Cowok Tercantik

Cowok Tercantik
Episode 9


__ADS_3

Beomgyu menelepon ayahnya untuk ijin menginap di apartemen Junho, sedangkan Junho duduk di depan meja belajarnya sambil bermain gitar. Setelah selesai menelepon Beomgyu berdiri di sebelah Junho, dia kelihatan terkesan dengan permainan gitar Junho.


"Wahhh keren sekali hyeong! Aku juga ingin belajar, ajari aku!" kata Beomgyu bersemangat


"Tidak," jawab Junho


Beomgyu mengguncang guncang tangan Junho dan terus memohon, akhirnya Junho mengajarinya. Setelah mencoba beberapa chord Beomgyu pun mencoba genjrengan, baru beberapa genjrengan senar satunya putus hingga melukai pipi Beomgyu.


"Ah!" teriak Beomgyu kaget dan kesakitan


Kemudian Beomgyu mengusap darah di pipinya, Junho kaget melihat darah di jari Beomgyu, dia memegangi tangan Beomgyu lalu mencium pipi Beomgyu yang terluka.


Beomgyu sangat terkejut, sesaat rasanya jantungnya berhenti berdetak lalu sesaat. Wajahnya memerah dan terasa panas, tubuhnya membeku saking kagetnya.


"Hyeong," kata Beomgyu


Junho pun berhenti dan menatap Beomgyu, di bibirnya terdapat darah,Beomgyu kemudian mengusap bibir Junho dengan lembut.


"Apa yang hyeong lakukan?" tanya Beomgyu pelan


Junho menghindari tatapan Beomgyu lalu mencari plester. Setelah membersihkan darah di pipi Beomgyu dia pun menepelkan plester di lukanya.


"Apa hyeong vampir?" tanya Beomgyu

__ADS_1


"Apa!" tanya Junho sangat heran


Beomgyu pun tertawa, " Hanya bercanda... Aneh saja aku pikir hyeong minum darahku tadi,"


"Berhentilah bercanda" kata Junho lalu memperbaiki senar gitar. Setelah memperbaiki senar gitar itu, Junho membentuk senar gitar yang putus menjadi lingkaran. Setelah selesai bentuknya jadi seperti cincin, kemudian dia memegang tangan Beomgyu dan memakaikan cincin itu di jari manis tangan kirinya.


"Ini..." gumam Beomgyu


Kemudian Beomgyu mencari sisa senar yang tadi putus, dia juga membuat cincin lalu memakaikannya di jari manis tangan kiri Junho.


"Lihat, kita memakai cincin couple!" kata Beomgyu ceria.


Junho tak bisa mengalihkan pandangannya dari Beomgyu dia pun mengangkat Beomgyu duduk di mejanya, Junho menyadarkan telapak tangannya ke tembok lalu memandang mata Beomgyu yang tampak gugup.


"Kenapa? Bukankah kau menginginkan ini?" kata Junho semakin mendekat


Beomgyu pikir Junho akan menciumnya sehingga tanpa sadar dia mulai memejamkan matanya perlahan lahan, beberapa saat kemudian dia membuka mata, Junho sudah tak lagi di depannya, dia beralih memandang ke ranjang dan Junho sudah menarik selimut bersiap tidur.


"Kenapa kau masih di sana? tidurlah sudah malam,,!" kata Junho


Beomgyu menghampiri Junho ke ranjang lalu dia duduk diatas Junho dan mendekatkan wajahya, sekarang giliran Junho yang berdebar debar. Dia melihat mata dan bibir Beomgyu bergantian dan bersiap menciumnya sampai akhirnya Beomgyu memalingkan wajahnya.


"Aku juga bisa bercanda hyeong," kata Beomgyu

__ADS_1


Junho merentangkan Beomgyu dan dia berada diatasnya.


"Jangan bercanda lagi. Kau duluan yang menggod4 ku jadi jangan salahkan aku nanti." kata Junho lalu mencium Beomgyu.


"Hmmhhh." suara Beomgyu begitu bibir Junho menyentuh bibirnya.


"Hyeong,,," ujar Beomgyu lalu menyentuh wajah Junho


Junho kembali menciumnya, suasana malam yang sunyi membuat setiap gesekan kecil terdengar jelas, suara nafas mereka dan suara kecupan bibir keduanya terdengar jelas, Junho tidak bisa berhenti mencium bibir Beomgyu yang lembut seperti bibir bayi. Beomgyu memberikan sentuhan di leher dan wajah Junho hingga Junho semakin bergairah dan menaikan baju Beomgyu. Junho menyentuh tubuh Beomgyu dengan kembut sambil menciumnya, saat Beomgyu kelelahan dengan ciuman itu Junho berpaling mencium lehernya sembari mengelus tubuhnya.


"Hahhh hhhh..."


Ciuman panas itu berlasung selama sesaat, Junho hampir tidak bisa berhenti namun dia memikirkan Beomgyu, mereka belum berpacaran jadi tidak baik jika mereka lanjut lebih jauh lagi. Keduanya tertidur setelah ciuman panas itu. Junho memeluk Beomgyu dari belakang selama semalaman.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2