
Lama Zayn menunggu, hingga ia merasa bosan, kemudian karena rasa penasaran yang sangat tinggi laki laki itu pun segera keluar dari kamar dan berinisiatif untuk menemui melati.
Zayn melangkahkan kaki dan menyusuri setiap sudut rumah milik para istrinya, ya, dikarenakan ini hari special, keempat bunga pun dibebas kan dari tugasnya oleh Dahlia, selaku perwakilan iris, meskipun saat ini sang ketua suku tengah berada dalam cengkraman sakalmanji. Akan tetapi Dahlia tetap memikirkan mereka yang baru saja menjadi pasangan pengantin.
Tiba disebuah kamar dengan ukiran bunga melati di daun pintu, Zayn pun segera mengetuk nya.
Tak lama pintu tersebut pun terbuka, menampilkan wajah melati yang datar.
"Ada apa?" tanya nya
Zayn menggaruk tengkuknya, sungguh diluar ekspetasi, ternyata melati tidak seagresif istri istrinya yang lain.
"Emm..., apakah kamu...? emm.., ma-maksudku 'kan, kita baru menikah, apakah kau tidak mau menghabiskan malam denganku?" Tanya Zayn dengan kikuk.
"Apakah saudariku yang lain sudah menemuimu?" Melati menaikkan sebelah alisnya dan balik bertanya.
"Iya...," balas Zayn
"Jadi bagaimana? aku masuk ke kamarmu, atau kamu yang mau ikut denganku?" Tawar Zayn memberikan pilihan, saat ini tubuh nya memang sangat segar, bahkan seperti kelebihan energi.
"Tidak, kau tidak perlu masuk ke kamarku, dan aku pun tidak akan ikut kekamarmu,"
Zayn sungguh tak menyangka dengan jawaban istrinya, wanita itu sungguh menolak ajakan nya.
"Kenapa?" tanya Zayn menatap lekat melati.
__ADS_1
"Tidak apa apa, hanya tidak ingin, mungkin lain waktu aku akan mendatangimu," Jawab melati
"Sudah 'ya, aku mau tidur," Ucapnya lagi sambil menutup pintu kamar.
Zayn mematung didepan pintu yang sudah tertutup itu, Ada rasa kecewa dihati nya, sebab sikap melati sangat berbeda dengan ketiga istrinya yang lain.
"Sepertinya aku harus lebih berusaha," Gumam Zayn seraya melangkah pergi kembali ke kamarnya.
Zayn memang sengaja memilih kamar terpisah, itu dikarenakan ia takut ada keributan diantara para istrinya jika harus tidur satu kamar, maka dengan cara seperti inilah dirasa yang paling tepat.
Sedangkan dikamar, melati kini tengah merasakan jantungnya yang berdebar dengan sangat kencang, bukan tak ingin menghabiskan malam bersama suami tampan nya, akan tetapi ia masih merasa ragu dan malu, namun berusaha ditutupi dengan sikap cuek nya.
***
Di kediaman sakalamanji kini iris tengah sibuk menyusun rencana untuk melarikan diri, meskipun hal itu sepertinya sangat tidak mungkin dilakukan, mengingat kamar yang ditempatinya samasekali tak memiliki celah.
"Sial sekali, harusnya aku menikmati malam bersama suamiku," Rutuk iris
"Apa benar mereka tidak mencariku, dan malah bersenang senang? cih! lihat saja jika mereka seperti itu," ucapnya kesal.
Seketika ia teringat dengan ucapan sakalmanji yang memprovokasinya tadi.
***
Ditengah hutan kini seorang pria muda tengah menunggangi seekor naga, dengan diapit empat orang wanita cantik. Sebab sudah dua kali ia pingsan, bahkan tubuhnya sangat lemas.
__ADS_1
"Sudah kubilang, supaya kau tetap tinggal dirumah dan menemani ayah, kalau begini malah kita semua yang repot," Sungut lily
"Benar! padahal kau tidak perlu ikut untuk mencari kak iris jika merepotkan begini, Kami mengerti, kau orang baru disini dan tidak punya kemampuan apa apa," timpal Dahlia.
"Kau dengar ya, naga ini sangat baik, kau tak perlu takut padanya, dia tunggangan kak iris, dan kami semua bisa mengendalikan nya," Ucap Peony
Sedangkan tulip yang berada paling depan dan tengah mengendalikan laju naga tersebut hanya mendengarkan saja, ia fokus dengan tugasnya.
Raja tak mampu berkata kata, ia merasa energi telah terkuras habis, bagaimana tidak? Ini adalah hal yang sangat diluar akal sehat, Naga yang bersayap lebar dan bisa terbang tinggi, lalu mengeluarkan hembusan api dari mulutnya, juga bentuk yang menakutkan.
Saat pertamakali melihatnya saja ia langsung tak sadarkan diri, dan saat tersadar kembali akal sehatnya masih belum menerima apa yang dia lihat.
Namun karena keinginan serta rasa tanggung jawab yang kuat untuk ikut dalam misi penyelamatan iris sang istri pertama, raja tetap memaksakan diri, dan hal tersebut tak bisa dihalangi oleh siapapun, termasuk para istri lainnya, merekapun dengan sangat terpaksa mengajak sang suami.
Raja gemetaran begitu diperintahkan naik ke punggung naga yang bersisik dan kasar itu, tungkai kakinya lemas, keringat dinginpun membanjiri seluruh tubuh, hingga akhirnya ia benar benar ambruk tak sadarkan diri, lagi, untuk yang kedua kali.
Jadilah kini ia berada ditengah tengah antara Lily dan Dahlia, yang mengapitnya, ketika sang naga terbang, raja masih tak sadarkan diri. Hingga beberapa saat kemudian, perlahan lahan ia membuka mata, dan ternyata malah kena Omelan para istri.
"Aku terbang? aku benar benar terbang?" Ucap raja tak percaya, dengan yang dia alami sekarang.
"CK! buka matamu lebar lebar, kita memang sedang terbang," sahut Dahlia
"Kendalikan dirimu! kau ini suami putri kepala suku, bahkan istrimu menjabat sebagai ketua, tak pantas rasanya, kau takut dengan naga yang kita tunggangi ini," ujar tulip membuka suara.
Naga itu terbang tinggi, menembus kegelapan malam di atas hutan Greenwood. Dan tujuan mereka adalah suku kala, untuk menyelamatkan iris.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...