Cupu Berubah Jadi Suhu

Cupu Berubah Jadi Suhu
Berhasil pergi


__ADS_3

"Mereka lama sekali," Raja merasa khawatir terhadap istri istrinya, ia mondar mandir kesana kemari sambil terus mengawasi kedua penjaga yang masih tak sadarkan diri dalam ikatan itu.


"Sekarang aku sudah menjadi seorang suami dengan lima istri yang luar biasa cantik dan tangguh, sungguh suatu keberuntungan bagiku, namun sebenarnya aku merasa sangat malu, karena tidak mampu berbuat apa apa," Ucapnya lagi dengan lesu.


"Beruntung, kedua orang ini masih tak sadarkan diri, jika tidak, entah apa yang bisa kulakukan," lelaki tampan itu menghembuskan nafas kasar.


Dibelakang kediaman megah sakalamanji..


Kelima istri raja kini tengah berjuang menghadapi kalajengking raksasa milik sang kepala suku, sungguh tak disangka pelarian mereka tidk berjalan mulus.


"Aku benci binatang bercapit besar ini," Ucap iris, yang kemudian memasang kuda kuda, lalu dengan cepat ia menerjang perut makhluk bercapit tersebut.


Disambung Dahlia yang melesat naik ke punggung kalajengking tersebut, dan sasaran nya adalah mata makhluk itu.


Dua kalajengking raksasa kini menyerang para istri raja, mereka semua sibuk melawan, belum lagi sengatan maut makhluk tersebut yang senantiasa mengintai wanita wanita cantik itu.


"Tulip! apa kau punya sesuatu untuk melumpuhkan makhluk makhluk itu?!" Tanya Peony yang kini hanya bisa menyaksikan dengan khawatir, sebab tubuhnya masih lemas, dia tidak bisa membantu samasekali.


"Tidak tahu! sebab aku memasukkan semua yang ada di tempat penyimpanan tanpa di cek terlebih dahulu!" balas tulip.


"Tulip! awass!" teriak Lily yang kini tengah bertempur bersama tulip. Ia melihat ekor kalajengking telah melengkung sempurna dan siap memberikan sengatan mematikan nya kepada tulip yang sedang lengah.


"Hiyaaa!"


"Harghhh!"

__ADS_1


Tulip segera menghindar dengan cepat, kemudian ia meloncat dan meraih ekor kalajengking itu.


Adu kekuatan antara tulip dan kalajengking itu lumayan sengit, wanita cantik itu berusaha untuk memotong ekor si makhluk bercapit, ia bergelantungan pada ekor yang melengkung tersebut.


"Kau tidak akan bisa menyengatku, karena aku akan memotong ekor jelekmu ini," Tulip mengeluarkan sebuah belati kecil, yang ia selipkan dipinggangnya.


Srett! srett! srett!


Kini ekor tersebut telah terpisah dari tubuh kalajengking raksasa itu.


"Yeahh! kau berhasil tulip," Lily dan Peony berseru bangga, atas aksi yang dilakukan adik bugsunya.


Begitupun dengan iris serta Dahlia yang kini tengah berusaha melumpuhkan kalajengking besar itu.


"BERHENTII!!" Teriak sakalamanji, yang seketika membuat petarungan semuanya terhenti, dua kalajengking itu pun langsung mundur dan mendekati tuan nya.


"Beraninya kalian!" teriak sakalamanji murka, ketika dirinya mendapati satu kalajengking kesayangan nya sudah tak memiliki ekor.


"Kalian! jangan harap bisa melarikan diri dari sini!" teriak sakalamanji menyeringai.


"Kalian smua datang kesini dengan sukarela, maka aku menyimpulkan, bahwa wanita wanita cantik ini mau menjadi istri kepala suku yang hebat ini 'bukan?" ucapnya lagi membanggakan diri. "Bukan begitu, darga jatiman?" sambungnya lagi melirik dua ajudan setianya.


"Heii! jangan bermimpi! kami sudah memiliki suami!" Balas iris, ia merasa sebal dengan rasa percaya diri berlebih kalamanji.


"Hahaha, suami yang tidak berguna saja masih dibanggakan! kemana dia disaat istri nya berada dalam genggamanku?" ejeknya.

__ADS_1


Ucapan sakalamanji membuat kelima wanita cantik itu merasa kesal.


"Diam kau bedebah! pria kejam tak berperasaan!" maki Dahlia.


Mendengar makian Dahlia ternyata membuat amarah sakalamanji tersulut, maka tanpa di duga pria itu mengeluarkan jurus nya, yaitu membelah diri menjadi lima bagian, kemudian dengan cepat mereka semua berlari ke arah para istri raja.


"Kalian akan menjadi milikku!" teriaknya


"Iris bagaimana ini?!" teriak Lily panik, ia tahu kekuatan sakalamanji akan sulit untuk dikalahkan.


"Untuk saat ini lebih baik kita pergi saja,"


"DRAGOOO!!" iris memanggil naga kesayangan nya.


kepakan sayap makhluk besar mengerikan sekaligus memancarkan aura yang begitu agung, membuat nyali semua orang menciut seketika.


Sakalamanji pun tak bisa berbuat apa apa, saat ini, dan dia hanya bisa membiarkan para wanita cantik itu pergi dari sana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2