Cupu Berubah Jadi Suhu

Cupu Berubah Jadi Suhu
Mulai beraksi


__ADS_3

Iris benar benar merasa bosan, karena sakalamanji hanya mengurung nya dikamar, meskipun begitu, semua keperluan iris sangat diperhatikan oleh laki laki itu.


"Apakah mereka benar benar tidak akan datang?" tanya iris pada dirinya sendiri.


Saat ini fikiran wanita itu berkelana kemana mana, tanpa iris sadari, suami serta saudari nya yang lain kini tengah mengendap perlahan lahan di rumah sang kepala suku, demi menyelamatkan dirinya.


Dahlia, Lily, Peony, tulip, serta raja, sengaja turun agak jauh dari kediaman sakalamanji, mereka sadar tidak mungkin melawan laki laki itu tanpa persiapan apapun, hanya terdorong rasa peduli dan menyayangi iris, mereka nekat datang menyelamatkan .


"Ssstt..., kita harus berpencar untuk menemukan iris, dan berkumpul disini lagi nanti," Dahlia berkata dengan bisik bisik.


"Baiklah, kau dan Peony ke sebelah sana, sedangkan aku dan tulip akan mencari ke dalam," sambung Dahlia lagi mengarahkan.


"Aku?" tunjuk raja pada dirinya sendiri.


"CK! aku lupa sudah punya suami, lebih baik kau menunggu disini saja, untuk berjaga jaga," Ucap Lily, ia tak ingin raja tertangkap oleh penjaga rumah itu, atau bahkan bisa lebih buruk lagi. Bertemu dengan sakalamanji.


Raja tertunduk, ia merasa Tak berguna sebagai seorang laki laki, apalagi sekarang telah berstatus suami.


"Baiklah," ucapnya lesu, "Aku harus segera punya kekuatan," Tiba tiba semangat raja berkobar.


Para istri raja kini sudah bergerak menyusuri kediaman sakalamanji yang sangat luas, Dahlia dan tulip dengan sangat lincah bergrerak masuk kedalam, netra tajam mereka mengawasi setiap sudut ruangan itu.

__ADS_1


"Diam," Dahlia mencegah tulip yang akan menerobos masuk ke sebuah ruangan.


"Lihat disana! sepertinya sedang diadakan pertemuan," Bisik Dahlia, menunjuk sekumpulan laki laki di dalam ruangan tersebut.


"Baik, kita cari ke tempat lain, aku yakin iris ada di sebuah ruanga , di rumah ini," Tulip mengangguk, kemudian berbalik dan melangkah meninggalkan tempat itu, lalu diikuti Dahlia.


Sedangkan Peony dan Lily kini tengah mengitari bagian selatan rumah sakalamanji, disana terdapat penjara bawah tanah tempat para tawanan, mereka menyimpulkan, kemungkinan iris berada di sana.


Namun tidak semudah itu mereka bisa masuk, karena terdapat dua penjaga di pintu masuk. Dengan tubuh yang tinggi besar.


"Bagaimana? apakah kau mempunyai rencana cadangan, untuk menangani yang seperti ini?" Tanya Lily kepada adiknya


"Sepertinya otot kita butuh peregangan, mari lakukan dengan baik," Peony melirik Lily penuh arti.


Dengan langkah anggun dan menggoda kedua saudari itu berjalan mendekati kedua penjaga tersebut.


"Khmm.., permisiii," Peony berdehem kemudian menampilkan senyuman indahnya, dengan sangat manja.


Kedua penjaga tersebut menoleh ke sumber suara, dan seketika mata mereka membulat, kala mendapati dua orang gadis cantik menghampiri.


"Iya, siapa kalian? mengapa berada disini?" Salah satu penjaga menyelidik, namun tentu saja dengan ramah.

__ADS_1


"Kami tersesat saat berburu rusa dihutan sana, dan entah bagaimana bisa sampai di rumah megah ini," Kali ini Lily yang menimpali dengan gaya centil dan manja, sehingga membuat laki laki tersebut merasa tertarik kepadanya.


"Kasihan sekali, apa yang bisa saya bantu?" tanya laki laki itu


"Tolong antarkan kami kembali kehutan itu, disana ada keluarga yang pastinya sedang kebingungan mencari kami berdua," Peony memelas.


"Tapi kami sedang berjaga, dan tidak boleh ditinggalkan," Ucap seorang lagi, menolak permintaan Peony.


"Begitu 'ya," Lily menampakkan raut wajah kecewa.


Kedua orang tersebut merasa gemas dan tak tega, kemudian mereka pun mengiyakan permintaan Peony dan Lily.


"Aku ingin buang air kecil dulu disemak itu, kau pergilah dulu bersama kakaku," pinta Peony.


"Apa tidak apa apa?" tanya laki laki berbadan tinggi dan besar itu.


"Ya, pergilah," usir Peony


Setelah Lily dan para penjaga itu pergi, kini giliran peony yang bekerja, ia segera kembali ke penjara bawah tanah, dan segera turun untuk mencari iris.


Udara pengap segera menyambut kedatangan Peony disana, belum lagi kalajengking yang berkeliaran bebas, sehingga membuat Peony harus ekstra hati hati dalam melangkah, jika tak ingin disengat, ia menyusuri tiap sel yang dilewati, rintihan kesakitan dan permintaan tolong menyapa indra pendengaran nya, namun sekarang fokusnya mencari iris, jadi ia tak bisa menolong mereka. Meski nuraninya tak tega.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


__ADS_2