
Suara patahan kemudi yang dipaksakan untuk berbelok tajam terdengar bagaikan raungan kematian yang datang menjemput, kini, mereka bertiga hanya pasrah dengan keadaan.
"Arrrrgghhhh!!"
"Ayaahhh, maafff!"
"Aaaaaagggghhh!!"
Kemudian teriakan raja, Zayn, dan pak Bastian tak terdengar lagi, seiring kapal mereka yang sudah hilang dari permukaan akibat tersedot pusaran.
Kapal milik pak Bastian kini hanya mengikuti arus pusaran air yang semakin lama semakin dalam dan entah kemana, sang kapten tidak melihat adanya pusaran tersebut sebelum itu, karena semua terjadi dengan tiba tiba.
Ketiga orang tersebut berpegangan tangan dengan erat dalam gelap nan mencekamnya pusaran tersebut, gemuruh air serta suara suara laut yang menakutkan membuat suasana semakin tak karuan, mereka berusaha menahan nafas, dan berpegangan pada tiang tiang kapal.
Semua orang berusaha keras supaya tidak hilang kesadaran, meski keadaan mereka diambang kematian, Namun, dikarenakan kapal yang mereka tumpangi berputar putar mengikuti arus pusaran yang sangat mengerikan, serta menyeret nya semakin jauh kedalam, mereka pun putus asa, merasa tidak ada lagi harapan.
"Apakah ini hari kematianku?" bathin raja
"Momy, maafkan Zayn," ucap Zayn dalam hati
"Istriku, maaf, mungkin setelah ini kita akan berpisah untuk selamanya," pak Bastian meneteskan airmata
Bathin ketiganya bergejolak, pak Bastian serta Zayn sudah hilang kesadaran, namun tidak dengan raja, sebelum kegelapan menguasai nya, pemuda tersebut sempat merasakan tarikan pusaran yang sangat kuat itu berbelok, kemudian dengan samar ia seperti melihat sebuah dinding transparan, dan setelah itu raja benar benar tak ingat apapun lagi.
***
Krettekk!
Pyarr...
Pak Wiratama yang tengah menuangkan air panas kedalam gelas berisi kopi, tiba tiba dikejutkan dengan gelas yang tiba tiba pecah.
"Astagfirulloh, semoga ini bukan pertanda buruk," ucapnya terkejut, kemudian mengucap istighfar sambil mengelus dada.
Namun tiba tiba saja ia mengingat putranya yang sudah dua tahun tidak pulang, hanya pernah beberapa kali saja melakukan sambungan vidio call
Pak Wiratama bergegas mengambil handphone nya dan segera menghubungi raja, akan tetapi panggilan tersebut tak kunjung terhubung, fikirannnya kian dikuasai hal hal buruk.
"Raja, kamu dimana 'nak? tolong aktifkan telefonmu," gumam orang tua tersebut, yang terlihat sangat cemas, ia menggenggam ponsel nya kuat kuat, berharap sang anak akan menelfon balik
Namun harapn orang tua itu harus sirna, karena sudah beberapa lama menunggu, raja tak kunjung menelfon balik, kecemasan pak Wiratama semakin menjadi jadi, ia juga bingung entah siapa yang harus ditanyai. Karena setahu dia, raja pergi sendirian.
***
Sepasang netra mengerjap, Dengan perlahan kelopak itu terbuka, namun cahaya silau dari sang mentari, membuat ia refleks menutupinya dengan kedua tangan.
Pemuda itu mengerjap ngerjapkan lagi matanya, berusaha menyesuaikan cahaya yang masuk, dan setelah terbuka sempurna, Ia menyadari bahwa, hamparan pasir putih nan berkilau menjadi tempat nya berbaring saat ini.
"Ughh! ini dimana? apakah aku sudah mati?" seketika ingatannya berputar pada kejadian mengerikan yang baru saja dia alami
"Ah! mereka berdua dimana?!" pekik nya, dan ternyata itu adalah raja, ia yang pertamakali siuman.
__ADS_1
"Zayn!! dimana dia?"
"Pak, wiraaa!!"
Raja berteriak memanggil nama kedua orang tersebut
"Zayyynn!!"
"Pak wiraaaa!!"
Teriaknya lagi, raja berjalan menyusuri pasir putih itu, terasa sangat lembut ketika ia menginjak nya.
Raja menoleh, terlihat kapal yang ditumpanginya itu terdampar, dan hancur di beberapa bagian, namun ada hal lain yang membuat ia merasa sangat takjub, yaitu hamparan laut berwarna biru terang yang berkilauan, benar benar berkilau!
Dengan diiringi rasa penasaran yang tinggi, raja pun melangkahkan kakinya memasuki perairan tersebut, namun, sedetik kemudian netranya lagi lagi dibuat melotot takjub, sebab di bagian dalam air yang agak dangkal, terlihat terumbu karang yang berkilauan terkena pancaran sang mentari, ikan ikan cantik pun berenang mengelilingi nya.
"Wooahh, apakah ini alam setelah kematian? ataukah alam surga?!" ucap raja, saking takjubnya.
Bagaimana tidak? raja merasakan hal seperti itu, sebab, yang kini dilihatnya adalah hamparan laut tenang tanpa ombak, namun sangat jernih, sehingga bagian dalam nya terlihat jelas dari permukaan, dan satu hal yang paling menakjubkan adalah, sejauh raja memandang, semua terumbu karang itu berkilauan, bagaikan permata.
Saking takjubnya raja sampai lupa, bahwa kini dia harus mencari Zayn dan pak Bastian.
Hampir tigapuluh meter raja berjalan menyusuri pesisir, kemudian ia melihat seseorang yang dikenalnya dan masih tak sadarkan diri.
Raja berlari menghampiri
"Zayn! bangun!" raja mengguncang tubuh sahabat nya, namun sebelum itu ia terlebih dahulu mengecek denyut nadi pemuda tersebut.
Zayn mengerjap, "Raja! ini beneran kamu 'kan?!" pekik nya terlihat senang "Yang tadi kita lewati hanya mimpi 'kan, iya 'kan,?!" ucap zayn bertubi tubi, dengan histeris
"Zayn! tenangkan dirimu!"
Raja mengguncang kasar tubuh sahabatnya,
"Ta-tapi, raja, !"
"ZAYN!!" bentak raja.
Seketika Zayn terdiam, dengan nafas tak beraturan, netranya menyapu sekeliling.
"Raja, kita Dimana?" tanya nya melemah
"Aku sendiri tidak tahu Zayn, mungkin saja kita sudah dialam setelah kematian," balas raja asal
"Rajaa! aku percaya kita masih hidup!," teriak Zayn tak terima
"Sudahlah, daripada kau begini terus, lebih baik kita segera mencari pak Bastian," ucap raja, yang kemudian bangkit dan membantu Zayn berdiri.
"Dimana, barang barang kita, 'ja, ?"
"Entahlah, mungkin terbawa arus, atau mungkin disekitaran sini, aku belum mencari nya," balas raja
__ADS_1
"Nanti saja kita mencari barang barang itu, sekarang yang lebih penting adalah mencari pak Bastian," ucapnya lagi
Raja melangkah bersama Zayn, sambil memanggil nama pak bastian.
"Eh, coba kamu lihat disana ja, bukan kah lautnya terlihat indah, dan juga berkilau" kali ini Zayn yang dibuat takjub
"Kau benar Zayn, kau pasti tidak akan percaya ini," ucap raja
"Memangnya apa?"
"Dengarkan aku, terumbu karang yang kulihat di bawah sana, semuanya berkilauan, bagaikan batu permata!" papar raja
"Yang bener kamu," Zayn merasa sangsi atas ucapan raja
"Terserah jika kau tak percaya, kau bisa membuktikan nya sendiri nanti, namun sekarang, kita harus fokus mencari pak Bastian dulu," putus raja
"Oke," balas Zayn
Mereka kembali melangkahkan kaki, tak lama kemudian mata Zayn menangkap sesuatu di bawah tumpukan pasir
"Coba lihat itu ja!" tunjuk Zayn
"Astagfirulloh!" pekik raja
Keduanya berlarian, dan terlihat oleh mata kepala mereka, dua jempol kaki yang menyembul dari tumpukan pasir putih
"Cepat gali Zayn!" perintah raja yang sudah mulai menggali pasir putih itu
Dengan cepat mereka menggali, dan ternyata itu tubuh pak Bastian.
Mata raja membelalak, "Jangan Jangan..," ucapan raja terputus
"Belum pasti raja, kamu jangan berfikiran negatif, lihat itu!" ucap Zayn cepat
Ah, kau benar Zayn,"
Raja segera menyingkap sebuah tas ransel yang ternyata menutupi seluruh wajah pak Bastian, laki laki setengah baya itu masih hidup, namun seluruh tubuhnya terkubur pasir, raja menghembuskan nafas lega.
Lalu kedua pemuda itupun berusaha menyadarkan pak Bastian, dan setelah beberapa menit akhirnya berhasil.
Namun setelah pak Bastian membuka mata, tiba tiba matanya terbelalak.
"Zayn! raja! i-itu, dibelakang kalian!" pekik nya menunjuk nunjuk
"Ada apa pak?"
"Lihatlah, disana!"
Raja dan Zayn saling pandang, kemudian secara bersamaan mereka menoleh kebelakang
Tiba tiba...
__ADS_1
Arrghhhhhhh!!