Cupu Berubah Jadi Suhu

Cupu Berubah Jadi Suhu
Sentuhan yang raja nikmati


__ADS_3

"ARGGHHHHH!!"


"Peony, Peony, tolong! ini terlalu sakiiittt," Raja terus meracau disela sela teriakan nya.


Namun Peony tak bisa menghentikan nya, sebab itu bukan kehendak dia sendiri, dirinya juga merasa heran, sebab pelepasan nya terasa begitu lama, sedangkan sang suami sudah semakin lemas akibat kesakitan tiada Tara.


"Ma- maaf raja, tapi ini bukan kehendak ku, aku tak bisa menghentikan ini begitu saja, rasanya tubuh kita menempel begitu kuat," Balas peony terengah engah akibat kenikmatan hakiki dan juga merasa lemas secara bersamaan, tenaganya seperti terkuras habis oleh pelepasan yang tak kunjung berhenti.


Setelah beberapa lama kedua insan tersebut berteriak dan melenguh bersamaan di dalam kamar besar mereka, akhirnya kenikmatan serta kesakitan itupun berhenti setelah pelepasan panjang Peony selesai, keduanya ambruk dan terkulai lemas tak bertenaga, bahkan pasangan suami istri tersebut sampai hilang kesadaran, akibat kelelahan parah.


Selama raja dan Peony berada di dalam kamar, iris beserta saudari lainnya pun samasekali tidak berani untuk mengganggu, mereka membiarkan pasangan tersebut menyelesaikan apa yang seharusnya diselesaikan.


Namun ini sudah hari ketiga mereka berada di dalam kamar, dan belum pernah sekalipun keluar sejak hari itu.


"Iris, aku merasa khawatir dengan raja dan Peony, mengapa mereka lama sekali berada di dalam kamar," ujar Dahlia yang mengungkapkan kekhawatiran nya.


"Sebenarnya aku juga sangat khawatir, apalagi mereka bukan melakukan hubungan yang biasa, akan tetapi proses pemindahan kekuatan, apa sebaiknya kita masuk dan melihatnya?" iris menatap adik adiknya bergantian, seolah meminta pendapat mereka.


"Mungkin sebaiknya kita memang harus melihat mereka," pendapat Lily.


"Ya, aku setuju dengan Lily," tulip mengangguk tanda menyetujui pendapat kakak nya itu.


"Benar kita memang harus kesana, untuk memastikan mereka baik baik saja," Dahlia pun angkat suara.


Akhirnya setelah kesepakatan bersama, mereka berempat pun pergi mengunjungi kamar besar, untuk melihat dan memastikan bahwa suami dan saudari mereka baik baik saja.


Iris segera mengetuk kencang daun pintu kamar itu, berharap sang panghuni di dalam mendengar dan segera membuka kan nya, namun setelah beberapa lama, tidak ada tanda tanda pintu akan dibuka.

__ADS_1


"Dahlia, sepertinya ini akan menjadi tugasmu, cepat buka pintu ini, aku khawatir terjadi hal hal buruk pada mereka," pinta iris kepada sang adik, yang kemudia segera dilaksnakan.


Dahlia segera memfokuskan kekuatan nya untuk menghancurkan kunci pintu tersebut, lalu hanya dalam sekejap benda terbuat dari besi itupun langsung meleleh begitu saja setelah terkena sentuhan Dahlia.


"Iris, kita sudah bisa masuk kedalam," ujar Dahlia setelah selesai dengan tugasnya.


Sang ketua suku cantik itu pun mengangguk, lalu setelah itu ia masuk dengan mengajak saudari nya yang lain.


Pintu didorong secara perlahan, sebenarnya iris merasa ragu melakukan hal tersebut, sebab ia takut mendapati hal hal panas di dalam sana, akan tetapi rasa penasaran serta rasa khawatir lebih mendominasi saat ini.


"Apa yang...?" Iris menutup mulut tak percaya dengan yang dilihatnya, matanya membulat sempurna, terlihat sekali jika dirinya begitu terkejut


Iris hanya mematung dipintu kamar, sedangkan yang lain begitu penasaran, ketika melihat reaksi sang ketua hingga sampai seperti itu.


"Kak, ada sebenarnya?" Tanya Lily yang berdiri tepat di belakang tubuh tinggi iris.


"Iya, aku juga ingin melihat apa yang terjadi disana," Timpal yang lain.


Dengan tingkat penasaran yang tinggi kemudian Dahlia dan yang lainnya berdesakan dan berusaha untuk melihat ke dalam kamar.


"Ya ampun!" pekik Dahlia


"Ayo cepat kita kesana," ajak Lily


Akhirnya semua masuk kedalam kamar, sebab apa yang mereka lihat benar benar menakjubkan sekaligus mengkhawatirkan.


Bagaimana tidak? sebab kini di ranjang besar itu terlihat peony serta raja yang masih polos tanpa sehelai kain ditubuh mereka, dan yang membuat iris serta lainnya terkejut adalah, ternyata pasangan tersebut dalam keadaan tidak sadarkan diri.

__ADS_1


Ya, setelah pelepasan panjang Peony yang ternyata sampai sehari semalam, kedua pasangan tersebut langsung tumbang dan tak sadarkan diri hingga saat ini.


Itu berarti Peony dan juga raja sudah hilang kesadaran selama dua hari lamanya, proses pemindahan kekuatan melalui hubungan suami istri antara raja dan Peony memang luar biasa melelahkan dan menyakitkan untuk keduanya.


Namun hal yang paling luar biasa dan membuat iris serta yang lainnya takjub adalah, saat ini tubuh polos raja ternyata memancarkan cahaya keemasan yang begitu bersinar, tubuh putih bersihnya terlihat seperti berkilauan, belum lagi wajahnya yang jika diperhatikan dengan seksama semakin bertambah rupawan, sehingga siapapun yang memandangnya akan terpikat dan terpesona.


Begitupun dengan para istri raja, entah mengapa kini mereka semua merasakan debaran debaran yang begitu menggetarkan jiwa saat melihat keadaan suami mereka kini, bahkan iris merasa tak tahan dengan godaan berat seperti ini.


"Lily, tolong kau tutupi tubuh Peony dengan selimut itu," pinta iris yàng menggigit bibir bawahnya ,sedangkan kini dirinya sudah mendekat ke arah raja, jemari lentik itu segera mendarat ditubuh polos sang suami, disusuri dengan lembut penuh perasaan disetiap inci nya.


Namu ternyata bukan hanya iris yang merasa tak kuat menahan godaan ,ternyata yang lain juga merasakan hal yang sama, dan kini keempat wanita itu telah mengerubungi tubuh raja, seakan berlomba lomba untuk bisa menyentuh nya.


Tak lama kelopak indah milik raja bergetar, seakan merespon sentuhan sentuhan lembut yang dibuat oleh para istrinya, kemudian dengan perlahan lahan netra setajam elang itu terbuka sempurna, serta dengan jelas menangkap apa yang tengah terjadi, lelaki tampan yang kini telah menjadi pria sejati itu lantas tersenyum , kemudian secara tiba tiba ia bangkit, sehingga mengagetkan aktifitas yang dilakukan semua istri istrinya.


"Apa yang kalian lakukan pada tubuhku?" raja tersenyum menggoda, sambil bersedekap dada.


"Ah! ra- raja, maaf kan kami," iris dan yang lain refleks menarik tangan nya kembali dari tubuh raja, karena merasa kaget sekaligus malu, ketahuan oleh sang empunya tubuh.


Sedangkan bersmaan dengan pulihnya kesadaran raja, cahaya keemasan yang tadi berkilauan menyelimuti tubuh raja kini telah sepenuhnya hilang.


"Tidak apa apa, silahkan lanjutkan, aku saat ini begitu menikmati sentuhan sentuhan kalian," Ucap raja genit.


Tubuh raja memang sudah merasakan sensasi yang menggairahkan akibat sentuhan keempat istrinya, di saat ia pulih dari kesadaran nya tadi, sehingga kini ia malah menikmati hal itu.


"Apa yang kau rasakan, saat ini?" Tanya iris, yang kini sudah menghentikan kegiatan tangan nya.


"Jangan berhenti, dan aku akan bercerita tentang kondisi tubuh yang aku rasakan saat ini," pinta raja.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


__ADS_2