
Beomgyu yang awalnya akan tinggal di rumah Heesung sampai semester baru di mulai memutuskan pulang lebih awal. Dia hanya menginap beberapa hari dan kembali ke rumahnya menghabiskan sisa liburannya di kamar saja.
Jaehyun selalu mencari waktu agar bisa berbicara dengan kakaknya, namun karena selalu sibuk bekerja, sangat sulit bagi mereka untuk bertemu. Hari yang tepat tiba, kakaknya pulang lebih awal setelah meeting diluar.
"Hyeong! Kau sudah makan? Mau kubuatkan makan malam?" tanya Jaheyun
"Tidak, aku sudah makan di luar tadi, kau sendiri sudsh makan?" tanya Junseok
"Sudah, bagaimana kalau kita minum, cuaca di luar sangat bagus."
"Tentu, aku akan mandi terlebih dahulu,"
"Oke, aku akan meyiapakan beberapa cemilan juga." kata Jaehyun
Setelah semua siap, Junseok pun datang dan duduk di sebelah adiknya itu. Sambil makan cumi kering sesekali meneguk bir.
"Rasanya aku kembali muda saat minum bir dan cumi kering." kata Junseok
"Kita belum terlalu tua hyeong," kata Jaehyun
"Kau benar,"
"Rasanya aku ingin mengajak Heesung untuk minum bersama, sayangnya dia masih di bawah umur." kata Jaegyun
Junseok tercengang kemudian menjawab, "Junho sibuk, biarkan dia beristirahat."
__ADS_1
"Junho?" tanya Jaehyun pura pura bingung
"Jangan ganggu dia," kata Junseok
"Bagaimana bisa aku mengganggunya, dia sudah tidak di sunia ini,"kata Jaehyun
"Apa maksudmu, jangan bicara hal buruk." kata Junseok tegas
"Hyeong! Kapan kau akan menerima kenyataan bahwa Junho sudah mati."
"Tidak! Dia belum mati! Dia masih hidup." kata Junseok dengan nada tinggi
"Hyeong, kau punya berapa anak?" tanya Jaehyun serius.
"Junho, anak pertamamu sudah menggal, dan Heesung anak keduamu menunggumu menjemputnaya," kata Jehyun menenpuk bahu Junseok
"Bukan Junho yang meningga, Heesunglah yang meninggal, Junho masih hidup." kata Junseok mulai panik
"Hyeong sadarlah, Junho sudah meninggal, kau begitu menyayanginya namun dia sudah pergi, kau tidak bisa memaksa orang lain untuk menjadi Junho. Kita tidak bisa mengembalikan orang yang sudah mati! Sekarang kau harus memikirkan anakmu yang masih hidup, jangan sampai dia juga pergi. Kau akan kehilangan keduanya baik yang sudah tiada ataupun yang masih hidup." kata Jaehyun
"Ayah..." kata Heesung yang rupanya sejak tadi berdiri di ambang pintu
"Heesung.." gumam Jaehyun terkejut.
Junseok juga terkejut melihat sosok putranya itu.
__ADS_1
"Aku adalah Heesung ayah, maaf karena bukan aku bukan Junho. Harusnya aku yang pergi." kata Heesung air matanya menetes.
"Tidak, ayah tidak ingin kalian pergi, baik Heesung maupun Junho, ayah tidak bisa kehilangan kalian. hanya kalian yang ayah punya. Maafkan ayah nak.." kata Junseok
"Aku akan menjadi anak yang baik seperti Junho hyeong dan membuatmu bangga ayah," kata Heesung
"Maafkan ayah karena selama ini membuatmu kesulitan Heesung, ayah akan berusaha untuk melupakan Junho dan merawatmu sebagaimana mestinya," kata Junseok
"Kau tidak harus melupakannya, kita bisa mengenangnya dalam hati kita. Kau hanya perlu terapi dan berobat ke dokter maka semuannya akan baik baik saja." kata Jaehyun
"Aku akan melakukannya, aku tidak mau kehilangan putraku lagi untuk yang kedua kalinya." kata Junseok.
Jaehyun dan Heesung tersenyum lega mendengar ucapan Junseok. Kemudian Heesung pun memeluk ayahnya, saking terharunya Jaehyun kembali menetesakn air matanya kemudian bergabung memeluk keduanya.
Malam yang indah dengan sayup sayup angin malam menenangkan hati ketiganya.
.
.
.
.
.
__ADS_1