
"Taeyong, aku sudah menemukan informasinya," kata Doyoung
"Katakan," ujar Taeyong
"Namanya Jeong Junho, 22 tahun. Dia baru saja lulus dari universitas, sekarang dia bekerja sebagai model. Dia tinggal sendiri di apartemen . Dia adalah putra dari Jeong Junseok dan Shim Yura, mereka sudah berpisah 3 tahun lalu, sejak saat itu dia tinggal sendirian."
"Putranya Junseok?" kata Taeyong.
"Apa Junseok yang ku kenal?"
Doyoung mengangguk.
"Aku harus pergi sebentar," kata Doyoung
"Pergilah," jawab Taeyong sambil memijit dahinya.
Taeyong pergi untuk melihat Beomgyu ke kamarnya, sebelum masuk dia mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Kau sudah sadar rupanya," ujar Taeyong.
Junho hanya sedikit mengangguk.
"Kenapa ayah kemari?" tanya Beomgyu
"Ayah ingin kau makan dulu,"
"Aku tidak akan makan sebelum semua minta maaf pada Junho, semua termasuk ayah."
Junho sedikit terkejut, tapi Taeyong jauh lebih terkejut.
"Ayah akan minta maaf, tapi jika ayah tidak minta maaf apa kau sungguh tidak akan makan,"
"Iya aku bersungguh sungguh,"
__ADS_1
"Baiklah,"
Setelah Doyoung dan semua bodyguard datang, mereka pun siap minta maaf.
"Maaf." ujar semuanya membungkuk
"Aku sungguh minta maaf, karena salah paham kami memukulmu dan menghancurkan apartemenmu, aku akan membelikan apartemen yang baru sebagai gantinya." ujar Taeyong
"Tidak perlu, aku tidak akan pindah ke tempat lain," jawab Junho.
"Tapi apartemenmu rusak, tapi kalau kau mau kau bisa tinggal di hotel selama apartemenmu di perbaiki," kata Taeyong.
"Atau kau bisa tinggal disini sementara apartemenmu di perbaiki," kata Beomgyu.
Awalnya Taeyong tak setuju, tapi dia tak ingin Beomgyu terus marah padanya.
"Baiklah aku akan memperbaiki apartemenmu seperti semula, sementara itu kau bisa tinggal di sini," kata Taeyong pasrah.
"Aku akan tinggal di hotel," kata Junho.
"Tinggalah disini untuk sementara," kata Taeyong lalu beralih menatap Beomgyu,
"Antar Junho ke kamarnya nanti," ujar Taeyong
"Iya ayah, kau pergi saja!" ujar Beomgyu
"Ingat, besok kau harus pergi ke sekolah!" kata Taeyong seraya keluar.
Setelah itu mereka pun makan bersama, usai makan Beomgyu membantu memapah Junho pergi ke kamarnya karena tubuhnya masih lemah dan sakit.
"Terimakasih," ujar Junho.
"Baiklah, selamat malam hyeong..." ujar Beomgyu seraya berjalan keluar.
Keesokan harinya Beomgyu terlambat bangun untuk sekolah, namun sempat sempatnya dia pergi melihat Junho sebelum berangkat.
__ADS_1
"Hyeong aku akan berangkat sekolah, anggap saja ini rumah sendiri, aku berangkat dulu sampai jumpa!!" kata Beomgyu lalu buru buru lalu pergi.
"Sudah terlambat masih saja sempat ke sini, tapi aku tidak menyangka penampilannya ke sekolah seperti itu..." gumam Junho.
Beomgyu turun dari mobilnya, tak di ragukan lagi visualnya yang menawan menarik perhatian orang orang di sekitarnya, dia tampak sangat keren dengan headband hitam, kemejanya tidak di kancingkan dan memakai baju kaos hitam di dalamnya, celananya panjang abu abu dan sepatu Converse run star hike lugged, sambil menggendong tas Prada dia berjalan dengan percaya diri ke arah teman temannya yang sedang duduk di bawah pohon akasia besar.
"Hey!!" ujar Beomgyu menyapa.
"Hey..." jawab teman temannya kompak
"Darimana saja kau selama ini!" tanya Yeonjun seraya merangkul bahu Beomgyu.
"Menikmati liburanku," jawab Beomgyu tertawa kecil.
"Apakah kau sudah puas libur sendiri? Harusnya kau mengajak kami!" kata Soobin
"Lain kali, ayo ke kelas!" kata Beomgyu
Beomgyu dan teman temannya pergi ke kelas, pelajaran berlangsung seperti biasa. Sejak tadi Beomgyu ingin segera pulang tapi hari terasa berlalu lebih lama dari biasanya. Akhirnya bel pulang sekolah berbunyi, Beomgyu buru buru memasukan buku bukunya ke dalam tas. Teman temannya merasa heran melihat Beomgyu yang tampak tergesa gesa.
"Kenapa terburu buru?" tanya Soobin
"Ayo kita pergi ke base camp hari ini."
"Ayo," jawab yang lainnya.
"Kalian pergilah aku tidak ikut... Sampai jumpa besok!" ujar Beomgyu lalu meninggalkan teman temannya.
.
.
.
.
__ADS_1
.