CLBK Dengan Bosku

CLBK Dengan Bosku
ancaman Jimmy


__ADS_3

"Jadi, bagaimana bisa bos kamu rela nungguin kamu sampai meninggalkan acara penting perusahaannya, Ta?" Fellis memulai interviewnya pada Cinta setelah Gery pulang dari rumah sakit dan membiarkan Cinta dalam pengawasan Fellis.


Heran saja dia, bagaimana bisa pria seperfeksionis Gery mau-maunya menunggui anak buahnya yang sedang sakit daripada ikut dalam acara penting di perusahaannya.


"Ehm, penting ya kamu tahu?" goda Cinta.


"Ih, kamu gitu ya sekarang sama aku. Nggak mau terus terang nih? Sudah bosan rupanya kamu berkawan denganku?" tanya Fellis berpura-pura merajuk.


"Hihihi, kamu lucu banget. Yakin nih mau dengerin cerita aku?" tanya Cinta sambil terkikik saat melihat ekspresi Fellis.


"Iya, nggak apa-apa deh begadang" ucap Fellis dengan wajah serius.


"Jadi, ternyata Fel. Pak Gery itu mantan pacar aku dulu sewaktu SMA" ucap Cinta.


"Hah? Kok bisa? Terus kamu baru nyadar atau bagaimana sih?" tanya Fellis penasaran.


"Nggak tahu nih. Kok bisa-bisanya aku nggak ngenalin dia di pertemuan pertama kita" kesal Cinta pada dirinya sendiri.


"Ya emang, kamu aneh banget. Dulu, dia nggak penting gitu ya di hati kamu sampai semudah itu kamu lupain dia?" tanya Fellis benar-benar heran, ada rupanya orang seperti Cinta.


"Berarti banget lah, Fel. Bahkan gara-gara dia, aku tuh sampai rela nggak mau di deketin sama cowok lain. Soalnya, di pertemuan terakhir kita saling janji untuk tetap setia meski tanpa kabar. Ehm, dia tuh berubah banget, Fel. Terutama secara fisik" kata Cinta sambil menerawang, mengingat perubahan fisik Gery dahulu dengan sekarang.


"Seberubah-berubahnya orang nih, Ta. Nggak mungkin lah jauh berbeda, pasti masih ada sisa kesamaan dulu dan sekarang, kecuali kalau orang itu operasi plastik. Baru beda" ucap Fellis.


"Benar juga sih kamu, Fel. Tapi sumpah, dulu dia itu kurus, dekil, nggak keurus gitu Fel. Tapi nggak tahu kenapa aku malah luluh sama dia. Nah kalau sekarang, dia itu ya gitu. Kamu tahu sendirilah, dia ganteng kan Fel" kata Cinta sambil tersenyum senang saat mengingat betapa khawatirnya wajah Gery saat dia tadi terluka.


"Ya, mungkin kalau bukan karena di oplas, ya karena uang yah, Ta. Orang bisa kelihatan lebih wah karena duit" kata Fellis jujur.


"Bentar deh, coba kamu lihat. Ini fotonya Pak Gery dulu, sewaktu SMA. Saat dekat sama aku, Fel. Beda banget kan sama Pak Gery yang sekarang?" tanya Cinta, malas juga kan kalau dianggap mata duitan.


Cinta memberitahu visual Gery saat dia masih SMA dari foto yang selalu Cinta simpan di buku hariannya.


"Hahahaha" gelak tawa Fellis menanggapi foto yang Cinta tunjukkan padanya.


"Kenapa malah ngakak sih Fel?" tanya Cinta.


"Eh, iya maaf" ujar Fellis setelah berhasil meredakan tawanya.


"Sumpah itu pak Gery, Ta?" tanya Fellis lagi.


"Iya, memangnya kamu pikir dia siapa?" Cinta balas bertanya dengan nada sengit.


"Ya emang beda sih, Ta. Dulu dia dekil banget. Heran juga aku, kenapa kamu dulu mau sama cowok kayak dia. Eh, maaf lagi deh, hehehe" kata Fellis merasa tak enak hati dengan ucapannya.


"Sebenarnya kalau diperhatikan dengan baik, dulu dia juga cakep kok Fel. Cuma agak nggak keurus saja. Sekarang bedanya dia sudah bisa merawat diri, makanya nggak cuma kamu saja kan yang pangling sama dia" kata Cinta membela diri.


Fellis hanya mengangguk, hingga entah bagaimana ceritanya, pagi hari saat dokter datang untuk memeriksa kondisi Cinta, malah menemukan ada dua gadis yang sedang tidur diatas ranjang pasien.


"Permisi, selamat pagi" ucap dokter memberi salam pada dua gadis cantik yang masih betah memejamkan matanya.

__ADS_1


Melihat pergerakan awal keduanya, dokter hanya menanggapi dengan senyuman.


"Untung saja yang menempati ranjangnya adalah para wanita yang cantik dan langsing ya. Kalau tidak, bisa roboh nanti" canda dokter setelah Fellis turun dari ranjang dengan sedikit salah tingkah.


"Ups, maaf ya dokter" ujarnya seolah menyesal dan langsung berpamitan ke kamar mandi agar dokter bisa memeriksa Cinta dengan nyaman.


Sedangkan Cinta hanya bisa tersenyum tak enak hati pada dokter dan suster yang datang.


"Bagaimana keadaan mbak Cinta pagi ini?" tanya dokter sembari melakukan pemeriksaan.


"Sudah sangat lebih baik dok. Seharusnya memang tidak perlu menginap" jawab Cinta.


"Tapi bekas jahitannya sedikit terasa perih, dok" kata Cinta.


"Tidak apa-apa mbak, itu karena efek obatnya sudah berangsur-angsur menghilang. Setelah sarapan, jangan lupa minum lagi obatnya, semoga lekas membaik ya mbak Cinta" jawab dokter.


"Iya dokter, terimakasih" ucap Cinta sambil membiarkan dokter itu melanjutkan tugasnya, bersamaan dengan Fellis yang juga sudah keluar dari kamar mandi.


"Eh Ta, aku pulang dulu ya. Pasti nanti belahan jiwa kamu datang kan? Soalnya aku mau ke kantor, mau bekerja" kata Fellis sambil menyapukan krim di wajahnya.


"Iya, nih dia sudah ngirim pesan ke aku kok Fel. Nanti agak siang dia datangnya sekalian jemput aku untuk pulang" kata Cinta sambil memperlihatkan layar ponselnya pada Fellis.


"Oh, bagus deh kalau sudah boleh pulang. Aku berangkat dulu ya Ta. Kamu hati-hati, sampai ketemu dirumah nanti ya" kata Fellis berpamitan, lalu segera keluar untuk pergi bekerja.


Dan semua itu sudah terlihat oleh seseorang yang dengan sengaja sudah mengintai kamar Cinta sejak tadi.


"Selamat pagi Cintaku sayang" ucap pria yang tiba-tiba memasuki kamar Cinta, dan mendapati Cinta sedang sibuk dengan ponselnya.


"Pak Jimmy? Ngapain bapak masuk kesini?" tanya Cinta sedikit khawatir, karena dia sedang sendirian sekarang.


Pria itu hanya menyeringai sambil terus melangkah maju. Dan berhenti tepat di dekat Cinta yang sedang duduk diatas ranjangnya.


"Tenang sayang, diamlah. Dan jangan berteriak ya, karena ini rumah sakit, Sttt" ujar Jimmy yang raut wajahnya sama persis seperti saat pria itu sangat menginginkan Cinta di sore naas waktu itu.


"Bapak jangan macam-macam ya, saya masih punya kaki lainnya untuk melawan bapak" ancam Cinta dengan wajah sedikit panik.


"Hahaha, sudahlah Cintaku sayang. Lagian sedang tidak ada orang, bagaimana kalau kamu diam dan pasrah saja dengan keadaan. Mungkin kita memang ditakdirkan untuk bersama" kata Jimmy sambil terus mendekat pada Cinta, hingga separuh pan tatnya sudah mendarat diatas ranjang.


"Bapak jangan macam-macam ya, ini rumah sakit" ucap Cinta agak takut, dia sampai melipir ke tepian ranjang.


"Hahaha, tenang saja sayang. Lebih baik kamu diam daripada saya suruh anak buah saya masuk dan memegangi kamu" kata Jimmy dengan senyum mesumnya sepagi ini.


Cinta sedikit khawatir, apalagi Gery bilang bahwa dia sedang sedikit sibuk dan bisa ke rumah sakit agak siang setelah meeting dengan seorang kliennya.


Sekarang dia tahu apa arti kata 'terjepit' oleh keadaan. Cinta sedang tidak bisa melawan, dan serigala di depannya ini sedang berusaha 'memakannya'.


Dalam hati Cinta berdoa semoga masih ada sisa keajaiban untuk selamat dari pria hidung belang ini.


"Selamat pagi" tiba-tiba ada orang yang masuk ke dalam kamar Cinta.

__ADS_1


"Selamat pagi, suster" jawab Cinta dengan sangat lega, sambil sedikit mendorong pria serigala yang sedang duduk diatas ranjang itu.


Dua orang suster yang datang memandangi Jimmy dengan sedikit heran. Hanya saja mereka tidak berani menegurnya, privasi pasiennya.


"Mbak Cinta sarapan dulu ya, jangan lupa minum obatnya" kata salah satu suster sambil meletakkan senampan makanan dan dua gelas minuman yang berbeda.


"Ehm, sus. Bisa minta tolong? Kaki saya sedikit sakit, tolong suster periksa sebentar ya" kata Cinta mencari alasan.


Suster hanya menurut, mendekat dan memeriksa keadaan Cinta.


"Tolong usir orang ini, sus" bisik Cinta sambil mengisyaratkan tanda bahaya pada suster.


Suster yang mengerti masih berpura-pura memeriksa Cinta sambil mengumpulkan keberaniannya.


"Ehm, tolong bapak keluar dulu ya pak. Sepertinya kaki pasien mengalami sedikit masalah, dan saya akan menghubungi dokter untuk memeriksa keadaan pasien" kata suster.


Jimmy menghela nafasnya kesal, padahal sedikit lagi keinginannya bisa terlaksana. Malah gagal lagi.


"Baiklah, tapi ingat ya Cintaku. Waktu untuk kamu membayar dendanya sudah dekat, kalau kamu merasa keberatan, maka kita bisa meneruskan kegiatan kita yang tertunda dan kamu bisa langsung terbebas dari semua tuntutan. Hahaha" kata Jimmy yang kesal.


"Saya tidak main-main ya, cantik. Dalam waktu dekat, kalau sampai kamu tidak membayar denda itu maka saya akan melaporkan kamu ke pihak berwajib agar kamu menebus semuanya di tahanan" ancam Jimmy yang cukup kesal, pria itupun pergi meski tak mendapat respon apapun dari Cinta.


"Terimakasih suster" ucap Cinta setelah Jimmy pergi, tapi wajahnya jadi berubah kali ini. Ucapan Jimmy membuat Cinta jadi kepikiran. Gadis itu takut jika Jimmy serius dengan ucapannya.


Dia terlalu lemah untuk melawan Jimmy yang kaya dan pasti bisa mewujudkan ucapannya dengan menggunakan uang.


Cinta yang bingung hanya bisa diam sambil berfikir, dan melakukan aktifitasnya dalam diam. Dan memutuskan untuk tidur saja setelah meminum obatnya.


Hingga siang hari saat Gery datang, Cinta masih berpura-pura tidur demi menyembunyikan perasaannya yang sedang bingung.


"Aku bawain kamu makan siang loh, sayang. Kamu makan ya, terus minum obat biar bisa cepat sehat. Aku kangen sama kamu, suasana kantor jadi sepi kalau kamu libur" kata Gery sambil menggenggam tangan Cinta.


Entah harus bagaimana, Cinta masih sedikit bingung dengan semua ini. Keputusannya untuk memberi kesempatan pada Gery nyatanya masih membuatnya merasa sedikit tak nyaman, apalagi dengan masalah Jimmy.


"Kamu kenapa diam saja sih? Ada masalah?" tanya Gery yang melihat perubahan sikap Cinta yang diam saja sejak tadi.


" Nggak apa-apa kok, pak" jawab Cinta masih irit bicara.


Gery membiarkan perubahan sikap Cinta, meski merasa sedikit aneh. Tapi dia memberi waktu pada Cinta untuk sendiri.


"Yasudah, aku ngecek email dulu ya" kata Gery sambil mengelus rambut Cinta, lalu duduk di sofa dan mulai berkutat dengan pekerjaannya dengan headset bluetooth yang terpasang di telinga.


Diam-diam, rupanya Gery sedang mendengarkan rekaman dari alat penyadap yang dipasangnya di kamar ini. Apa ada sesuatu yang terjadi sejak semalam hingga membuat sikap Cinta menjadi berubah?


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2