
Sungguh tak pernah raja duga, bahwa berhenti di tengah jalan dengan tiba tiba justru sangat berbahaya, ingin melanjutkan pun kini sudah terlambat, jadilah sekarang ia merasa pusing sendiri.
"Sungguh tak tahu malu, bisa bisa nya kalian tidak menyadari keberadaan kami," iris bersedekap dada dan menggeleng geleng kan kepalanya.
Sedangkan raja dan tulip kini bagaikan pesakitan yang tengah didakwa, mereka hanya mampu terdiam, sambil menetralkan irama jantung yang tak beraturan.
Antara malu dan merasa tak nyaman, sebab kegiatan tadi hampir menggapai puncaknya.
"Maafkan aku, ini bukan salah tulip, akulah yang tak bisa mengendalikan diri," Raja berujar, ia tak ingin para istri lainnya menyudutkan tulip.
"Aku tidak menyalahkan siapa siapa, hanya saja aku ingin menyampaikan sesuatu, namun sepertinya kedatanganku disaat yang tidak tepat, dan mengganggu kesibukan kalian," iris menatap raja dan tulip bergantian.
"Apa yang ingin kau sampaikan ?" Kedua alis raja bertaut.
"Peony! sebaiknya kau sendiri yang menyampaikan ini kepadanya," titah iris
"Hah?! mengapa harus aku, kau saja yang bicara," tolak Peony, ia enggan dan merasa malu jika harus menyampaikan pembahasan itu.
"Ckk, kau ini, padahal kau sendiri yang dititipkan kekuatan itu, maka kau harus bicara sekarang," iris berdecak.
"Sebenarnya apa yang ingin kalian bicarakan?" tanya raja merasa heran.
"Cepatlah kau bicara peony, aku takut ada yang terlewat jika bukan dari ucapanmu sendiri," desak iris dan yang lainnya.
"Baiklah, jadi begini raja," Peony mendesah pasrah, dan akhirnya ia pun mengungkapkan semua hal yang terjadi kepadanya, termasuk kekuatan besar untuk raja.
Raja yang mendengarkan penuturan sang istri hanya melongo dan tak percaya rasanya, jika ada seseorang yang tiba tiba saja memberinya kekuatan.
"Rasanya ini sangat mustahil, siapa juga yang mau memberiku kekuatan," ucapnya menyangkal.
"Tapi itu faktanya raja," ucap Dahlia cepat.
"Jadi kali ini, Peony lah yang akan menghabiskan malam denganmu," Sambung iris. "Maaf ya tulip, tapi ini semua demi raja," Sesal iris, sebenarnya ia merasa tak enak hati karena telah menghentikan kegiatan adiknya tadi.
"Iya, tak apa," balas tulip
"Kalau begitu kami akan pergi, bersenang senanglah kalian berdua, oh ya, kau dan Peony bisa memulainya sepeninggal kami, tak perlu menunggu malam," Goda Lily, sebelum keluar kamar, begitupun iris ia mengedipkan mata menggoda Peony dan suaminya.
Diluar kamar tulip tak hentinya jadi bahan godaan saudarinya yang lain.
__ADS_1
"Tulip, aku tak menyangka, kau bisa begitu sexy ketika sedang bergairah," Goda iris, sedangkan yang digoda kini tengah merasa sangat malu, ia hanya membuang muka.
"Iya benar, kau sangat sangat menggairahkan, dalam kondisi seperti itu," timpal Lily.
"Adik kecilku ternyata tak sepolos dahulu," kini gantian Dahlia yang menggoda adiknya itu.
"Isshhh, kalian Ini, berhentilah menggodaku, aku malu tahu!" tulip merajuk, karena terus terusan digoda kakak kakak nya.
"Iya iya, maaf," Iris dan yang lainnya tertawa cekikikan.
"Kita kira kekuatan raja nantinya akanseperti apa 'ya?" Ucap Lily tiba tiba, ia sungguh penasaran dengan hal itu.
"Entahlah," Balas Dahlia mengendikkan bahunya.
Keempat istri raja tersebut kini telah sampai di gazebo belakang rumah megah mereka, ya, meskipun kehidupan disana tidak mengenal teknologi, akan tetapi kehidupan mereka sangatlah mewah, kekayaan mereka melimpah ruah.
Mereka juga melakukan perniagaan seperti sutra, batu permata, dan logam mulia, Dan yang paling terkenal dari suku bunga dan selalu menjadi incaran suku lainnya adalah, laut tenang yang berkilau bak crystal, di kedalaman sana terdapat banyak harta, dari batuan permata, emas, mutiara, itulah sebabnya suku bunga memerlukan pemimpin laki laki yang sangat tangguh. Demi menjaga wilayah mereka dari serangan suku suku lain yang ingin merebutnya.
Kekayaan alam yang melimpah suku bunga juga selalu menjadi incaran, dan suku lain sangat beruasaha merebut serta menghancurkan nya. Namun usaha mereka tak pernah berhasil, sebab kekuatan sang kepala suku begitu kuat dan tak terkalahkan, belum lagi naga putih kebiruan milik iris akan langsung membakar habis, siapapun yang berani mengganggu.
Namun kini sang kepala suku sedang tak berdaya, dan tentu saja hal itu menjadi suatu kekhawatiran bagi suku bunga, sebab dalam keadaan seperti inilah mereka akan mudah ditaklukkan.
Iris dan saudari yang lainnya pun selalu berusaha menjaga keamanan dan kedamaian suku bunga, karena sekarang hal tersebut menjadi tugas mereka, beruntungnya para anak buah iris termasuk orang orang yang tangguh dan bisa diandalkan jika ada sesuatu yang berbahaya menyerang, hingga terbukti saat ini pun mereka bisa bertahan.
Kita tinggalkan iris dan saudarinya yang tengah menikmati waktu bersama di gazebo.
"Zayn! kau harus berlatih dengan keras" Seru mawar, yang kini tengah mengawasi sang suami berlatih, kegiatan lelaki tampan itu pun tak kalah sibuk dengan pak Bastian, sebab ia juga harus berlatih beladiri seusai latihhan memanah.
Rasa lelah tak dihiraukan, sebab ada empat istri cantik yang selalu menemani kegiatan nya, terkdang merek juga latihan bersama untuk terus mengasah kemampuan.
"Wah, kemampuanmu semakin hebat Zayn," Suara seseorang menegur . Yang ternyata adalah salah seorang pedagang sutera dan berlian antar suku yang sudah sangat berpengalaman.
"Ah, iya, ini berkat para pelatih yang hebat," tunjuk zayn kepada beberapa laki laki yang selalu setia melatih kemampuan Zayn dalam bela diri dan memanah.
"Pak lai mau kemana?" Tanya Zayn, yang kini melihat pria berperawakan tegap itu sudah duduk manis menunggang kudanya.
"Aku mau berdagang sutra dan perhiasan ke suku kuma jauh disana, kebetulan juga ada beberapa pesanan, Dari kepala suku, yang akan menikahkan putrinya," Ujar pak lai.
"Apakah suku kuma itu jauh," tanya Zayn penasaran.
__ADS_1
"Lumayan, menunggang kuda seperti ini akan memakan waktu, dan setelah itu pun kita harus menyebrang laut hitam, untuk bisa sampai kesana,"
Mendengar hal tersebut Zayn merasa tertantang untuk ikut, ia ingin tahu lebih jauh, sebenarnya dunia seperti apa yang sedang disinggahi saat ini.
"Pak lai, apa saya boleh ikut?" Tanya Zayn penuh harapan
"Kau mau ikut? tapi aku tidak yakin kau akan sanggup mengikuti perjalanan ini, ada banyak bahaya diluar sana, sedangkan ilmu beladiri dan memanah mu saja masih seperti itu," Ujar pak lai, ia tak ingin kerepotan nantinya.
"Benar kata pak lai Zayn, jika kau memaksa ikut, nantinya kau akan merepotkan dia," Timpal Gardenia, yang kemudian diangguki yang lainnya.
Zayn merasa kecewa, sebab ia ingin sekali ikut, dan menjelajahi dunia yang baru diinjaknya.
"Berlatihlah dengan giat, suatu hari nanti kau akan kuajak berdagang antar suku, sangat menyenangkan kalu kita mengenal banyak orang Zayn," Pak lai membesarkan hati Zayn yang memang lelaki itu terlihat kecewa.
"Semuanya aku pergi ya, semoga tidak ada para perusuh menghalangi jalanku," ucap pak lai, yang kini sudah memacu kudanya dengan cepat.
"Sudahlah Zayn, ayo kita makan dulu, kau butuh tenaga kuat bukan, untuk melayani kita nanti malam," Kenanga mengedipkan mata menggoda Zayn, mendengar hal itu tiba tiba semangat Zayn kembali menggebu, raut sedih dan kecewa yang tadi nampak kini sudah menghilang.
Sedangkan kini dikamar, raja serta Peony telah melakukan penyatuan, setelah sebelumnya mereka pemanasan dengan begitu bergairah nya, wajah cantik Peony kala sedang berkabut hasrat begitu sexy dan mnggoda, tak kalah dengan tulip.
Pergulatan mereka begitu panas, hingga belum ada yang tumbang, baik Peony maupun raja sama sama kuat dan menggebu gebu, namun ketika keduanya mencapai puncak kenikmatan, bersamaan dengan itu pula, tiba tiba tubuh raja seperti tersengat aliran listrik dan tulang tulang nya seperti dipatahkan, namun tidak dengan Peony, justru wanita itu merasakan kenikmatan pelepasan yang begitu lama, hingga ia melenguhh panjang sambil memeluk tubuh raja erat, akibat hal yang luar biasa itu.
"ARRGGHHHHHH!!!"
Teriakan panjang raja menggema dikamar besar itu, untungnya ruangan tersebut kedap udara, sehingga tiada siapapun yang mendengarnya, sangat berbanding terbalik dengan sang istri yang mendapatkan kepuasan luar biasa, ia justru merasakan kesakitan yang amat sangat hingga tubuhnya mengejang kuat, peluh bercucuran sampai membuat seprai sutra itu menjadi basah, dan anehnya sebelum pelepasan cairan kenikmatan Peony berakhir, raja pun tidak bisa melepaskan diri, seolah tubuh mereka berdua di lem kuat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...