
Perlahan lahan keadaan membaik, Junseok sudah kembali normal, hubungan Jaehyun dan Taeyong juga semakin serius dan mereka memilih untuk tetap bersama meskipun tanpa status pernikahan, kini Jaehyun tinggal bersama Taeyong di rumahnya. Heesung juga berteman baik dengan teman teman Beomgyu. Sementara hubungan Heesung dan Beomgyu semakin manis setiap harinya.
"Jangan sekarang Heesung, ada ayahku di kamarnya.." kata Beomgyu berusaha menolak Heesung
"Kamar ayahmu jauh dari sini, dan dia tidak akan satang ke sini.." kata Heesung lanjut melepas kancing baju Beomgyu satu per satu
"Tapi,, setidaknya kunci dulu pintunya Heesung." kata Beomgyu memandang khawatir ke arah pintu
Beomgyu bahkan belum menyelesaikan ucapannya dan ayahnya benar benarĀ membuka pintu, Taeyong terkejut melihat Heesung memangku Beomgyu sambil melepas kancing baju Beomgyu. Dia ternganga di ambang pintu kemudian menutup pintunya lagi.
"Ayah.." ujar Beomgyu yang sangat terkejut
"Ayahmu melihat kita," kata Heesung
"Sudah kubilang untuk mengunci pintunya dulu tadi," jawab Beomgyu
"Datanglah ke ruang kerja ayah sekarang," kata Taeyong dari balik pintu.
"Sekarang bagaimana? Ayah pasti akan menghabisi ku," kata Beomgyu
"Kenapa begitu? Ku pikir ayahmu akan baik baik saja, dia dan pamanku juga berkencan kan," kata Heesung
"Andai saja begitu,,"
"Aku ikut bersamamu,"
"Jangan, aku tidak mau kau terkena masalah juga, biar aku saja.. Aku tau cara menghadapi ayahku."
"Setidaknya biarkan aku menunggu di luar."
Beomgyu mengangguk lalu memasang kemabli kancing bajunya. Mereka pun berjalan menuju ruang kerja Taeyong, Beomgyu merasa sangat tegang dan Heeung memegang tangannya sampai di sana. Beomgyu masuk sendirian ke ruang kerja taeyong, Heesung menunggu di luar dengan cemas.
"Ayah,," kata Beomgyu
"Kemarilah," kata Taeyong terdengar dingin
"Yang ayah lihat tadi," ujar Beomgyu ragu ragu
"Ada yang mau kau sampaikan pada ayah?" tanya Taeyong
Beomgyu mengangguk, "Aku dan Heesung, kami berpacaran ayah..." kata Beomgyu
"Kau sungguh menyukainya?" tanya Taeyong
__ADS_1
"Aku benar benar menyukainya, bahkan setiap harinya terus bertambah ayah.." jawab Beomgyu
"Tapi dia lebih muda darimu, ong cemas dia bisa menjagamu?" tanya Taeyong cemas
"Ayah juga mengenal Heesung kan, sebelum ayah tau dia adalah Heesung, ayah selalu memintanya menjagaku. Dia tetaplah orang yang sama ayah."
"Beomgyu, kau tau ayah memang menyukai pria, tapi bukan berarti ayah akan membiarkanmu sama seperti ayah,"
"Maksud ayah?"
"Ayah ingin kau mengakhiri hubunganmu dengan Heesung,"
"Kenapa ayah?" tanya Beomgyu heran
"Kau tau apa yang harus ayah hadapi dengan menjadi seorang gay? Ayah tidak mau kau mengalami hal serupa seperti yang ayah alami." kata Taeyong
"Tapi ayah,"
"Kau akan dibicarakan oleh masyarakat, di asingkan dari dunia ini yang meolak keberadaan orang orang seperti kita."
"Masa bodolah dengan pendapat orang lain, aku hanya perlu pendapat dari satu orang saja yaitu ayah, jika ayah memandangku jijik seperti orang lain memandangku maka aku tidak ada artinya lagi." kata Beomgyu
"Tidak, ayah tidak pernah memandangmu seperti itu, ayah hanya khawatir kau tenggelam dengan pendapat orang lain, ayah tidak pernah menganggapmu menjijikan, bagainana bisa ayah berpikir seperti itu, kau adalh permata ayah yang paling berharga, jika memang itu jalan yang kau inginkan dan pikiranmu sudah bulat, ayah tidak akan melarangnya. Kau bisa lakukan apapun yang kau mau. Ayah selalu mendukungmu." kata Taeyong
Taeyong balas memeluk Beomgyu. "Ayah juga tidak akan meninggalkanmu, ayah juga akan melawan dunia bersamamu."
"Aku mencintaimu ayah," kata Beomgyu sambil meneteskan air matanya.
Taeyong juga menangis menyadari anaknya sudah bukan anak kecil lahi, dan kini kasih sayangnya sudah terbagi. Sedih dan senang di saat bersmaan membuat jantungnya berdetak dengan cepat.
"Jaga dirimu baik baik, jangan membuat ayah khawatir." kata Taeyong
"Tidak akan ayah," jawab Beomgyu tersenyum
Beomgyu keluar menghampiri Heesung, dia pun tersenyum sambil menangis berjalan ke pelukan Heesung.Heesung mengusap lembut kepala belakang Beomgyu.
"Bagaimana?" tanya Heesung cemas
Beomgyu mengangguk tersenyum, mata Heesung membesar dan bibirnya tersneyum lebar, diapun memeluk dan mengangkat Beomgyu lalu berputar beberapa kali saking senangnya.
"Paman mengijinkan kita bersama? Aku masih tidak percaya ini..." kata Heesung.
"Paman titipkan Beomgyu padamu Heesung." kata Taeyong tersenyum lega.
__ADS_1
"Baik paman, au akan menjaga Beomgyu sebaik mungkin." jawab Heesung
"Jaga dia naik baik," kata Taeyong
"Tentu, apa beomgyu bisa tinggal bersamaku?" tanya Heesung
"Apa? Tentu saja tidak, kalian masih SMA." jawab taeyong
"Ohh baiklah," jawab Heesung
"Tadi dia bisa menginap sekali dua kali," jawab Taeyong menambahi
"Terimakasih paman," jawab Heesung senang
"Heesung dan Beomgyu menghabiskan akhir pekannya di sebuah taman, mereka berdua tiduran di atas rumput di bawah pohon akasia besar, memandang langit dari balik dedauan, sinar matahari menembus dari celah celah pepohonan. Angin bertiup sejuk ke arag timur. Hari yang sempurna untuk berkencan di taman.
"Aku ingin kita tetap bersama seperti ini setiap harinya," kata Beomgyu
"Kita akan menua bersama," jawab Heesung.
"Melewati setiap saat dengan bahagia,"
"Aku tidak akan menyesal jika dunia berakhir hari ini, karena aku memilikimu," kata Heesung
Beomgyu memegang lembut wajah Heesung kemudian mendekatkan wajahnya
"Aku mencintaimu.." kata Heesung
"Aku juga mencintaimu..." jawab Beomgyu
Kali ini Beomgyu yang mengawali ciuman itu, di bawah pohon akasia pada musim semi merka berciuman dengan lembut di atas padang rumput di sebuah taman. Akhir yang bahagia untuk mereka berdua.
.
.
.
.
.
TAMAT
__ADS_1