Cupu Berubah Jadi Suhu

Cupu Berubah Jadi Suhu
Pertarungan iris melawan kepala suku kala


__ADS_3

Peony beringsut turun dari pangkuan raja, keduanya merasa malu dan salah tingkah.


"Bisa bisanya, di saat genting seperti ini kalian malah berciuman," iris menatap tajam kedua insan tersebut


"Maaf," ucap keduanya lirih.


"Peony, raja, akan ada saatnya kalian melakukan hal itu, tapi nanti, bukan hanya kau dan Peony, akan tetapi bersamaku, Dahlia, Lily dan juga tulip, bersabarlah," ucap iris lagi dengan datar


Mendengar ucapan iris barusan membuat raja sangat malu, ia tertunduk di tempatnya duduk.


Blarr!


Blarr!


Diluar sana Sakalamanji tak berhenti melayangkan serangan nya, sang kepala suku kala terus mencoba untuk meruntuhkan dinding transparan itu.


"Ketua iris, bagaimana Ini? jika dibiarkan takutnya kekuatan dinding tersebut tidak akan bertahan," mawar sangat cemas dengan serangan bertubi tubi yang dilancarkan Sakalamanji


"Menghadapi ini kita harus tenang, dan yang utama adalah, fokus!" balas iris, dengan tatapan tajam ke arah luar.


"Baik ketua," Keempat bunga mengangguk patuh.


"Mawar dan gardenia, kalian ikutlah denganku keluar, kita harus menghentikan serangan orang itu!" ucap iris, ia tak bisa begitu saja diam menunggu di dalam pelindung, tanpa berbuat apapun.


"Bagaimana dengan kami?" sela kenanga dan melati


"Kau dan melati berjagalah disini, aku percayakan keluargaku dan seluruh warga desa kepada kalian, apabila terjadi sesuatu yang buruk kepadaku, pergilah ke tempat perlindungan, kau tahu tempatnya bukan?" iris berfikir jika dirinya tak mampu menghalau serangan Sakalamanji, dan kubah transparan tersebut hancur maka satu satunya tempat paling aman untuk suku bunga bersembunyi adalah ruangan bawah tanah di bukit bintang.


"Istriku, ijinkan aku ikut denganmu melawan mereka!" seru raja tiba tiba, ia merasa malu apabila hanya diam dan tak berbuat apapun.


Sontak saja perkataan raja barusan membuat semua orang menatapnya, dengan tatapan yang beragam, ada yang berfikir raja orang hebat, ada yang meragukan nya, ada juga yang bertanya tanya seberapa kuat kemampuan raja sehingga dengan berani ia ingin ikut serta melawan kepala suku kala yang terkenal kuat dan berkuasa.


"Seberapa kuat memangnya dirimu?" pertanyaan iris memang terkesan merendahkan, akan tetapi ia tidak ingin laki laki yang baru saja jadi suaminya itu celaka, sebab melawan sakalamanji serta tiga orang kepercayaan nya sama dengan bunuh diri, jika tak punya kemampuan apapun. Namun hatinya sedikit menghangat kala mendengar ucapan raja saat menyebut kata istriku.


Mendengar ucapan iris membuat raja menunduk dan terdiam.


"Maafkan kak iris raja, ia tak bermaksud merendahkan mu, kau tahu dia seorang ketua suku, rasa tanggung jawabnya sangat besar, Jika kau ikut keluar, maka nyawamu akan terancam, dan hal itu akan membuat fokus kak iris terganggu, kau tak mau 'kan, membebaninya?" Lily yang menyadari sikap diam raja langsung memberikan penjelasan, dia tak ingin timbul kesalah fahaman dihati sang suami kepada iris.


Raja menoleh ke sumber suara dan ternyata salah satu istrinya, kemudian ia mengangguk lesu,. "Iya, aku mengerti, siapa namamu?" tanya raja kemudian, dia lupa dengan nama istri cantik nya itu.


"Lily, ingat itu," ucapnya mendelik, wanita itu merasa tak senang, karena laki laki yang telah berstatus sebagai suami, ternyata melupakan nama nya.


Raja tersenyum kikuk, "Tentu, a-aku, akan mengingat nya," balas laki laki tampan itu.

__ADS_1


"Mawar, Gardenia! ayo!" seru iris, kemudian ia menekan sebuah tombol yang ada di gelang nya.


Kemudian...


Klekk!


Kubah transparan pun terbuka, bersamaan dengan itu ternyata Sakalamanji melancarkan serangan yang juga dibantu oleh ketiga bawahannya, mereka bekerja sama dan berusaha keras untuk meruntuhkan perisai yang melindungi kediaman kepala suku beserta seluruh warga nya.


"Menghindar!!" teriak iris yang berusaha secepat mungkin menghindari serangan dari Sakalamanji, untung saja ia sempat menutup kembali kubah transparan itu.


"SAKALAMANJI!!" Teriak iris murka, raut wajahnya mengerikan, tatapan mata membunuh ia hunuskan ke arah kepala suku kala tersebut.


"Hahahaha! kemarilah cantik, kau yang seperti itu membuatku semakin tergila gila padamu, maka sangat pantas rasanya, apabila kau menjadi istriku dan mendampingiku dalam memimpin suku KALA!" Tawa menggelegar Sakalamanji terdengar bak monster, sangat mengerikan juga memekakkan telinga.


"DIAM! Sentak iris, ia merasa sangat muak dan ingin segera menghabisi pria buruk rupa dihadapan nya.


"MAWAR! GARDENIA! SERAAANGG!!" teriak iris yang memberikan komando.


Kemudian kedua istri Zayn menyerang ketiga bawahan Sakalamanji, sedangkan iris sendiri melawan sang kepala suku.


Hiyaaa!


Mawar berteriak dan menyerang darga, ia melayangkan tendangan ke arah dada pria tersebut, kecepatan kaki mawar ternyata bisa dihindari oleh darga.


Tak sampai disitu, mawar yang merasa kesal karena tendangan nya berasil dihindari kini mengincar kaki pria tersebut, dengan sigap wanita cantik itu berjongkok dan menjadikan kedua tangan sebagai tumpun, ia berputar lalu kembali melayangkan tendangan nya dengan sangat cepat.


Bugh!


Duakk!


Duakk!


Arghh!


Saking cepat nya tendangan mawar, ternyata membuat darga tak bisa mengelak dan membuatnya tersungkur, hal tersebut dimanfaatkan wanita cantik itu untuk terus menyerang si pria dengan membabi buta.


Pertarungan mawar dan darga berlangsung sengit, begitupun dengan Gardenia dan kedua pria lainnya, wanita itu berhasil membuat mereka kewalahan.


"Hahaha! ternyata kekuatan mu lumayan!" teriak jatiman sambil menyeka darah di mulutnya, Gardenia berhasil membuat pria tersebut memuntahkan seteguk darah segar, kala ia menendang perut nya.


Sedangkan di dalam kubah Zayn dan kedua istri lainnya, yaitu kenanga dan melati menyaksikan pertarungan mawar serta Gardenia merasa sangat was was dan khawatir.


"Ternyata kedua istriku sangat hebat, ishh... tapi aku sangat khawatir dengan mereka," ucap Zayn yang kini berkeringat dingin, ingin rasanya ia ikut bertempur diluar sana, namun apa daya, jika tetap memaksakan diri, mungkin malah akan menyusahkan kedua istrinya itu.

__ADS_1


"Aku dan kenanga juga bisa bertarung seperti itu, andai tak diberi tugas untuk menjaga kalian disini, maka kami berdua akan membantu mereka disana," ucap melati datar, ada sedikit rasa iri dihatinya ketika mendengar pujian Zayn untuk kedua Kakak nya.


"Iya, tentu saja, kedua istriku ini juga pasti sangat hebat dalam bertarung," balas Zayn cepat, ia menyadari bahwa melati merasa tak senang dengan pujian yang diucapkan untuk mawar dan gardenia.


Kembali keluar...


"Terima ini, Sakalamanji!" Teriak iris, ia mengayunkan tangannya yang seketika mengeluarkan api, kemudian dihempaskan ke arah pria tersebut.


"Arghhhh! panasss!" teriak sakalamanji


Serangan iris sangat tepat sasaran, api tersebut mengenai bagian wajah Sakalamanji, sehingga membuatnya berteriak kepanasan.


Wanita itu tersenyum miring, merasa berhasil mengalahkan si kepala suku. Namun ternyata ia terlalu cepat menyimpulkan, sebab di saat yang bersamaan Sakalamanji mengeluarkan jurus nya, ia melumpuhkan iris, sehingga wanita tersebut tidak bisa bergerak samasekali.


"Sial," rutuk iris dalam hati, ia benar benar membatu saat ini.


Sedangkan kedua istri Zayn juga dilumpuhkan oleh ketiga bawahan Sakalamanji, mereka berdua terluka cukup parah.


Di dalam kubah semua orang sangat panik, terkhusus Zayn dan raja, juga para istri istri mereka.


"Kita harus bagaimana sekarang? biarkan aku kesana untuk menyelamatkan ketua, dan saudari kita," kenanga dan melati sangat cemas.


"Lalu bagaimana? apakah kita harus pergi ke tempat perlindungan sekarang?" tanya Dahlia kepada lily


"Sementara kubah ini masih bertahan, seprtinya kita belum perlu pergi kesana," balas Lily


"Sebaiknya kita keluar, dan tolong kak iris," sela tulip yang semenjak tadi tak tenang


"Jangan gegabah tulip! kak iris yang dianugerahi kekuatan hebat pun bisa dikalahkan, apalagi dengan kekuatan kita yang dibawah kakak!" Sergah Peony.


Keempat saudari itu pun terus berdebat, sehingga raja merasa pusing, hatinya meronta ronta ingin menyelamatkan iris, akan tetapi ia sadar diri, "Apalah aku ini, suami tak berguna yang tak bisa menolong istri nya," rutuk nya, ia merasa kesal kepada diri sendiri sebab tak bisa berbuat apa apa.


"Tolong, biarkan aku keluar dan menolong kakak kalian," pinta raja menatap satu persatu istrinya, ia merasa putus asa sekarang.


Namun ada hal yang lebih membuat raja ingin segera menolong sang istri, karena saat ini ia melihat Sakalamanji tengah menggendong iris dan membawa nya naik ke atas punggung kalajengking raksasa itu.


"Tidak! iris, HEYY BAJINGAN JELEK, MAU KAU BAWA KEMANA ISTRIKU SIALAN!" Teriak raja murka, ia berlari tanpa berfikir sehingga..


Cratt!


Arghh!


Raja terpental, saat ia menabrak dinding transparan itu.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


__ADS_2