Cupu Berubah Jadi Suhu

Cupu Berubah Jadi Suhu
Kita berlima akan menikahi raja!


__ADS_3

Dengan langkah pasti kedua perempuan kakak beradik itu bergandengan tangan menuju ke kamar yang dimaksud iris.


Sesampainya dikamar para pria, iris dan tulip dibuat takjub oleh ketampanan kedua pemuda di depan sana. Namun tulip merasa heran dengan seorang pria tua yang berada diantara dua laki laki tampan tersebut.


"Kedua pemuda itu sungguh tampan! namun, siapa pria tua itu 'kak?" tulip merasa sangat penasaran


"Namanya Bastian, orang tua itu bersama mereka," iris menjelaskan


"Lalu, pemuda tampan mana yang akan menjadi suami kita?" tulip memandang lekat satu persatu antara Zayn dan raja, namun hatinya sudah terpaut kepada salah seorang dari mereka.


"Yang itu!" tunjuknya kepada raja


"Bagaimana? kau suka tulip?" tanya iris


"Aku suka dia 'kak, pria itu sangat tampan!" tulip memuji, matanya berbinar senang.


"Sudah ku duga," gumam iris tersenyum, ia merasa pilihan nya tak salah.


Saat iris dan tulip tengah memperhatikan para lelaki tampan itu, ternyata disadari oleh keempat mawar, yang kebetulan baru selesai membantu mereka berpakaian.


"Ketua iris, bagaimana menurutmu dengan kedua lelaki ini?" mawar menanyakan pendapat sang ketua


"Sempurna," balas iris singkat


"Hey! apakah aku tak dianggap disini?!" protes pak Bastian


"CK! orang tua yang sudah beristri diam saja," sela kenanga


"Lebih baik kau ikut denganku, dan mulai berlatih bersama orang orang hebat suku bunga, ayo cepat!" kenanga segera membawa pak Bastian ke tempat pelatihan


"Ketua, dan semuanya, aku akan mengantar pria tua ini ketempt latihan," pamit nya


"Raja, Zayn tolong aku!" teriaknya meminta tolong


"Sudahlah, pergi saja pak," kedua pemuda tampan yang kini sudah berganti pakaian itu pun terkekeh


"Kau kemarilah!" tunjuk iris kepada Zayn


Zayn tersentak, "Iya, apa aku punya kesalahan?" tanyanya sedikit gemetar kemudian mendekat dengan perlahan, ia merasa takut dan terpesona sekaligus, kala memandang iris juga tulip, yang sangat cantik.


"Kau tinggal bersama suku bunga saat ini, dan untuk itu harus ada balasan yang setimpal," iris menatap tajam Zayn, sedangkan yang ditatap merasa merinding.


Fikiran Zan kini kemana mana, "Apakah aku akan dijadikan mangsa?" fikirnya

__ADS_1


"Jangan berfikir hal aneh, kami bukan suku kanibal!" seru iris, seperti tahu apa yang difikirkan Zayn


Mendengar hal tersebut Zayn tersentak, "Dia bisa membaca fikiran?" gumamnya


"Sudah hentikan fikiran burukmu! aku meminta balasan dari mu, yaitu sebuah pengabdian untuk suku bunga," tegas iris


Deg!


"Pe- pengabdian, seperti apa?" tanya Zayn gugup, begitu pun raja.


"Mulailah dari menikahi keempat bunga!"


Jederr!


Permintaan iris sungguh membuat Zayn ingin pingsan, "Apa?!" tanynya melotot.


"Wah wah, Zayn, kau sangat beruntung, bisa menikahi wanita cantik sekaligus empat, bukankah selama ini kau jomblo abadi?" ledek raja


"Diam! bukankah sama saja, kau juga jomblo," balas Zayn tak mau kalah.


"Bagaimana? apakah kau bersedia?" desak iris


"Aku sih mau saja, mereka juga cantik cantik," balas Zayn enteng, ia memang tak menolak jika dinikahkan dengan keempat bunga itu. Hanya saja ia sangat tak menyangka dengan keberuntungan ini.


"Hmm..., bagus jika kau sudah setuju, pernikahan akan dilaksanakan besok, dihadapan para penduduk desa suku bunga." putus iris, Zayn hanya mengangguk pasrah, tidak ada alasan baginya untuk menolak hal baik seperti ini, meskipun yang dilakukan nya adalah sebuah bentuk pengabdian kepada suku bunga. Tidak tahu saja Zayn, bahwa kedepan nya ia akan menghadapi hal yang mungkin tak pernah terpikirkan.


"Sekarang pergilah, tinggalkan aku dan raja, tulip! antar dia menemui mawar, katakan padanya, aku memerintahkan keempat bunga untuk menikah dengan Zayn," perintah iris adalah mutlak, dan tak bisa dibantah, karena ia adalah orang yang sangat dihormati oleh para bawahan nya.


"Baik 'kak," tulip mengangguk patuh, kemudian ia membawa Zayn bertemu dengan mawar, salah satu dari keempat bunga, wanita itu adalah pemimpin dari wanita wanita hebat tersebut.


Setelah kepergian Zayn kini tinggallah hanya raja dan iris, berduaan dengan iris membuat pemuda tersebut grogi bukan kepalang, jantungnya berdebar kencang, apalagi saat wanita tersebut menatap lekat netra nya dari jarak yang amat sangat dekat .


"Ma-mau, apa?" tanya raja gugup


Iris hanya diam, kemudian jemari lentik nya menyusuri wajah tampan raja, ia pun mengakui jika lelaki ini sangat menggoda, apalagi bibir merahnya. Dengan perlahan jari jemari itu turun keleher raja, lelaki ini pun merinding seketika.


Iris semakin merapatkan tubuhnya dengan raja, kemudian diraihnya tengkuk lelaki itu dan...


Cuupp!


Ciuman hangat iris berikan kepada lelaki tersebut, yang mana serangan dadakan yang diberikan nya membuat raja membeku, ia tak menyangka akan mendapatkan jackpot seperti ini.


Namun sedetik kemudian raja pun mulai membalas serangan iris tersebut, hingga terjadilah perang lidah, mereka berdua sangat terbuai dan menikmati moment itu.

__ADS_1


Hingga..


"Kak iris! aku...,"


Seruan Peony terhenti saat menyaksikan adegan di depannya, yang mana hal itu pun membuat iris serta raja menghentikan kegiatan panas seketika.


"Ma-maaf, aku mengganggu," Peony menunduk tak enak hati, namun ada rasa tak nyaman dihatinya ketika melihat hal yang dilakukan iris bersama raja.


Iris dan raja berusaha menetralkan degub jantungnya, perang lidah yang dilakukan bersama ternyata menciptakan sesuatu hal luar biasa dalam diri mereka, jika saja tak ada kehadiran Peony, bisa dipastikan akan terjadi hal yang iya iya.


"Ah, kemarilah peony, ada hal yang harus ku katakan," setelah menetralkan degup jantungnya iris memanggil Peony untuk mendekat kepada nya.


Dengan langkah ragu Peony mendekat, ia menatap iris, namun sesekali mencuri pandang terhadap raja.


"Ada apa?" tanya Peony to the point


"Jika menikah dengan raja, apakah kau mau?" raja yang disebut namanya, seketika terkejut, namun belum sempat ia membuka mulut iris sudah memberinya tanda untuk diam.


Pertanyaan iris barusan membuat Peony tersentak, "Apa maksud kakak? bukankah kak iris menyukainya, bahkan telah, em...telah, me - melakukan, hal seperti tadi?" ucapnya tak faham dengan maksud sang kakak


"Kau juga akan merasakan hal seperti yang kulakukan tadi bersama nya," balas iris cepat


Raja dan Peony saling pandang, mereka berdua belum mengerti dengan maksud iris.


" Sekarang panggilkan Dahlia, tulip, dan lily, agar semua bisa mendengar keputusanku," titah iris


"Keputusan?" Peony membeo


"Cepatlah!" desak iris, kemudian Peony pergi untuk memanggil saudari saudari nya yang lain.


Tak berapa lama ia pun telah kembali, beserta saudari nya yang lain.


"Ada apa kak?" tanya Lily penasaran.


"Ada hal penting yang akan ku katakan, hari esok pemuda yang bernama Zayn, akan menikahi keempat bunga, atas perintahku. Lalukita berlima, juga akan menikahi raja!" ucap iris dengan tegas dan sangat serius.


"APAA?!!"


Semua yang mendengar tentu saja terkejut, kecuali tulip, karena ia telah diberi tahu sebelumnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2