Cupu Berubah Jadi Suhu

Cupu Berubah Jadi Suhu
Sebuah peta


__ADS_3

"Raja! kamu kemana aja si? aku cari cari dari kemarin, sampe keder!"


Sambutan dari Zayn untuk raja, ketika pemuda itu sampai di penginapan.


"Darimana? pergi gak bilang bilang, gue fikir Lo digebukin orang lagi, mengingat tampang mu itu sangat polos," cerocos Zayn, ia benar benar mengkhawatirkan raja, karena saat pertamakali bertemu, pemuda tersebut dalam keadaan menyedihkan.


"Ah, panjang ceritanya, kau pasti tidak akan percaya jika aku bercerita," balas raja, sambil menghempaskan bokongnya di sofa


"Ceritakan padaku," pinta Zayn


"Buatkan es teh dong, haus nih," raja mengusap tenggorokan nya yang terasa kering, mungkin karena ia berlari dari toko kolor ke penginapan, untung saja jaraknya tak terlalu jauh.


"Ckk, okelah," meskipun berdecak Zayn tetap membuatkan nya.


Raja meneguk habis es teh buatan Zayn, rasa dahaganya pun hilang seketika.


"Terimakasih, kawan," raja tersenyum, puas


"Cepat cerita," uca Zayn tak sabar


"Ckk, baiklah,"


Kemudian raja menceritakan semua yang dialaminya, tak terkecuali pengalaman anehnya.


Zayn sampai melongo dibuatnya


"Yang benar kau 'ja," Zayn merasa tidak percaya, dengan cerita diluar nalar sahabatnya


"Nah, pasti 'kan, gak percaya," terserahlah, tapi pada kenyataan memang itu yang kualami


"Aku boleh melihat buku itu nggak?" tanya Zayn penasaran


"Boleh aja, nih, ambil," raja merogoh tas yang berisi buku tersebut. Kemudian menyerahkan nya kepada Zayn.


Zayn segera menerima buku tersebut, ia membolak balik sampul yang terlihat unik dan menarik, meskipun sedikit terlihat usang.


"Buku apaan 'ya, kamu udah melihatnya?" Zayn menatap raja, penuh rasa ingin tahu


Namun sayang raja hanya menggeleng.


"Aku belum sempat melihat isi buku itu," ucapnya kemudian


"Kalau begitu, bagaimana jika kita melihatnya sekarang? mumpung masih disini," usul zayn


Raja mengangguk setuju, akhirnya kedua pemuda itupun membuka lembar demi lembar buku tersebut.


Namun Zayn serta raja dibuat keheranan, sebab isi buku tersebut dari halaman pertama sampai halaman selanjutnya, hanya ada gambar gambar yang tidak jelas, dan ketika sampai dibagian tengah mereka seperti menemukan titik terang.


"Eh, ja, coba kau lihat ini," Zayn terlihat mengerutkan kening, sambil menunjuk gambar tersebut.


"Sangat aneh bukan?" raja menatap intens gambar dibuku itu


"Apa 'ya, ini?" gumam nya lagi


"Coba kau teliti dengan benar, potongan gambar ini dari halaman pertama sampai ditengah, terlihat seperti berhubungan satu sama lain 'kan, namun yang membuat bingung, di sini tidak tertulis keterangan apapun," ucap Zayn


Raja kemudian membuka ulang halaman pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya, hingga halaman tengah, kemudian ia mencoba menghubungkan nya, akan tetapi sangat sulit, karena lembar lembar itu menempel dalam satu buku.


"Apakah kita harus merobeknya?" raja menopang dagu, terlihat berfikir.


"Terserah kau, namun, jika melihat seperti ini, sepertinya memang harus dirobek," ucap Zayn, memberikan pendapatnya


"Ya sudah, mari kita robek saja," putus raja kemudian


Akhirnya ia merobek lembar demi lembar buku tersebut, dengan sangat hati hati.


"Sudah selesai, sekarang bagaimana?"


"Coba kita satukan gambar gambar tersebut, kau jangan sampai salah 'ja, dari halaman pertama sampai ke bagian akhir gambar, harus runut, supaya tidak salah,"


"Baiklah, baiklah," ucap raja

__ADS_1


Kedua pemuda itupun dengan teliti menyatukan halaman demi halaman.


"Ini gimana si yang bener, ke arah sana apa ke arah sini?" Zayn terlihat pusing menyatukan letak gambar tesebut, meskipun sudah jelas halaman per halaman nya, akan tetapi membuat gambar gambar tersebut menyatu dengan benar haruslah sangat teliti, jika ingin mendapatkan hasil.


"Coba, agak miring ke kanan Zayn, supaya ujungnya pas menyatu dengan gambar di halaman tiga itu," raja memberi arahan, otak raja memang encer dibanding Zayn.


"Oh, oke," balas zayn yang kemudian membetulkan letak gambar, dan setelah beberapa lama mereka bekerja sama, hasil akhir pun di dapatkan.


"Coba lihat Zayn, hasil yang kita dapatkan,"


"Menurutmu ini apa?" raja mengetes Zayn, padahal ia sendiri sudah menyimpulkan, jika melihat dari bentuknya.


"Entahlah, menurutku ini seperti...,"


"Peta sebuah pulau!!," ucap Zayn dan raja bersamaan, mereka berdua saling tatap, benak mereka penuh dengan rasa ingin tahu yang kuat.


"Bagaimana menurutmu?" tanya Zayn kemudian


"Entahlah, mungkin kita harus mencari tahu, pulau apa ini," balas raja lagi


Mereka berdua pun terlihat berfikir bagaimana cara mengetahui letak pulau itu.


"Lemot banget si! tinggal kita liat aja 'kan, titik koordinatnya," raja menepuk kening nya


"Ya udah, coba lihat lebih teliti, lagi, dimana letak nya,"


Keduanya pun memeperhatikan lembaran peta tersebut, mencari sebuah titik koordinat.


"Nah! ini lihat Zayn," pekik raja heboh, kala ia menemukan kan nya.


"Coba lihat, bukan kah ini berada dikepulauan ini?"


"Kau benar 'ja, ini memang berada disini, ditempat yang kita pijak," ternyata mereka baru menyadari, peta tersebut adalah peta sebuah pulau yang ada disana,


"Perhatikan di bagian tengah peta tersebut Zayn, ada sebuah titik merah muda disana," tunjuk raja


"Kau lihat?!"


"Bagaimana jika kita kesana sekarang?" usul raja antusias


"Oke, mumpung hari masih siang," Zayn menyambut usulan sahabat nya tak kalah antusias


Akhirnya setelah itu mereka pun segera membereskan barang barang nya, dan langsung pergi dari penginapan yang mereka sewa.


"Sekarang tujuan kita kemana dulu nih?"


"Mencari kapal atau heli, yang bisa kita sewa," ucap raja


"Whatt! waoow, nyewa heli atau kapal laut itu mahal broo! apalagi tempat yang akan kita datangi belum jelas," zayn melotot, merasa uangnya akan terkuras habis, jika melakukan hal seperti itu.


"Mending sewa speedboat aja lah," usul zayn memelas


"Justru karena itu, kita harus menyewa kapal atau heli, aku ingin puas menjelajahi, dan harus bisa menemukan pulau dipeta itu," ucap raja kekeuh


"Tapi uangku akan langsung habis rajaaa, meskipun buat bayar sewa kapal itu patungan," balas zayn lesu.


"Ah, sudahlah. Ikuti saja aku," timpal raja


Kemudian mereka pun melangkah ke tempat jejeran kapal.


"Woah, kapalnya bagus bagus ja," Zayn terlihat takjub dengan deretan kapal kapal tersebut, namun sedetik kemudian hatinya menciut kala membayangkan jumlah uang yang harus dikeluarkan


"Permisi pak," ucap raja sopan


"Iya, ada apa 'nak?" tanya si bapak tersebut


"Apakah kapal ini punya bapak?"


"Iya, itu memang punya saya, kenapa 'ya,?" bapak itupun mengerutkan keningnya


"Begini pak, saya Dan teman saya ini, ingin menyewa kapal ini, boleh?" ucap raja mengutarakan maksudnya.

__ADS_1


"Hanya kalian berdua? memang tujuan kalian kemana? dan lagi sewa kapal ini mahal, memang kalian punya uang?" tanya sang pemilik kapal lagi, matanya menelisik penampilan raja dan Zayn yang terlihat tidak meyakinkan, yang satu dengan gaya cupu, yang satunya lagi terlihat berantakan, tidak ada tanda tanda bau uang ditubuh mereka.


"Ckk, yang begini ni, yang suka menilai segala sesuatu hanya dari luarnya saja," ucap raja merasa kesal


"Ayo Zayn, kita cari kapal lain," ucap raja ketus, kemudian melangkah ke arah kapal yang terlihat paling menonjol, karena kapal tersebut paling bagus.


"Huh, belagu, gak punya uang saja sok banget, memang kalian mampu menyewa kapal itu?" ucap bapak tersebut mencibir.


"Permisi pak, apakah kapal ini milik bapak?" tanya raja.


"Iya, ini kapal saya, kalian mau menyewa?" tanya si bapak tersebut to the point


"Ya, saya berdua mau menyewa kapal bapak, bisa?"


"Tentu bisa dong, memang tujuan kalian kemana?" tanya si bapak lagi


Raja kemudian mengeluarkan peta miliknya, dan menunjukkan tempat yang ingin ia tuju, yaitu titik merah muda yang ada ditengah peta, "Ini tempatnya pak, antar kita berdua kesana," ucap raja menatap bapak pemilik kapal lekat.


"Hah! apa?! bukankah ini peta kepulauan ini, dan tempat yang kamu tuju seharusnya tidak ada dipeta," ucapnyaterlihat sangat kaget.


"Darimana kalian mendapatkan ini?" tanyanya terlihat gusar


"Memang kenapa 'pak?" raja balik bertanya


"Ishh, sudah lama sekali, mungkin ratusan tahun lalu tempat yang kalian tunjuk di peta itu telah dihilangkan, karena memang disana tidak ada apapun, malahan banyak pesawat terbang yang hilang dan tenggelam, tepat dibagian titik itu," jelas bapak pemilik kapal


"Sebentar,sebentar, bapak bilang ratusan tahun 'kan, darimana bapak tahu pernah ada tempat itu dipeta, memangnya bapak orang jaman kuno?" tanya Zayn yang merasa bingung.


"Keluarga saya telah turun temurun menjadi pelaut, dan saya punya satu peta seperti itu, diturunkan dari leluhur saya, memang sudah tidak terlihat jelas, akan tetapi kakek pernah bercerita, apabila ada satu titik berwarna merah muda tepat ditengah peta tersebut, dan ketika ditelusuri ternyata bukan tempat yang bagus untuk dikunjungi, lalu pemerintah pun menghilangkan kan nya dari peta, karena memang sangat berbahaya!," ucap si bapak panjang lebar


Raja dan Zayn terkesiap, namun mereka sudah sejauh ini, dan pantang untuk mundur kembali.


"Saya tetap mau menyewa kapal bapak, dan akan pergi kesana, tolong antar kami,"


"Waduh, saya tidak berani," tolak bapak tersebut


"Ayolah Paak," pinta raja memelas


"Berapa yang bapak minta?" tanya raja serius


"Duuh, bagaimana 'ya,?" bapak tersebut terlihat berfikir, ia masih ragu


"Limaratus juta, kalian sanggup?" tanya dia pada akhirnya, memberikan penawaran.


"Edan! duit gue tinggal seratus lima puluh juta, rajaa," Zayn ketar ketir


"Hahaha, mana sanggup mereka membayar jumlah sebanyak itu," terdengar ejekan dari pemilik kapal yang sebelumnya raja temui.


Raja mengetatkan rahang, ia merasa sudah sangat marah kali ini, tapi ia tak bisa melakukan kekerasan, salah salah dirinya yang akan terkapar seperti waktu itu.


"Baik deal, saya tambahkan duaratus juta sebagai bonus," ucap raja


"Benarkah?! terimakasih nak," ucap si bapak kegirangan


Mendengar hal itu Zayn tidak bisa menahan diri, ia pingsan kemudian.


"Ckk, malah pingsan," gumam raja


"Mana no rek bapa, saya transfer sekarang," ucapnya


Kemudian dengan senang hati bapak pemilik kapal memberikan no nya kepada raja.


Tak lama kemudian bunyi notif masuk ke handphone bapak itu, dilayar tertera sejumlah uang yang di transfer raja.


Bapak tersebut melompat kegirangan, mendapatkan uang sebanyak itu, sedangkan si bapak yang tadi mengejek hanya melongo dan merasa menyesal telah menolak raja.


"Andai aku tadi langsung menyetujui , pasti uang itu akan menjadi milikku sekarang," sesalnya


.


.

__ADS_1


__ADS_2