
Raja membolak balik sampul buku ditangan nya, terlihat sangat unik dan menarik, meskipun terlihat sedikit usang.
"Apa benar buku ini bisa memberikan aku petualangan yang hebat?" gumam raja, merasa ragu dengan ucapan pemilik toko buku tadi.
flashback
"Buku yang kau pilih cukup bagus,"
Seseorang tiba tiba muncul dibelakang raja dan berkata demikian
Terang saja raja tersentak kaget
"Be-benarkah?" tanya raja gugup
"Coba saja kau bawa buku itu, kau pasti akan mengalami petualangan luar biasa," ucap orang tersebut
Dan raja menyangka bahwa dialah sang pemilik toko
"Baiklah, aku mau membeli buku ini, berapa harganya?" tanya raja kemudian, sambil merogoh saku celananya dan mengambil dompet
"Tidak perlu, kau bawa saja, ini hadiah dariku," ucap nya lagi.
Setelah itu raja berterimakasih dan keluar dari toko tersebut
flashback selesai
Raja pun kembali ke toko yang tadi ia datangi bersama Zayn.
"Ckk, Zayn lama sekali sih, sebenernya dia beli kolor berapa kodi?" rutuk raja, yang merasa sudah terlalu lama menunggu, kemudian ia memutuskan untuk menyusul raja kedalam.
"Mana si Zayn? batang hidungnya aja gak keliatan," gumam raja sambil terus celingukan
"Permisi bang, mau beli kolor yang model apa? saya punya banyak koleksi model kolor, ada yang model kolor ijo, ada juga model kantong dorado, lucu deh! di bagian depan ada kantong ajaibnya, banyak juga model lain, Abang tinggal pilih aja," cerocos pelayan wanita dengan tubuh agak gembrot, seeta makeup tebal, raja juga dibuat geli karena tingkah genit nya, bahkan sampai merinding.
"Ah, eh, e-enggak, kolor saya sudah banyak, hanya mau mencari teman saja, soalnya dia sudah dari tadi belanja, tapi gak kelar kelar kayanya, sampai bosan nungguin dia," ucap raja, meskipun terbata karena merasa merinding, ia mengeluh juga
"Owh gitu, memangnya temen Abang yang mana?" tanya wanita itu, sambil celingukan mencari
"Entahlah, aku tak melihatnya, apa dia sudah pergi 'ya? tapi aku 'kan, hanya sebentar saja di toko buku," gumam raja, ia merasa bingung saat ini
__ADS_1
"Tunggu sebentar, coba sebutkan ciri fisik teman nya Abang itu," pinta si wanita pelayan
"Dia seorang laki laki tampan, wajahnya agak ketimur tengahan, rambutnya di ikat sebahu, hidungnya mancung, sedikit kumis tipis, badannya tinggi tegap, kulitnya bersih, dan memakai celana jeans serta kemeja kotak yang digulung tangannya, 'ah, iya, dia juga pake kacamata, meskipun dia beli di pedagang asongan tadi, dengan harga limabelasrebu," ungkap raja dengan sedetail detail nya
Pelayan toko sedikit berfikir, ia mengingat hari ini seperti tidak ada pembeli dengan ciri ciri yang raja sebutkan.
"Tunggu sebentar," ucapnya, kemudian ia berlalu pergi dari hadapan raja untuk mengecek cctv
"Hari ini tidak ada pengunjung dengan ciri ciri tersebut, coba rekaman hari kemarin," ucapnya lagi.
Rekaman hari kemarin pun berjalan, tepat di jam yang sama ia pun melihat pemuda yang sangat tampan, persis seperti ciri ciri yang raja sebutkan.
"Nah, ini ada nih, tapi bukan hari ini, melainkan hari kemarin, namun ciri ciri fisik serta pakaian nya sama perseis," gumam wanita itu kebingungan.
Namun wanita penjaga toko itupun memutuskan untuk memanggil raja kembali.
"Bang! kesini, ayo ikut dengaku," ajak si wanita tersebut, rajapun mengikutinya, karena menyangka ia akan bertemu Zayn
Namun ternyata ia di bawa ke ruang cctv
"Mengapa kesini?" tanya raja keheranan
"Sudahlah, ayo lihat ini," ucapnya menunjukan sesuatu di layar tersebut
Raja kemudian membetulkan kacamata tebal yang setia menempel di matanya, ia memfokuskan pandangan ke layar di depan nya.
"Ya, itu benar teman saya!" pekik raja, kala melihat tayangan Zayn yang tengah memilih milih kolor, padahal ditangannya sudah ada setumpuk
"Ah, ternyata benar yang itu," ucap wanita tersebut, terlihat sangat kaget
"Mengapa kaget begitu mbak, sekarang dimana teman saya itu?" tanya raja yang merasa heran dengan reaksi wanita pelayan tersebut, yang malah terlihat sangat kaget.
"Saya mau tanya sama Abang, apa benar Abang kesini hari ini bersama teman nya?"
"Iya, memang nya kenapa?" raja mengernyit
"Coba Abang sebutkan sekarang hari apa, tanggal berapa?"
"Ini kenapa sih, malah nanya nanya hal gak penting," raja sedikit kesal dibuatnya
__ADS_1
Namun tak urung juga ia menyebutkan tanggal dan hari, ketika diri nya dan Zayn belanja ke toko tersebut.
"Sekarang coba Abang tengok baik baik, layar di depanmu itu, lihat dengan sangat teliti," perintah wanita itu
Meskipun kesal raja tetap mengikutinya, dan seketika mata raja melotot sempurna, digosok gosok lah kacamata tebal milik nya itu, karena ia mengira kacamatanya yang salah.
"Ini pasti kacamatanya udah jelek nih, aku harus segera menggantinya," ucap raja lagi
Namun, meskipun berulang kali ia memelototkan matanya ke layar itu, tetap saja yang dilihat nya tak berubah, yaitu, tanggal serta hari yang tertera adalah hari kemarin! akan tetapi dengan jam yang sama.
Raja merasa syok, ia sungguh tak habis fikir.
Penjaga toko merasa kasihan dengan raja yang dikiranya sedang punya penyakit hilang ingatan sementara
"Abang masih inget alamat rumah gak? biar saya anter kesana," ucapnya prihatin
"Saya gak amnesia mbak! saya tahu jalan pulang, ke penginapan saya," raja menekankan, ia jengkel dituduh penyakitan.
"Nah, itu buktinya Abang, nyari nyari temen kesini, karena merasa sedang bersamanya, padahal sudah dari hari yang lalu," ucap si wanita itu ngotot
"Enggak kok! emang bener seperti itu, tadi pas dia masuk aku menunggu diluar, dan ketika sedang bosan menunggu aku melihat papan nama usang di gang depan itu, otomatis aku samperin dan melihatnya, ternyata sebuah toko buku yang sepertinya sudah tua, namun di dalamnya begitu luas, koleksi bukunya juga sangat banyak, malahan aku diberi satu oleh si pemilik toko" ucap raja keukeuh, sambil menunjukkan buku tersebut.
"Hah? toko buku?!" ucap si wanita pelayan membeo, bahkan ia merasa sangat heran dengan pemuda di hadapan nya ini
"Iya, toko buku di depan sana! masa mbak gak tau sih, dari sini juga kelihatan tokonya, meski di dalam gang," raja tetap ngotot
"Coba Abang lihat yang benar, ada apa di depan sana,"
Dengan rasa penasaran rajapun keluar, dan melihat ke arah depan toko itu.
Seketika raja melotot, "A-apa apa'an, sih ini?!" pekik nya, ia terkejut luar biasa
Raja melihat hanya ada jalan buntu, yang ternyata toko kolor tersebut adalah toko paling ujung, kemudian di sebrang jalan sana, samasekali tidak ada gang, ataupun toko buku.
Yang ada hanya hamparan luas, dengan semak belukar tinggi, kemudian ia juga melihat sebuah bangunan kuno yang sudah rusak parah, bahkan bangunan tersebut sudah dipagar besi pinggiran nya,mungkin supaya tidak rusak, karena bisa dipastikan dulunya itu adalah bangunan berharga. atau entah apalah, raja pun tak mengerti.
"Sebenarnya apa yang terjadi? dan dimana Zayn? apakah dia mencariku, atau tidak?"
"Arrgghhh!" teriak raja, ia merasa frustasi dengan kejadian diluar nalar yang dialaminya
__ADS_1
.
.