
"Aku tidak tau kau mahir bermain piano," kata Junho
"Aku sangat berbakat, lain kali hyeong akan mengetahuinya satu persatu,"
"Rupanya Beomgyu sangat berbakat ya.." kata Junseok
"Hanya bercanda paman," jawab Beomgyu sambil tertawa.
"Kenapa ayah lama selali ke toilet," tanya Beomgyu ketika ayahnya kembali dari toilet.
"Perut ayah tidak enak, apa sebaiknya kita kembali sekarang?" tanya Taeyong
"Ohh ayo ayah," jawab Beomgyu
"Iya sebaiknya kalian kembali sekarang, semoga lekas sembuh," kata Junseok
"Terimakasih hyeongnim," kata Taeyong
"Sampai jumpa lain kali," kata Beomgyu
Junho dan ayahnya tersenyum dan mengangguk kemudian Beomgyu dan Taeyong pergi.
Jaehyun kembali dari toilet dan berpapasan dengan Taeyong dan Beomgyu, Jaehyun hendak bertanya tapi sepertinya Taeyong tak akan menjawab,Beomgyu memandang Jaehyun karena dia menatap ayahnya terus.
Sampai di depan, dua orang pelayan membukakan pintu mobil untuk mereka, Beomgyu masuk dari kanan dan ayahnya dari kiri. Setelah itu pintu mobil pun di tutup dan supirnya pun mulai perlahan menancap gas.
"Ayah, apa ayah dan pamannya Junho hyeong saling mengenal?" tanya Beomgyu
"Dia teman sekolah ayah dulu, kenapa?
"Dia terus menatap ayah, kurasa ada yang aneh dengannya."
"Begitukah?"
"Iya,"
__ADS_1
"Mungkin dia ingin menyapa ayah,"
"Ohhh..." gumam Beomgyu ragu.
Junho dan Jaehyun sampai di apartemen, mereka langsung membuka jasnya begitu masuk.
"Kenapa paman membawaku ke acara seperti itu, sangat membosankan,!" kata Junho.
"Membosankan? Tapi tadi paman mengira kau menikmatinya, terutama saat permainan piano," kata Jaehyun menggoda Junho
"Apa yang paman bicarakan,"
"Paman dengar seseorang mengatakan, Little boy, "
"Apa, tidak..." ujar Junho malu,
"Lalu paman bilang ingin menemui seseorang, bagaimana? Apa paman berhasil menemukannya,"
"Iya tapi sepertinya dia tidak ingin melihat paman,"
"Paman melakukan kesalahan yang sangat besar, sesuatu yang sulit di maafkan,"
"Asalkan paman meminta maaf, suatu hari dia pasti akan memaafkan paman kembali,"
"Siapa yang mengajarimu bicara bijak seperti itu, hah.. Lalu kenapa kau tinggal sendiri di sini, kenapa kau tidak ikut ayah atau ibumu,"
"Aku muak dan lelah, aku ingin menenangkan diri disini."
Jaehyun mengangguk, kemudian bel berbunyi, Junho membuka pintu untuk melihat siapa yang datang. Jaehyun langsung terkejut melihat kakaknya berdiri di depan pintu.
"Hyeong, kau di sini," ujar Jaehyun agak takut.
"Kau ini!!" kata Junseok lalu masuk ke dalam.
"Hyeong ada apa kau kemari, bukannya kau harus berada di lokasi acara sampai selesai,," kata Jaehyun.
__ADS_1
"Acaranya sudah berakhir, lalu kau! Kau sendiri sedang apa di sini, bukannya mengabariku kau akan datang, kau malah langsung muncul di hadapanku," kata Junseok.
"Aku ingin memberikanmu kejutan, kau pasti merasa terkejut kan!" kata Jaehyun.
"Sekarang pulang bersamaku," kata Junseok lalu memandang anaknya,
"Junho kau juga pulanglah kalau ada waktu, kita makan malam bersama,"
Junho menganggguk lalu pamannya melambaikan tangan dan oergi bersama ayahnya. Sampai di rumah, Junseok dan Jaehyun duduk dan minum bersama di bar.
"Jadi bagaimana kabarmu?" tanya Junseok.
"Seperti yang kau lihat, aku baik baik saja.." jawab Jaehyun.
"Lalu kenapa kau kembali, apakah terjadi sesuatu? Saat terakhir kali aku menemuimu kau masih bersikeras tak akan pernah kembali,"
"Sesuatu memang terjadi," jawab Jaehyun wajahnya tampak sedih.
"Apa yang terjadi,"
"Lee Jaejeong datang menemuiku, di Malta." kata Jaehyun serius
"Ayah Taeyong? Dia datang menemuimu? Apa yang dia katakan,,"
"Dia mengatakan banyak hal, hal yang tak mau ku dengar dari Taeyong saat itu, ternyata selama ini aku salah," ujar Jaehyun meneteskan air mata.
.
.
.
.
.
__ADS_1