
Peony menyusuri lorong panjang nan gelap penjara tersebut, setiap sel tak luput dari bidikan netra tajamnya, berharap menemukan sang kakak disana. Akan tetapi pencarian nya nihil tak ditemukan iris dimanapun.
Sedangkan di hutan, kini Lily tengah menangani dua penjaga tadi.
"Nona cantik, kita sudah berada dihutan, lalu dimana orang tuamu? dan bagaimana dengan saudari mu tadi? tidak ada tanda tanda dia menyusul kita," ungkap salah satu penjaga merasa kebingungan.
"Itu, orang tuaku disebelah sana, kami berburu di situ tadi, dan untuk saudariku, mungkin dia ketakutan karena sudah tertinggal jauh, nanti kau bisa menjemput nya kembali, setelah mengantarku," ucap Lily bersandiwara.
Akhirnya kedua penjaga tersebut mengantar Lily ke tempat yang ditunjuk, namun lagi lagi mereka dibuat bingung. Karena tidak ada siapapun disana, kecuali seorang laki laki tampan. Yang tengah bersandar pada sebuah pohon besar.
"Mana orang tuamu? Jangan jangan kau berbohong terhadap kami!" Gertak salah seorang, mereka meyadari telah dibohongi oleh gadis cantik itu.
"Maaf..." ucap Lily dengan mimik wajah merasa bersalah yang dibuat buat, sehingga terlihat sangat menyebalkan.
"Kurang ajar! rupanya kau menipu kami rupanya, baik jika kau ingin bermain denganku, rasakan ini!"
Bum!
Bum!
Tanah disekitar mereka berguncang hebat kala laki laki penjaga itu menghentakkan kakinya.
"Lily sayangku, berlindunglah dibelakang ku!" teriak raja yang khawatir kala melihat sang istri oleng, akibat guncangan tersebut. Meskipun ia sadar tak bisa melakukan apapun, akan tetapi jiwa pelindungnya aktif jika berada disituasi seperti ini.
Hati Lily menghangat dengan ucapan raja barusan, seulas senyum tersungging di bibir sexy nya.
"Lily! awass!" teriak raja panik.
Tanah berguncang semakin kencang, hingga sebuah pohon besar terangkat dan hampir menimpa Lily, jika saja raja tidak segera berlari menyelamatkan istrinya.
"Arrggh!" teriak Lily, kemudian ia sadar telah berada dalam dekapan suaminya kini. "Terimakasih raja," ucapnya tersenyum tulus
"Cih! sempat sempat nya kalian bermesraan," cibir laki laki yang menghentak tanah.
"Kau! hampir membunuhku! rasakanlah ini sialan!!" Lily melepaskan diri dari pelukan raja, kini ia berbalik menghadap kedua laki laki tadi dengan sorot mata penuh amarah.
"Hahahahaha, berani kau me...,"
Bzzzzzsstttt...
Ucapan kedua orang tersebut terpotong, kala lily menyerang mereka, sebuah kekuatan seperti aliran listrik berwarna biru pun ia layang kan, sehingga membuat mereka tersengat hingga tak sadarkan diri.
"Raja! tolong ikat mereka dengan kuat, setelah itu jaga mereka, jangan sampai kabur, aku akan kembali ke rumah besar sakalamanji, dan membantu yang lain mencari iris," Ucap Lily, raja mengangguk sambil terkantuk kantuk, bagaimana tidak, sehari semalam mereka tidak tidur sama sekali, karena sibuk mencari keberadaan iris.
"Raja, kau mendengarku?" Lily memanggil suaminya, yang kini bersandar di sebuah pohon besar.
"Iya, akan ku lakukan," balas raja, yang kemudian melakukan tugas yang diberikan sang istri padanya. Kedua orang penjaga tersebut memiliki postur tinggi besar, sehingga membuat raja agak sedikit kesulitan.
__ADS_1
"Sayang, apakah kau tidak mengantuk?" Tanya raja setelah mengikat kedua orang itu.
"Tidak, kami memang jarang tidur, dan sudah terbiasa," jawab Lily
"Baiklah, aku pergi dulu. Jaga mereka, dan jangan sampai kau tertidur," pesan Lily, yang kemudian diangguki suaminya
Namun...
CUUUUPPPP...
Sebelum melangkah pergi Lily menyempatkan diri untuk memberikan suaminya sebuah ciuman panjang yang lembut penuh persaan. Raja terkejut akan tetapi ia menikmatinya.
"Ini ucapan terimakasih ku, karena tadi kau menyelamatkan aku," Lily menatap dalam netra suaminya.
Raja tersenyum menawan, "Itu sudah kewajiban ku sebagai suami, untuk melindungi istriku yang cantik ini," balas raja, yang memeluk pinggang ramping Lily posessif, lalu ia mengedipkan sebelah matanya menggoda sang istri.
Lily tersipu, kemudian segera mengurai pelukan raja "Aku pergi sekarang," ucapnya
"Cepat kembali dan bawa serta semua saudarimu, aku tak sabar ingin bersenang senang dengan kalian semua," Ucapan raja terdengar ambigu, ia tersenyum menggoda dengan sebuah kerlingan nakal. Lalu sebuah kecupan mendarat dikening Lily.
Lily tersenyum, wanita tersebut sangat faham dengan ucapan ambigu raja, dan setelah itu ia pun benar benar pergi, diiringi tatapan raja.
Dikediaman sakalamanji, kini tengah ribut saat tadi mendengar suara bedebum yang diiringi guncangan hebat.
Sang kepala suku yang tengah mengadakan pertemuan penting dengan beberapa utusan dari suku gora, suku kawa dan suku zigga, merasa sangat kaget, mereka benar benar tidak tahu bahwa kediaman nya telah disusupi oleh para wanita cantik.
"Apa yang terjadi kalamanji?" tanya utusan suku zigga
"Ah benar! ini kekuatan salah satu penjaga penjara bawah tanah, bajira, apa yang terjadi sebenarnya?" sakalamnji bertanya tanya.
"Kita sudahi pertemuan ini, aku akan melihat kesana," Sang kepala suku menyudahi pertemuan itu dan bergegas keluar dari ruangan tersebut.
"Penjaga!" teriaknya
"Ya ketua!" sahut penjaga tersebut.
"Apakah kau merasakan guncangan tadi?" tanya sakalamanji
"Iya. Dan saya dapat merasakan kekuatan yang sangat tidak asing, saat suara debuman dan guncangan tadi," jawabnya lagi
"Apa kau melihat sesuatu yang mencurigakan?" sakalamanji menyelidik
"Tidak!" jawabnya tegas.
Sakalamnji tidak tahu, bahwa kini tulip serta Dahlia sudah menemukan sebuah kamar yang menurut kedua nya sangat mencurigakan, ruangan tersebut tidak memiliki jendela samasekali, hanya ventilasi saja, namun feeling adik kakak itu kuat, dan sangat yakin, jika iris ada di dalam sana.
Dahlia mencoba mendorong pintu tersebut, namun terkunci.
__ADS_1
"Apa ku ketuk saja?" Dahlia meminta pendapat tulip.
"Coba saja, mana kita tahu siapa Yang ada di dalam," Balas tulip
Tok! tok! tok!
Suara ketukan pintu bergema, untung saja kamar tersebut berada jauh dari ruangan lainnya, yaitu terletak di ujung bangunan sebelah barat, seperti sengaja di isolasi.
Iris yang tengah berbaring terlentang seketika bangkit, dan berjalan ke arah pintu. Ia mengira bahwa sakalamanji lah yang datang.
"Hei kalamanji!!! keluarkan aku dari sini, cepat! Aku punya suami sekarang, dan aku belum menghabiskan waktu dengannya, kau tahu bukan? aku baru saja menikah kemarin!" teriak iris kesal
Dahlia dan tulip bertatapan,
"Kak iris, ini kami, Dahlia dan tulip," keduanya berucap sepelan mungkin itupun sambil celingukan, karena takut di ketahui orang lain.
Di dalam, kening iris berkerut, saat mendengar suara yang sangat pelan serta familiar diluar kamar itu.
"Seperti suara Dahlia dan tulip," gumam nya
"Dahlia, tulip, apa itu kalian?" tanya nya memastikan.
"Iya, ini kami, tapi pintu nya terkunci, kau bisa membukanya?" sahut dahlia dari luar.
"Dasar bodoh! jika bisa dibuka aku sudah kabur dari semalam," rutuk iris
"Gunakan kekuatan mu Dahlia, bukankah kau bisa menghancurkan semua yang berbentuk logam?" iris mengingatkan
"Ah kak iris benar, tulip, mengapa aku bisa lupa?" ucapnya menepuk jidat, sedangkan tulip hanya mengendikkan bahu.
"Sebentar, aku akan menghancurkan kunci pintu ini," Ucap Dahlia, kemudian ia memfokuskan kekuatan lalu menyalurkan energi penghancur logam ke kunci pintu tersebut.
Hingga tak lama kemudian kunci pintu tersebut meleleh dan langsung terbuka.
"Terimakasih, aku kira kalian tidak akan datang dan malah menghabiskan malam bersama suami kita," iris memeluk kedua adiknya merasa bahagia.
"Kamu fikir kita sejahat dan setidak waras itu?" Dahlia merasa tak percaya dengan apa yang keluar dari mulut iris, sedang kan sang ketua suku hanya terkekeh.
"Kalian berdua saja?" tanya iris
"Tidak! kami bersama Peony dan juga lily, suami kita juga ikut," balas tulip
"Benarkah, lalu dimana mereka?"
"Kami tidak tahu, kerena tadi berpencar saat mencarimu, tapi raja, kami suruh dia menunggu dihutan sana," kali ini Dahlia yang menjawab
Iris mengangguk, "Mari kita cari mereka, dan setelah itu langsung pergi dari tempat ini," ucapnya
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...