Cowok Tercantik

Cowok Tercantik
Episode 15


__ADS_3

Real identity    :



Jeong Heesung, 17 tahun.


"Lebih dari setahun aku hidup sebagai kakak, wajah kami terlihat sama hingga tidak seorangpun dari temannya curiga bahwa aku adalah Heesung." kata Heesung


"Jadi kau benar benar hidup sebagai Junho? Maksudku kau pergi ke kampus menggantikannya dan menjadi mahasiswa,?" tanya Jaehyun


Heesung menggangguk pelan.


"Bagaimana mungkin, kau hanya 17 tahun, bagaimana kau bisa belajar di universitas. Kau seharusnya masih SMA dibangku kelas 11." kata Jaehyun


"Nyatanya sekarang aku sudah wisuda, dan lulus dengan nilai terbaik di jurusan." kata Heesung.


"Aku tau kakakmu jenius, tapi aku baru tau kau bahkan lebih jenius," kata Jaehyun


"Jadi, kau baru berumur 17 tahun?" tanya Beomgyu


"Oktober ini aku 18 tahun," jawab Heesung


"Tetap saja, ternyata kau lebih muda dariku." kata Beomgyu sulit percaya.


"Jadi apa rencanamu?" tanya Jaehyun


"Aku akan tetap hidup sebagai Junho dan bekerja, lagi pula aku sudah wisuda." kata Jaehyun


"Heesung, pikirkan baik baik, kau bisa kembali menjadi dirimu sendiri dan melanjutkan sekolahmu yang seharusnya. Kita bisa obati ayahmu, tapi jangan korbankan dirimu seperti ini lagi." kata Jaehyun menepuk bahu Heesung.


"Benar, kau harus menjalani hidupmu sendriri, kita hanya hidup satu kali jadi jangan sia siakan hidupmu." katta Beomgyu lalu memegang tangan Heesung dan berkata, "Sekarang kau tidak sendiri, ada aku dan pamanmu, kami akan bersamamu."

__ADS_1


"Dia benar, paman akan bebrbicara dengan ayahmu dan membawanya ke dokter, jadi kau bersiaplah, kau akan mulai lagi dari awal." kata Jaehyun


Heesung memandang Beomgyu dan Jaehyun bergantian lalu mengangguk.


Beomgyu masih tak mempercayai bahwa Heesung sebenarya lebih muda darinya beberapa bulan. Beomgyu lahir pada bulan maret sedangkan Heesung oktober, jadi selisih mereka kurang lebih 7 bulan. Heesung bersikap layaknya seorang kakak bagi Beomgyu, sifatnya lebih dewasa dan gaya berpakaiannya menyerupai orang kuliahan, itu karena dia berpura pura menjadi kakaknya. Meskipun tampak dingin dan kaku sesungguhnya hatinya sangat lembut dan rapuh.


"Aku masih tidak menyangka kau lebih muda dariku," kata Beomgyu sambil berbaring


"Kenapa? Apa aku terlihat sangat tua?" tanya Heesung


"Bukan begitu, hanya saja aku terkejut karena aku terlanjur menganggapmu hyeong." kata Beomgyu memandang wajah Heesung yang berbaring di sebelahnya.


"Kau bisa terus menganggapku hyeong, aku senang." kata Heesung


"Aku ingin sekarang kau menganggapku sebagai hyeong, kau bisa bergantung kepadaku, jangan khawatir tentang hal apapun, percayakan semuanya pada hyeong mu ini. Aku akan menjagamu." kata Beomgyu


"Bagaimana kau bisa menjagaku sedangkan kau langsung mabuk begitu minum sekaleng bir." kata Heesung tertawa


"Benar! Selama ini kau sering minum bir, padahal kau hanya 17 tahun..."


"Tentu saja tidak boleh, kau masih di bawah umur, kau sendiri yang mengatakannya kan. Selama ini kau memanfaatkan identiras kakakmu rupanya."


"Aku sudah hidup sebagai dia, setidaknnya aku juga harus memanfaatkan kesempatan yang ada kan."


"Sekarang kau tidak bisa melakukannya lagi, bagaimanapun kau bukanlah dia. Kau mengerti?"


"Baiklah tuan muda," jawab Heesung tersenyum.


Beomgyu memandang wajah Heesung sesaat, kemudian memegang pipinya dengan lembut.


"Ternyata memang benar, rupanya kau masih bayi." gumam Beomgyu

__ADS_1


Heesung memegang tangan Beomgyu, kemudian menatap matanya.


"Aku bukan bayi," kata Heesung lalu mendorong tangan Beomgyu dan melompat ke atasnya.


"Aku bisa buktikan itu sekarang,"


"Apa yang kau katakan, kemarilah." kata Beomgyu kemudian bibirnya dicium sebelum bisa menyelesaikan kalimatnya.


Heesung dengan penuh hasrat menciumnya, dia ingin melupakan semua masalahnya dengan mencium Beomgyu. Beomgyu yang awalnya melawan akhirnya terhanyut juga dalam ciuman penuh gairah itu,


"hhh mhhh"


"hmmhhh hmmhh"


Beomgyu mendorong Heesung sebelum mereka semakin jauh. Nafas mereka tersnegal sengal usai ciuman panas itu. Heesung tampak belum puas sedangkan Beomgyu yang masih mengatur nafasnya sebelum  mulai berbicara.


"Hari ini sampai disini saja ya," kata Beomgyu


"Sedikit lagi," kata Heesung hendak mencium Beomgyu lagi


Beomgyu menahannya kemdian memeluk Heesung.


"Tenanglah aku tidak akan kemana mana, semuanya akan baik baik saja."


Heesung balas memeluk erat Beomgyu dan Beomgyu mengusap usap punggungnya. Mereka berdua pun tertidur saling memeluk satu sama lain.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2