
Hari demi hari berlalu, Beomgyu dan Heesung sedang di mabuk cinta, keduanya tak bisa berpisah lama lama dan selalu menempel. Meskipun di sekolah Heesung selalu mencari kesemapatan untuk menculik Beomgyu dan membawanya ke tempat sepi sehingga mereka bisa bercumbu.
"Biar aku yang bawa," kata Heesung membawa tas Beomgyu ke kelas
"Sudah ku bilang kan, mereka itu tidak pernah pacaran," kata Yeonjun
"Tapi mereka selalu menempel kemanapun mereka pergi, bahkan terkadang mereka bercumbu di kelas," kata Hueningkai
"Meskipun mereka bercumbu tidak berarti mereka pacaran," jawab Taehyun
Heesung dan Beomgyu yang mendengar percakapan itu langsung bergabung karena penasaran.
"Ada apa?" tanya Beomgyu
"Jaemin meninggalkan Renjun," kata Hueningkai
"Hahh?" uajr Beomgyu agak kaget
"Semua mengira mereka berpacaran, mereka selalu menempel dan bercumbu tapi Jaemin malah menghianati Renjun." kata Soobin
"Jadi yang menangis itu Renjun?" tanya Heesung memandang Renjun yang di kerumuni siswa
"Iya, kasian sekali dia... Dia dicampakan begitu saja oelah Jaemin." kata Hueningkai
"Setauku, Jaemin memang playboy... Dia bahkan pernah mendekati Beomgyu." kata Taehyun
"Benar, jadi kita tidak perlu kaget." kata Soobin
Ucapan mereka terngiang ngiang di telinga Boemgyu, wajah Renjun yang menangis juga terus terbayang di pikirannya. Dia membayangkan hal yang serupa terjadi padanya. Dia pun merasa parno dan khawatir, hatinya jadi gelisah dan pikirannya pun overthinking.
__ADS_1
"Hyeong, bisa ambilkan aku handuk?" tanya Heesung dari kamar mandi
Beomgyu yang sejak tadi melamun tidak mendengar Heesung memanggilnya. Kemudian Heesung pun keluar tanpa handuk dan Beomgyu masih belum menyadarinya. Setelah memakai handuk Heesung pun menghampiri Beomgyu yang duduk di latai bersandar di ranjang.
"Hyeong," kata Heesung memegang tangan Beomgyu
Karena tangan Heesung yang dingin menyentuh tangannya, Beomgyu pun terkejut dan kembali sadar.
"Hah?" tanya Beomgyu
"Ada apa?" tanya Heesung
"Tidak, kenapa kau tidak berpakaian, pakai bajumu dulu
"Iya, aku baru selesai mandi dan melihat hyeong melamun, jadi aku menghampirimu dulu."
"Kalalu kau tidak suka, aku akan memannggil dengan namamu,"
"Tidak, aku suka kau memanggilku hyeong, terdengar istimewa." jawab Beomgyu tersenyum
"Baiklah, aku akan berpakaian dulu." kata Heesung
Beomgyu tersenyum memandang Heesung pergi kamar mandi. Dan dia pun berusaha bersikap seperti biasa agar Heesung tidak khawatir, padahal ssesungguhnya Beomgyu sedang banyak pikiran.
Beberapa hari kemudian, sikap Beomgyu berubah, dia tampak menghindari Heesung dan jarang mampir ke apartemen Heesung. Heesung yang mulai menyadarinya merasa kebingungan, dia sudah berulang kali bertanya pada Beomgyu tapi Beomgyu tak oernah mengatakan alasannya apa, dia selalu berkata tidak ada apa apa.
"Ayah, hmm..." ujar Beomgyu ragu ragu
"Ada apa?" tanya Taeyong seraya menusuk sosis
__ADS_1
"Hhhh aku,,," gumam Beomgyu
"Ada apa? Kenapa ragu ragu begitu? Ngomong ngomong sudah lama ayah tidak melihat Junho, kemana dia?" tanya Taeyong
"Heesung ayah, berhentilah menyebutnya Junho."
"Iya, ayah belum terbiasa, dalam ingatan ayah dia adalah Junho. Tidak muah menggantinya jadi Heesung."
"Terserahh ayah saja," jawab Beomgyu lalu menghabiskan susunya
"Jadi, apa yang ingin kau sampaikan?" tanya Taeyong
"Tidak jadi, aku sudah terlambat ke sekolah..." kata Beomgyu lalu menggendong tasnya
"Apa? Ini bari jam 7, kenapa buru buru?" tanya Taeyong.
"Sampai jumpa nanti ayah," jawab Beomgyu lalu pergi
"Baiklah, hati hari..." kata taeyong
.
.
.
.
.
__ADS_1