
"Ugh! aku suka kamu yang seperti itu sayang, garang! sangat pantas apabila menjadi pendampingku," Sakalamanji menyeringai, tangannya masih sibuk memainkan rambut iris dan sesekali diciuminya.
Saat ini iris tengah berada dikamar mewah milik Sakalamanji, disetiap sudut ruangan tersebut penuh dengan hiasan dari cangkang kerang yang berkilau bak permata, iris bisa menebak jika semuanya itu
diambil dari laut tenang, disebut demikian karena kenyataan nya laut tersebut memang sangat tenang, tanpa ombak samasekali.
Saat ini iris tidak bisa berkutik, seluruh anggota tubuhnya terasa sangat kaku, Hanya mulutnya saja yang masih bisa mengeluarkan suara, dan bisa dipastikan itu ulah Sakalamanji.
"Sial! bebaskan aku!" Gertak iris
"Tananglah sayang, tanpa kau marah marah pun aku akan membebaskan dirimu, tapi jangan harap kau akan kulepaskan," Ucapnya berbisik ditelinga iris dengan serungaian menyebalkan.
Sakalamanji kemudian membebaskan tubuh iris yang dia buat kaku, dengan sentuhan di beberapa titik tubuh wanita itu.
"Arrghhh! rasakan ini!" Iris berteriak dan melancarkan serangan terhadap sakalamanji, namun sayangnya hal itu dengan sangat mudah di tangkis oleh pria tersebut.
"Jangan kau macam macam denganku disini, kau harus ingat sedang berada dimana," Sakalamanji menarik iris kedalam dekapan nya, dan menekankan kata kata nya sebagai peringatan.
Iris meronta, ia merasa jijik di dekap seperti itu oleh Sakalamanji.
"Di sini, dikamar mewahku, kau bebas melakukan apapun, tapi jangan pernah berharap kau bisa keluar dari tempat ini. silakan menikmati semua yang telah kusediakan untukmu, karena seminggu lagi kau akan menjadi istriku,"
Sontak ucapan kepala suku kala barusan membuat iris terbelalak kaget, "Aku sudah bersuami! mana mungkin menikah lagi denganmu!" pekik iris tak terima.
"Meskipun kau sudah menikah, akan tetapi mudah saja bagiku untuk membuat mu berpisah dari suamimu yang sayangnya ku akui, dia memang tampan," ucapnya dengan enteng
"Lihat saja! suamiku, saudariku dan pengawal ku keempat bunga tidak akan tinggal diam, mereka pasti akan menyelamatkan aku dari sini!"
"Hahahaha, suami? saudari? kau yakin mereka akan menyelamatkanmu? hahahaha, ini adalah malam pengantin kalian, aku yakin, saat ini mereka tengah bersenang senang dan menikmati indahnya surga dunia, jadi mana mungkin mereka akan ingat denganmu," tawa Sakalamanji menggelegar, dengan sengaja ia mengejek iris dan memanas manasi wanita itu.
"Cih! Mereka tidak seperti itu! tunggu saja, suamiku pasti akan datang dan menyelamatkan aku dari tempat ini," iris tertegun, namun sedetik kemudian ia menyangkal semua ucapan Sakalamanji, meski begitu, tetap saja rasa cemas menelusup dihatinya dengan apa yang dikatakan pria tersebut.
Reaksi iris tertangkap oleh mata Sakalamanji, kemudian ia menyeringai, merasa berhasil mempengaruhi wanita itu.
Tok! tok! tok!
Suara pintu terdengar diketuk, sang kepala suku kemudian membuka pintu kamarnya tersebut. Dan ternyata bawahan nya yang datang.
"Ada apa?" tanyanya dingin.
__ADS_1
"Maaf ketua, diluar ada tamu," ucap nya memberitahukan dengan singkat.
"Baiklah, tunggu sebentar, kau boleh pergi sekarang," perintahnya.
Setelah bawahan nya berlalu, Sakalamanji pun langsung berjalan mendekati iris, yang tengah menatapnya tajam penuh kebencian.
"Jangan menatapku begitu, aku akan keluar dulu, nanti kembali lagi menemuimu disini,"
Sakalamanji keluar dan mengunci pintu kamar besar tersebut, ia sungguh tak ingin tawanan nya kabur, sedangkan di dalam kamar itu samasekali tidak ada celah untuk iris melarikan diri.
***
Dikamar pengantin Zayn..
Kini Zayn tengah merasa begitu cemas, ia mengibaratkan dirinya adalah seorang raja yang sedang menanti siapa yang akan mendatanginya terlebih dahulu. Atau bahkan ia harus melayani semua nya.
"Apakah aku akan sanggup jika melayani mereka bersamaan?" fikir zayn kemana mana.
Tak lama kemudian Suara pintu kamar terdengar di buka. Zayn terkesiap, entah mengapa ia merasa sangat gugup, dadanya berdebar kencang.
Dihadapan Zayn kini berdiri sosok wanita yang sangat cantik berbalut gaun sexy yang membuat jakun laki laki tampan itu turun naik, seluruh tubuhnya tiba tiba bergetar dan terasa panas oleh rasa yang bergelora, pertamakali ia melihat pemandangan wanita semenggoda itu.
Mawar tersenyum menggoda, kemudian wanita itu mendekat ke arah zayn lalu naik kepangkuan nya, seperti terhipnotis, sang suami hanya pasrah dan menikmati setiap sentuhan yang di berikan mawar, tak mau kalah, Zayn pun segera membalas dengan melancarkan serangan serangan mautnya sehingga. membuat mawar merem melek terpuaskan.
Hingga akhirnya kedua insan itu terkapar lemas dan merasa sangat puas.
"Kau sangat hebat Zayn," puji mawar, dengan kerlingan nakal nya, kemudian ia melahap bibir Zayn kembali yang kemudian disambut oleh pria itu.
Namun saat keadaan mulai memanas kembali, tedengarlah pintu diketuk dengan sangat kencang.
Mawar berdecak, lalu segera meraih pakaian dan berjalan dengan tergesa menuju pintu.
Klekk!
Pintu terbuka, dihadapan nya kini berdiri Gardenia yang berwajah masam, adiknya itu bersedekap dada.
Gardenia melihat penampilan mawar yang acak acakan dan terlihat kelelahan namun raut kepuasan begitu terlihat, ia merasa iri dan ingin segera merasakan hal yang dirasakan mawar.
"Kau ingat 'kan? istri Zayn bukan hanya dirimu?" ucapnya menaikkan sebelah alis.
__ADS_1
"Hmm, aku tahu," jawab mawar pendek.
"Tunggu apalagi? cepat minggir! aku mau menghabiskan malam dengan suamiku," usir Gardenia kepada mawar.
"Ya ,ya, sabar sebentar," namun Gardenia tak menggubris, ia menarik paksa mawar untuk segera keluar dari kamar, kemudian dengan cepat ia masuk dan menutup pintu rapat rapat.
Mawar berdecak kesal, meski begitu ia merasa puas.
"Siapa yang mengetuk pintu mawar sayang?" Zayn bertanya dengan mata yang tertutup, ia samasekali tak menyadari siapa yang datang, namun saat terasa seseorang naik keranjang ia mencium aroma berbeda dari mawar, dengan cepat ia membuka mata
"Ga-gardenia?" ucapnya gugup
"Iya, ini aku. Kau tidak lupa 'kan? denganku dan yang lainnya?" Gardenia memicingkan mata, ada rasa kesal dihatinya ketika mendwngar Zayn menyebut nama mawar, seistimewa itukah mawar bagi Zayn? fikir nya.
"Aku menuntut hak 'ku," ucap Gardenia
"Tentu saja sayang ku, kemarilah," Zayn merwntangkan tangan nya, kemudian Gardenia menghambur kepelukan suaminya itu, dengan penuh hasrat mereka saling melampiaskan apa yang sudah seharusnya dilakukan suami dan istri.
"Aku sangat beruntung, bisa merasakan kenikmatan ini, dua kali aku membuka segel," Bathin Zayn, namun kini ia merasa resah, sebab tubuhnya sudah merasa lelah, apakah aku akan sanggup melayani dua istri lagi.
Zayn dan Gardenia terkapar lemas, keringat membanjiri sekujur tubuh, nafas mereka ngos ngosan akibat pertempuran sengit yang sangat epik.
"Kau luar biasa Zayn, aku sangat puas," ucap Gardenia.
"Sayangku, terimakasih pujian nya, tapi bisakah kau menolongku?" tanya zayn memelas.
"Apa itu?'" Gardenia mendongak menatap wajah suaminya, kini ia berada di dekapan laki laki tersebut.
"Masih ada dua istri yang belum kupuaskan, namun tubuhku rasanya sudah lemas tak bertenaga, bagaimana tanggung jawabku terhadap kenanga dan melati?" keluh Zayn, mengutarakan keresahan nya
Gardenia tertegun, sebenarnya ia ingin menghabiskan malam bersama Zayn tanpa yang lain, akan tetapi ia tidak boleh egois.
"Baiklah, aku punya solusi untukmu," ucapnya mendesah pasrah.
Tak dikira senangnya hati Zayn, sebab mendapatkan solusi.
"Terimakasih Gardenia," ucapnya sambil mendaratkan ciuman mesra di kening sang istri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...