Cupu Berubah Jadi Suhu

Cupu Berubah Jadi Suhu
Pertempuran


__ADS_3

Blarr! blarr!


Serangan demi serangan terus dilayangkan oleh Sakalamanji dan Mazingga sang kepala suku zigga, saat ini mereka tahu bahwa, suku bunga tengah kehilangan kekuatan nya, Sakalamanji berfikir Pasti akan sangat mudah untuk menaklukkan suku bunga saat ini, apalagi ia mendapatkan bantuan dari suku lain yang juga terkenal kuat.


Guncangan semakin dahsyat dirasakan, seiring dengan serangan yang membabi buta, warga suku bunga berlarian kesana kemari, kepanikan pun melanda.


Retakan kubah pelindung semakin terlihat, dan jika terus terusan diserang, maka tidak lama lagi akan hancur.


"Zayn! cepat halau mereka," teriak raja, yang kini sudah berada disamping Zayn.


"Ah, syukurlah kau sudah datang,"


"Cepat buka kubah ini, aku tidak bisa membalas serangan mereka jika tidak keluar dari dalam sini," ucap Zayn lagi.


"Baiklah," Kemudian raja menekan sebuah tombol yang ada di pergelangan tangan kekar nya, sama dengan gelang yang iris pakai.


Tak lama kubah terbuka, dan secepat kilat raja menyilangkan kedua pergelangan tangannya ke atas, luar biasa! serangan Mazingga dan Sakalamanji ternyata berbalik kepada mereka sendiri, raja pun sebenarnya belum mengerti dengan kekuatan yang baru dia miliki, akan tetapi insting menuntun nya kuat, sehingga dengan refleks ia melakukan hal tersebut.


Blarr!


Kala suku kala dan kepala suku zigga terpukul mundur, ledakan yang diakibatkan serangan mereka berbalik, dan ternyata mampu membuat kedua orang tersebut tersungkur hingga mengeluarkan seteguk darah segar dari mulut nya.


"DARGA! JATIMAN!" Cepat serang mereka.


Perintah Sakalamanji di tengah tengah rasa sakit nya, kemudian darga serta jatiman dan juga dua kepercayaan Mazingga yang bernama gara dan guzal, segera mengomando pasukan dari suku mereka masing masing untuk meruntuhkan satu satunya pelindung suku bunga, yaitu kubah transparan itu.

__ADS_1


"Raja! awas!" teriak Zayn, yang kini melihat pasukan kedua suku itu tengah melancarkan serangan.


Dengan sigap raja segera menutup kubah yang masih terbuka itu, disana keempat bunga para istri Zayn sudah bersiap melesatkan anak anak panahnya, begitupun dengan para pasukan suku bunga, kini mereka tengah bersiap menahan dan melakukan serangan balik kepada pasukan suku zigga dan juga suku kala.


"Zayn! komando mereka setelah aba abaku!" teriak raja.


"SIAPP!! SEKARANGG!" Teriak raja, memberi aba aba.


" PANAAAAAHH, LEPASKANN!!" Teriak Zayn.


Ratusan anak panah melesat, menghujani pasukan suku kala dan suku zigga, Yang tengah berusaha untuk menghancurkan kubah.


Suara teriakan para pasukan dari kedua suku tersebut menggema, seiring dengan tumbangnya mereka.


"Zayn! persiapkan pasukan pedang!" Teriak raja lagi. Sebab dirinya melihat para pemanah kewalahan.


"PASUKAN PEDANG! SIAAAAPPP!!!" Teriak Zayn berapi api.


SRINGG!!


Suara dentingan pedang yang keluar dari sarungnya terdengar menggema, kilatan benda tajam itu mampu membuat hati lawan menciut, namun sayangnya lawan suku bunga kali ini adalah makhluk berdarah dingin, dengan ukuran tubuh yang besar.


Sakalamnji tertawa lebar dan keras, kala ia mendapati salah satu pasukan suku bunga yang terlihat ketakutan, sebab capit kalajengking raksasa itu terlihat menakutkan, dan siap mencabik cabik mangsanya, belum lagi sengat yang berbisa diujung ekor panjangnya sudah melengkung sempurna, siap untuk menanamkan racun mematikan pada siapapun tanpa ampun.


Setiap orang kini sibuk melawan puluhan kalajengking raksasa itu, menggunakan pedang yang berkilat tajam.

__ADS_1


"KEMARILAH MAKHLUK JELEK SIALAN! AYO LAWAN PAK TUA INI!!" Suara lantang seseorang yang raja dan Zayn kenal terdengar nyaring, ia menggenggam sebilah pedang panjang yang terlihat mengerikan.


"Pak Bastian!!" seru raja dan Zayn bersamaan, mereka sangat senang bisa melihat orang tua itu, meskipun disaat seperti ini.


"Hai raja, Zayn," sapanya tersenyum, meski tangan nya kini tengah sibuk mengayunkan pedang untuk menebas kalajengking kalajengking tersebut.


"Aku senang bisa melihatmu lagi," ungkap raja jujur, memang setelah beberapa lama sejak hari pertama mereka tiba disuku bunga, baru kali ini mereka bertemu lagi.


"Aku juga senang, bisa bertemu kau dan Zayn lagi, sudahlah, mari kita habisi makhluk sialan ini terlebih dahulu, setelah itu kita bisa reunian lagi!" teriak pak Bastian, setelah mengatakan itu pak Bastian melompat ke punggung kalajengking itu lalu menebas ekor beracun yang hampir saja menyengat nya.


"RASAKAN INI, BEDEBAH!"


Slash! slah! Slash!


Tebasan demi tbasan ia layangkan.


"Woww!" Ucap Zayn serta raja takjub.


Keduanya sungguh tak menyangka, pak Bastian kini sudah berubah menjadi sangat hebat.


"Raja awass!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2