Cowok Tercantik

Cowok Tercantik
Episode 11


__ADS_3

Orang orang bergumam tentang Jeong Jaehyun, sosok yang sangat jarang mereka temui, Jaehyun adalah seorang pelukis terkenal, selama ini dia tinggal di luar negeri dan sering berpindah pindah. Sambil menikmati hidangan yang lezat, para tamu menikmati lagu yang dimainkan Beomgyu, dia cukup mahir menggunakan piano. Hampir semua mata memandang Beomgyu yang tampak bersinar di atas panggung bak pangeran, Taeyong sangat bangga melihatnya, Junho tak bisa mengalihkan pandangannya dari Beomgyu.


"Putramu sangat pandai bermain piano," ujar Junseok


"Iya dia juga bisa bermain gitar dan drum, hobinya sejak kecil memang bermain musik." jawab Taeyong tersenyum


Junho yang mendengar itu tertawa kecil sambil bergumam, "Little boy,"


Jaehyun yang mendengar kata keponakannya itu jadi tersenyum sambil melihat Taeyong.


"Mereka sangat cantik,," kata Jaehyun sambil melihat Taeyong yang tersenyum memandang anaknya.


Junho menatap heran pamannya itu, dan mereka berkomunikasi lewat tatapan mata dan sesekali mengangguk.


Taeyong sangat terkejut dengan kedatangan Jaehyun mantan kekasihnya dulu ketika SMA. Dia berusaha tenang dan mengendalikan dirinya, tiba tiba Jaehyun duduk di sebelahnya.


"Selamat..." kata Jaehyun mengangkat segelas wiski di tangannya


"Ohh... terimakasih," jawab Taeyong agak panik lalu bersulang dengan Jaehyun


"Bagaimana kabarmu?"


"Baik, kau sendiri bagaimana?"


"Aku baik, apa dia anakmu?" tanya Jaehyun memandang Beomgyu


"Iya..."


"Dia terlihat sama sepertimu, kalian berdua kelihatan cantik," kata Jaehyun


"Apa yang kau katakan," ujar Taeyong sedikit salah tingkah

__ADS_1


"Sepertinya kau hidup bahagia dengan istrimu," gumam Jaehyun


"Jaehyun berhenti." kata Taeyong tegas


"Kenapa?"


"Jangan bahas apapun mengenainya,"


"Apa yang salah,"


"Aku tidak ingin ada yang mendengar hal ini terutama Beomgyu."


"Beomgyu? Nama anakmu?.."


"Ayo kita mengobrol lain kali.." kata Taeyeong beranjak dari kursinya.


Jaehyun tiba tiba memegang tangan Taeyong lalu Taeyong segera menghempaskannya. Orang orang memandang ke arah mereka dengan kebingungan.


Taeyong langsung menyalakan air begitu sampai di toilet, dia menyandarkan tangannya di washtafel dan memandang bayangannya di cermin.


"Tak apa apa Taeyong, semuanya sudah berakhir..." gumam Taeyong


"Apa," tanya Jaehyun tiba tiba muncul


"Jaehyun..." gumam Taeyong tak jelas


"Apa yang sudah berakhir?"


"Kenapa kau terus mengikutiku, tinggalkan aku sendiri atau aku yang pergi,!"


"Ini toilet, apa aku tidak boleh datang ke sini?"

__ADS_1


"Baiklah, jadi kau tidak mau pergi,, kalau begitu aku yang akan pergi!" kata Taeyong lalu berjalan menuju pintu.


Jaehyun tiba tiba menarik tangannya dan langsung memeluknya dari belakang, hal itu menghentikan langkah kaki Taeyong. Sesaat kemudian dia berusaha melepaskan diri dari Jaehyun.


"Lepaskan aku," kata Taeyong


"Tidak, aku tidak akan melepaskanmu.. Kita sudah tidak bertemu belasan tahun, apa kau setidaknya tidak ingin tau bagaimana kabarku?" ujar Jaehyun


"Aku..."


"Aku sangat merindukanmu Taeyong...


Sungguh aku sangat merindukanmu, apa kau tak pernah merindukanku?"


Taeyong berusaha melepaskan dirinya dari Jaehyun dan berhasil.


"Kenapa kau baru kembali sekarang? Kalau kau merindukan ku seharusnya kau kembali sejak dulu! Kau tak tau betapa aku terluka dengan kepergianmu,, hampir 19 tahun, kau pergi dan tanpa pernah memberiku kabar satu kalipun dan sekarang kau kembali mengatakan kau sangat merindukanku? Bagaimana aku bisa percaya ini..."


"Aku tak bohong, aku sungguh merindukanmu!"


"Kau harap aku percaya itu?," kata Taeyong lalu pergi.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2