
Beomgyu terus mencoba menghubungi Heesung namun tidak di jawab, saat itu dia menyadari bagaimana rasanya di abaikan. Dia pun pergi ke rumah Heesung namun berkali kali dia membunyikan bel tak ada yang menjawab. Dia pun menunggu Heesung dan duduk di depan pintu. Entah sudah berapa lama dia tertidur di sana, saat terbangun dia sudah ada di kamar Heesung.
"Heesung," kata Beomgyu begitu membuka matanya.
Heesung sedang menyiapkan sarapan sebelum berangkat sekolah. Kemudian dia membawa semangkuk bubur dan segelas air untuk Beomgyu.
"Makanlah lalu minum obat," kata Heesung masih bersikap dingin
"Kenapa?" tanya Beomgyu lalu menyentuh dahinya yang sudah di tempel kompres demam
"Kau bahkan tidak sadar bahwa kau demam, kenapa kau sangat ceroboh?" ujar Heesung terdengar kesal dan khawatir
"Aku sudah lebih baik," jawab Beomgyu
"Hari ini istirahatlah, tidak perlu ke sekolah." kata Heesung
"Aku bisa sekolah, sungguh." kata Beomgyu
"Jika tidak mau disini kau bisa istirahat di rumahmu tapi jangan ke sekolah." kata Heesung lalu pergi ke sekolah.
Beomgyu pun tetap disana, dia tidak mau berdebat dengan Heesung lagi, da khawatir keadaan akan bertambah buruk.
Heesung mendapat pandangan buruk dari teman teman Beomgyu karena sikapnya kemarin, namun para siswa perempuan tak berhenti mengaguminya. Meskipun banyak orang tampan di kelas itu namun Heesung adalah visual fresh yang sedang mencuri perhatian.
"Aku benar benar benci dengan tingkahnya!" kata Yeonjun memandang Heesung dengan kesal
__ADS_1
"Abaikan saja, dia juga teman Beomgyu." kata Soobin
"Entah bagaimana Beomgyu bisa mengenalnya, tapi aku juga tidak menyukainya." kata Taehyun
"Aku merasa dia akan merebut Beomgyu hyeong." kata Hueningkai
"Apa yang kalian bicarakan, berhentilah berpikir negatif." kata Soobin yang sebenarnya juga merasakan hal yang sama dengan teman temannya.
Para gadis gadis berkerumun mengelilingi Heesung sambil membawakannya banyak hadiah dan makanan. Heesung yang mulai risih pun mulai membuka multnya.
"Berhentilah mendekatiku, jangan bawakan apapun karena aku tidak akan menerimannya." kata Heesung tegas.
"Kau keren sekali, benarbenar tipe idealku." kata salah satu siswi
"Jangan mengagumiku, aku adalh pria yang jahat!" kata Heesung
"Aku juga," kata yang lainnya bersahutan
Heesung semakin heran dengan kelakuan aneh siswi siswi itu, dia pun pergi meninggalkan kelas meuju ke belakang sekolah. Dia pun mengeluarkan sebatang rokok dari sakunya dan menyalakan pematik, sambil memandang ke langit dia pun mengisap sebatang rokok itu.
"Kau sudah pulang?" tanya Beomgyu begitu Heesung datang
"Kenapa kau masih disini?" tanya Heesung seraya menaruh tas
"Menunggumu tentunya,"
__ADS_1
"Kau bisa kembali."
"Aku akan tetap disni sampai kau memaafkanku,"
"Pergilah,"
"Aku akan diam seolah olah aku tidak disini, jadi biarkan aku tinggal ya," kata Beomgyu dengan wajah memelasnya'
"Lakukan sesukamu," jawab Heesung
Setelah mandi, Heesung melihat Beomgyu memasak untuknya, meskipun tidak enak dia menghabiskan nasi goreng kimchi buatan Beomgyu lalu bermain game. Beomgyu hanya bisa menonton sambil menggumamkan saran sarannya. Sesaat kemudian dia tertidur, Heesung hendak menggendongnya ke ranjang namun Beomgyu terbangun.
"Heesung, kau sudah memaafkanku?" tanya Beomgyu yang masih mengantuk
"Tidurlah di kamar," kata Heesung
"Berhentilah marah, aku benar benar merindukanmu..." kata Beomgyu sedih
Heesung memandang Beomgyu,air matanya mengalir kesamping karena posisinya tidur miring. Heesung mengusap air matanya, kemudian Beomgyu merah leher baju Heesung dan menciumnnya lebih dulu.
.
.
.
__ADS_1
.
.