seperti perangko di amplop saja.
Hingga MC sudah memulai acara, Cinta belum juga sampai di gedung itu.
Kini sudah memasuki acara sambutan oleh pimpinan perusahaan, dan Gery dengan langkah yang gagah berjalan pelan untuk menaiki podium saat MC memanggilnya untuk memulai sambutan.
__ADS_1
Riuh tepuk tangan terdengar saat Gery memulai pidatonya. Semua orang terlihat kagum akan pesona pimpinan Subagya Corp kali ini.
Ternyata selentingan kabar yang mengatakan bahwa pimpinan perusahaan itu adalah pria tampan yang berpendidikan dan berkharisma adalah benar adanya. Semua mata tampak terpesona olehnya.
"Terimakasih atas kehadiran semua tamu undangan, para petinggi negara, awak media, dan juga para karyawan yang sangat saya cintai" ucap Gery pada sambutannya.
"Dan untuk acara selanjutnya--" Gery menjeda pidatonya saat orang yang dinantinya sejak tadi baru saja menginjakan kaki di tempat itu.
Pandangan matanya terpaku pada Cinta yang berjalan pelan memasuki ballroom hotel tempat acara itu berlangsung.
Langkah gontai nan elegan dari seorang gadis yang nampak sangat cantik hingga membuat semua matapun ikut memandang ke arah pandang Gery.
Bak artis terkenal, para wartawan terlihat sangat bersemangat untuk berebut gambar Cinta yang baru memasuki ruangan besar itu.
"Kamu sangat cantik, Ci" gumam Gery penuh kekaguman, tak sadar bibirnya melengkung lega saat Cinta datang.
"Uwah, wanita yang sangat cantik" ucap lirih beberapa orang saat melihat Cinta.
"Apa dia artis baru?" tanya yang lain.
"Bidadari dari mana itu?" gumam yang lainnya.
Pandangan Cinta secara tak sadar malah tertuju pada Mama Weni dan Alexa yang melihatnya dengan tatapan penuh kebencian. Melihat itu, Cinta segera menurunkan pandangannya.
Tiba-tiba Pandu datang. Dengan langkah mantap dan berwibawa, pria itu menghampiri Cinta dengan senyum menawan dan menawarkan diri untuk menggandengnya.
"Mari tuan putri" goda Pandu sambil mengulurkan tangannya.
Dengan senyum termanisnya, Cinta menerima uluran tangan Pandu dan melingkarkan tangan ke lengan pria itu.
"Bagaimana nggak jadi pusat perhatian, kamu terlihat sangat cantik hari ini" kata Pandu lirih, sambil terus berjalan dan tersenyum pada setiap pasang mata yang masih betah menatap cantiknya Cinta.
Jangan tanya lagi bagaimana keadaan Gery. Pria itu sudah sangat emosi karena Pandu yang dirasa mendahuluinya.
Amarahnya yang tertahan membuat rahangnya tampak mengeras dan kulit wajahnya terlihat sedikit memerah.
Gery segera melanjutkan pidatonya dan rencananya setelah ini adalah menemui Cinta dan mengamankannya.
Benar saja, setelah mengakhiri pidatonya Gery segera ke tempat duduk Cinta. Hingga membuat Alexa sangat emosi.
"Awas ya kamu, Cinta. Sebentar lagi akan kuberi pelajaran" geram Alexa yang sudah menyusun rencana sejak kemarin malam.
"Tante, kenapa mas Gery malah menghampiri sekretaris itu sih?" rengekan Alexa terdengar oleh Papa Aldo.
"Memangnya kenapa, Alexa? Wajar saja jika Gery mendatanginya, karena memang Cinta itu sekertarisnya" ucap Papa Aldo, sebenarnya beliau sedikit tidak suka pada Alexa yang sangat manja.
Ucapan Papa Aldo membuat Alexa semakin cemberut, hanya Mama Weni yang menenangkannya.
Hingga saat jamuan makan siang tiba, semua tamu dipersilahkan untuk ke meja prasmanan untuk menikmati makanan yang tersaji.
Dan panggung itu kini dimiliki oleh para penyanyi yang sudah ditunjuk untuk memeriahkan acara sebelum acara amal dimulai.
"Gery, mama minta tolong sebentar, bisa?" tanya Mama Weni yang sebenarnya hanya ingin menjauhkan Gery dan Cinta.
"Sebentar aku tinggal ya, Ci" pamit Gery.
__ADS_1
Cinta hanya mengangguk pelan, rasanya tidak nyaman juga jika berlama-lama dengan Gery karena tatapan sinis Mama Weni dan Alexa yang seolah tak pernah putus darinya.
Melihat Cinta yang sendirian, segera saja Pandu datang untuk menemaninya. Kesempatan yang bagus, pikir Pandu.
"Ta, foto disana yuk. Fotonya bisa langsung jadi loh" ajak Pandu.
"Boleh mas, yuk" kata Cinta menyetujui.
Memang di beberapa sudut ruangan besar itu sengaja diberi sedikit hiasan untuk para tamu yang ingin berfoto.
"Oke, siap. Satu, dua, tiga" kata kameramen sambil membidik Cinta dan Pandu.
Tiba-tiba tiang lampu yang ada di sebelah Cinta ada yang terjatuh. Tiang besi dengan lampu yang masih menyala itu roboh.
"Awas Ta" teriak Pandu sambil mendorong Cinta hingga tersungkur, tapi hal itu malah membuat tiang itu jatuh menimpanya.
Tak hanya Pandu, rupanya kaki Cinta juga ikut menjadi korbannya. Pecahan beling dari lampu yang pecah mengenai kaki Cinta hingga membuatnya berdarah. Tiang lampu itu juga menimpa kaki Cinta setelah terpental dari bahu Pandu tepat di lututnya.
"Augh, sakit sekali" keluh Cinta, rasanya tempurung lututnya pecah.
"Kamu nggak apa-apa kan, Cinta?" tanya Pandu sambil memegangi bahunya yang juga terasa sangat sakit.
Rencana Pandu yang ingin menggendong Cinta karena kakinya yang cedera harus gagal karena bahunya yang tidak bisa diajak kompromi.
"Aargh" teriaknya tertahan saat berusaha menolong Cinta.
"Ada apa disana?" tanya Gery yang melihat keramaian di sudut ruangan.
"Sepertinya Cinta dan Pak Pandu mengalami kecelakaan kecil, pak" jawab salah satu karyawannya.
"Cinta?" tanya Gery sambil berlari ke tempat Cinta berada.
Pria itu tak memperdulikan teriakan Mama Weni dan Alexa yang memintanya untuk tak ikut campur.
Sampai di keramaian, Gery melihat betis Cinta yang berdarah cukup banyak dan tangannya yang memegangi lutut sambil mengernyit kesakitan.
Dan Pandu yang ada disampingnya pun sedang memegangi bahunya.
Tanpa pikir panjang, Gery segera mendatangi Cinta dan menggendongnya ala bridal style. Jangan lupa tatapan heboh semua orang yang keheranan.
"Cepat panggil ambulans untuk menolong Pandu" perintah Gery, beberapa orang terlihat mulai tergopoh untuk menghubungi rumah sakit.
Sedangkan dia sendiri juga sedang bingung untuk segera membawa Cinta yang kesakitan.
"Tahan sebentar ya, Ci. Kita segera ke rumah sakit" ucap Gery setengah berlari menuju parkiran.
Mengendarai mobilnya sendiri, dengan kecepatan yang cukup mengerikan Gery membawa Cinta ke rumah sakit.
Cinta sudah tak bisa berfikir jernih, karena rasa sakit di tempurung lututnya juga luka robek akibat terkena pecahan beling. Keinginannya hanya agar bisa segera sampai di rumah sakit.
.
.
.
__ADS_1
.