
"Bagaimana bisa aku berakhir menggendongnya ke apartemenku padahal dia orang asng yang baru pertama kali ku temui," ujar pemuda itu sembari berjalan
Tiba tiba Beomgyu menutup mulut pemuda itu sambil bergumam, "Sssttttt..."
Pemuda itu melepas tangan Beomgyu dari mulutnya.
Begitu sampai di apartemennya pemuda itu membaringkan Beomgyu di sofa, lalu menaruh belanjaanya di dapur. Karena banyak berkeringat dia pun segera mandi. Betapa terkejutnya dia karena Beomgyu tiba tiba masuk ke kamar mandi saat dia sedang mandi. Beomgyu melepas celananya karena dia ingin kencing dan pemuda itu pun salah tingkah. Beomgyu langsung keluar setelah dia menaikan kembali boxernya dan lanjut tidur di ranjang pemuda itu.
"Kenapa dia tidur disini," kata pemuda itu sedkit kesal kemudian mengambil sekaleng bir dan duduk di sofa.
Malam terasa berlalu lebih lama dari biasanya, pagi hari tiba sinar matahari masuk menembus gorden putih dan membangunkan Beomgyu dari tidurnya. Beomgyu yang masih belum bnear benar sadar mengusap matanya dan menyadari dirinya tidur memeluk pemuda itu. Entah kapan dia pindah dan tidur di sofa bersama pemuda itu.
Saat pemuda itu bangun dia pun terkejut lalu mendorong Beomgyu.
"Kenapa kau tidur disini?"
"Aku juga tidak ingat, maaf" jawab Beomgyu
Pemuda itu bangun dengan kesal kemudian ke kamar mandi, bukannya bangun Beomgyu malah lanut tidur bahkan sampai pemuda itu selesai membuat sarapan.
"Cepat bangun, aku akan pergi." Kata pemuda itu seraya melahap sandwichnya
Beomgyu pun bangun dan menghampiri pemuda itu ke dapur sambil memijat keningnya.
__ADS_1
"Jadi kepalamu sakit?"
"Apa yang terjadi? Kau pasti memukul kepalaku kan.." kata Beomgyu
"Begini caramu bicara dengan orang yang menyelamatkanmu,?"
"Lalu apa yang terjadi?" tanya Beomgyu
Pemuda itu mengambil minuman penghilang pengar di kulkas lalu memberikannya pada Beomgyu.
"Kau langsung pisan setelah minum sekaleng bir, kau tidak membawa handphone dan terpaksa aku harus membawamu ke rumahku, sangat merepotkan."
"Kau bisa saja menelepon polisi kalau kau keberatan menolongku," kata Beomgyu lalu minum penglihang pengar itu.
"Terimakasih." Kata Beomgyu
"Karena tidak membuangku di pinggir jalan,"
"Kau harus menurut pada orang tua, ada alasan kenapa anak di bawah umur tidak boleh minum minuman keras, bagaimana jika seseorang merampokmu atau mungkin menculikmu,"
"Iya aku mengerti, kau mengomel seperti ayahku saja,"
"Ayah?" tanya pemuda itu heran di bandingkan dengan ayah Beomgyu,
"Cepat, aku harus keluar,"
__ADS_1
Beomgyu terburu buru memakai celananya dan kemudia bersiap pergi.
"Namamu siapa?" tanya Beomgyu
"Junho, kenapa?"
"Hanya penasaran, kau sudah menolongku jadi aku harus mengingat kebaikanmu,"
"Tidak pelru."
"Beomgyu, namaku."
Pemuda itu mengambil ats dan mendorong Beomgyu kemudian mereka pun keluar, Pemuda itu naik taxi dan pergi meninggalkan Beomgyu di sana. Beomgyu tidak punya tempattujuan jadi dia pergi ke kafe internet dan menghabiskan sepanjang hari disana.
Sore pun tiba, Junho telah menyelesaikan pemotretannya, Beomgyu yang tidak sengaja melihatnya diam diam mengikutinya. Junho masuk ke sebuah bar. Beomgyu tau dia tidak akan diijinkan masuk kedalam sana, dia pun memiliki ide. Beomgyu memakai masker dan menendang salah satu mobil di parkiran sehingga sensornya berbunyi dan penjaga pun berlari ke arah suara mobil itu kemudian Beomgyu menyelinap masuk.
.
.
.
.
.
__ADS_1