
Heesung memegang pinggang Beomgyu lalu naik ke atasnya, kedua bibir mereka menyatu hingga nafas mereka terengah engah.
"Hhmmh hmhhh.."
Tangan Heesung menyentuh lembut wajah Beomgyu yang selembut kulit bayi. tangan Beomgyu mengusap usap leher dan kepala belakang Heesung dengan penuh gairah.
"Eunghh hhh"
Hangat lidah mereka beradu di dalam mulut, Beomgyu menepuk bahu Heesung ketika dia mulai merasa kehilangan nafasnya.
"hhh hhhh hhh" suara nafas Beomgyu
Heesung langsung memeluknya dengan erat, Beomgyu balas memeluknya.
"Jangan menghilang lagi," kata Heesung
"Tidak akan, maaf sudah membuatmu sedih." kata Beomgyu
Kini Beomgyu dan Heesung sudah berbaikan, sedangkan Jaehyun dan Taeyong belum ada perubahan. Jaehyun berusaha menemui Taeyong namun kali ini Doyoung lebih protektif pada Taeyong, dia selalu menemani Taeyong kemana pun dia pergi.
"Apa kau kan terus mengabaikanku?" tanya Jaehyun
"Berapa kali harus kubilang, Taeyong tidak mau bertemu denganmu." kata Doyoung
"Baiklah, aku akan datang lagi besok," kata Jaehyun
Jaehyun pun pergi, saat akan masuk ke mobilnya dia melihat anak kecil yang hampir di tabrak mobil, tanpa ragu dia segera menyelamatkan anak itu.
"BRUKKKKKK" suara kecelakaan
__ADS_1
Taeyong pun kaget dan melihat ke jalan, Jaehyun berbaring di jalan penuh dengan luka sambil memeluk anak itu. Taeyong langsung berlari menghampirinya, anak itu baik baik saja, dia pun di angkat oleh sang ibu sambil menangis.taeyong langsung menggunang guncang tubuh Jaehyun namun dia tak sadarkan diri.
"Jaehyun! Sadarlah" teriak Taeyong sambil menangis.
Doyoung segera menghubungi ambulans agar segera datang ke lokasi kejadian
"Jaehyun kau harus bangun! UNtuk apa kau kembali jika hanya untuk mati di depan mataku? Kau harus bangun!!!!" kata Taeyong terus menangis.
Jaehyun di bawa ke rumah sakit dengan kondisi kritis, Heesung dan Beomgyu segera datang kesana dengan terburu buru. Beomgyu langsung memeluk ayahnya yang menangis di depan UGD.
"Apa yang terjadi ayah?" tanya Beogmyu
"Jaehyun," kata Taeyong sambil menangis.
"Bagaimana keadaan paman Jaehyun?" tanya Beomgyu
Setelah dokter memeriksa Jaehyun dia pun keluar untuk menyampaikan keadaan Jaehyun.
"Dia baik baik saja sekarang, dia akan segera siuman jadi mohon tunggu sesaat." kata Dokter Taeil.
"Terimakasih dokter," kata Heesung
"Tenanglah ayah, paman Jaehyun sudah baik baik saja, dia kan sadar sesaat lagi." kata Beomgyu
Mereka bertiga menginap di rumah sakit untuk menunggu Jaehyun sadar. Ketika Beomgyu dan Heesung tertidur lelap, Taeyong sama sekali tidak bisa tidur. Kemudian Jaehyun pun sadar.
"Ahhh.." kata Jaehyun seraya memegangi kepalanya.
"Jaehyun, kau sudah sadar?" tanya Taeyong khawatir.
__ADS_1
"Taeyong," kata Jaehyun pelan.
"Kau mau air?" tanya Taeyong
Jaehyun mengangguk lalu Taeyong menuangkan segelas air lalu menyuapi Jaehyun.
"Bagaimana keadaan anak itu?" tanya Jaehyun
"Berkatmu, dia baik baik saja."
"Syukurlah,"
"Kenapa kau melakukan itu, harusnya kau menjaga dirimu. Bukankah kau datang kembali untuk minta maaf, kau tidak boleh mati sebelum aku memaafkanmu." kata Taeyong
"Bagaimana jika kau tidak pernah memaafkanku?" tanya Jaehyun
"Kau tidak boleh mati, jika kau kembali hanya untuk mati di depanku, aku akan semakin membencmu." kata Taeyong menahan air matanya.
Jaehyun mengusap wajah Taeyong lalu Taeyong pun memeluknya. Jaehyun pun merasa lega, baginya sakit ini adalah hal baik karena membuat Taeyong mencemaskannya.
.
.
.
.
.
__ADS_1