Cowok Tercantik

Cowok Tercantik
Episode 14


__ADS_3

Jaehyun sedikit terkejeut melihat Beomgyu disana.


"Kau..." ujar Jaehyun agak ragu.


"Annyeonghasseo, saya Beomgyu." kata Beomgyu lalu membungkuk.


"Silakan masuk,"


"Kenapa kau bisa kesini?" tanya Jaehyun


"Paman, silakan duduk," kata Junho yang baru keluar dari kamarnya.


"Aku akan membereskan koperku dulu," kata Boemgyu lalu berjalan ke kamarnya.


"Baiklah aku akan membuat makan malam dulu," jawab Junho


"Apa ini? Kalian tinggal bersama?" tanya Jaehyun


"Tidak, dia baru saja selesai ujian jadi dia ingin menginap disini beberapa hari karena ingin refreshing," jawab Junho seraya pergi ke dapur.


"Ohh... tapi ku rasa kau berbohong,"


"Jadi kenapa kau datang kesini?" tanya Junho sambil mengiris bawang.


"Aku bosan dirumah, aku juga tidak tau mau kemana jadi ponakan bungsuku adalah satu satunya tujuan terakhirku," kata Jaehyun sambil menggosok kepala Junho.


Untuk sesaat Junho berhenti mengiris bawang, dan dia tampak sedih saat mendengar ucapan pamannya itu. kemudian Beomgyu keluar dari kamarnya sambil memanggil Junho.


"Hyeong! Ayah menelepon dia ingin bicara denganmu."


Junho mengambil hp itu kemudian segera menjawabnya.

__ADS_1


"Ya saya Junho." kata Junho sembari berjalan ke kamarnya.


"Junho?" tanya Jaehyun bingung.


Beomgyu sedikit melirik Jaehyun karena bingung mengapa Jaehyun tampak bingung.


Sesaat kemudian Junho keluar dan menghampiri keduanya.


"Kenapa? Ayah bilang apa?" tanya Beomgyu


"Dia berkata, aku bisa mengusirmu jika kau merepotkanku," kata Junho sambil tertawa.


"Benarkah? Ayah memang benar benar tidak mempercayaiku. Bahkan sekarang dia lebih mempercayaimu daripada aku putra kandungnya sendiri." ujar Beomgyu sambil tertawa


"Heeseung." kata Jaehyun.


Beomgyu sedikit bingung dan Junho kaget, dia membeku selama beberapa saat.


"Kau tidak tau siapa Heeseung?" tanya Jaehyun


"Tidak, aku belum pernah mendengar nama itu," jawab Beomgyu


"Lalu dia siapa?" tanya Jaehyun menatap Junho.


"Apa maksud anda, bukankah dia keponakan anda Junho." kata Beomgyu


Jaehyun tertawa kecil, " Dia memang keponakanku, tapi bukan Junho."


"Apa..?" tanya Beomgyu terkejut


"Dia adalah Heeseung, keponakan bungsuku, kakaknya adalah  Junho."

__ADS_1


"Aku tidak mengerti, apa yang terjadi." kata Beomgyu tertawa kecil dalam kebingungan.


"Hanya dia yang bisa menjelaskannya sekarang." kata Jaehyun menatap Junho yang sedari tadi mematung seolah olah nyawanya telah pergi.


"Bisakah kau jelaskan pada kami?" tanya Beomgyu


"Aku... Aku adalah Jeong Heesung." kata Junho menjelaskan bahwa nama aslinya adalah Heeseung bukan Junho.


"Lalu kenapa kau hidup dengan nama kakakmu?" tanya Jaehyun.


"Aku bukan sengaja ingin melakukannya, aku terpaksa menjadi Junho hyeong demi ayah.." jawab Heesung matanya berkaca kaca.


"Apa yang terjadi" tanya Jaehyun


"Junho hyeong sudah meninggal, dan ayah..." ujar Heesung


"Kenapa?" tanya Jaehyun pelan


"Dia depresi, dia tidak bisa menerima kenyataan bahwa Junho hyeong sudah meninggal. Baginya aku adalah Junho dan Heesung sudah tiada." ujar Heesung air matanya mengalir.


Beomgyu memegang tangan Heesung sambil menatap matanya seolah olah meminta Heesung menguatkan dirinya. Air matanya tak bisa berhenti dan Beomgyu pun memeluk Heesung. Beomgyu menyembunyikan tangisnya. Jaehyun sangat terkejut dan bingung mendengar hal itu. Dia baru tau Heesung menjalani hidupnya seperti itu.


Banyak hal dia lewatkan selama dia pergi, dia tidak tau apapun tentang kehidupan kakaknya dan keponakannya. Begitupun mengenai Taeyong dan putranya. Dia menyesali perbuatan bodohnya menjauhkan diri ke tempat asing dan mengabaikan semua masalah yang terjadi pada keluarganya.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2