Cupu Berubah Jadi Suhu

Cupu Berubah Jadi Suhu
Kepergok


__ADS_3

Crang! crang! crang!.


Suara pedang yang beradu terdengar nyaring, tiga anak buah terhebat ketua suku bunga kini tengah melatih pak Bastian. Pria itu bercucuran keringat, dibawah teriknya sinar matahari yang menyengat, selama berlatih ia samasekali tidak tahu apa yang terjadi kepada sang ketua suku dan juga raja, sebab tempat latihan berpedang berada jauh dari kediaman iris.


Ya, semenjak pak Bastian datang ke suku bunga ketika itu, ia langsung diperintahkan untuk latihan berpedang. Dan bukan hanya itu, pria tersebut juga diajarkan ilmu bela diri, sampai sampai waktu istirahatnya hanya sedikit.


Dan terbukti setelah beberapa lama ia berlatih dengan keras, kini kemampuan nya semakin meningkat, meski pak Bastian termasuk pemula dan samasekali tidak mempunyai dasar dalam berpedang maupun ilmu beladiri.


"Entah mengapa, aku merasakan kemudahan dalam menggunakan pedang, padahal tidak pernah sekalipun aku belajar tentang benda ini," Ucap pak Bastian ketika tengah mengistirahatkan tubuhnya.


"Kemampuanmu lumayan, kau cepat juga belajar ilmu pedang," ujar salah seorang yang melatih pak Bastian.


"Iya, ini berkat kerja keras kalian, terimakasih. Dan tolong, jangan pernah bosan untuk melatihku," Ucapnya tulus.


"Tentu saja, karena ketua langsung yang memintaku untuk melatihmu dengan keras, sampai kau mahir dalam menggunakan nya," Balas orang tersebut.


"Baiklah, cukup istirahatnya, kita harus lanjut berlatih," Ujar pelatih kedua.


Pak Bastian mengangguk, kemudian latihan pun mereka lanjutkan.




Sementara itu, keadaan raja pun kini telah membaik, berkat perawatan dari tulip, tulang iganya menyatu kembali dan telah pulih sepenuhnya, begitupun luka luka di bagian tubuh yang lain.



"Terimakasih istriku, kau telah merawat dan menjagaku dengan baik," Raja memandang sang istri dengan tatapan yang dalam. Sehingga membuat tulip menjadi salah tingkah dibuatnya.



"Sudah kewajiban ku, lagipula yang merawatmu bukan hanya aku, akan tetapi bergantian juga dengan istrimu yang lain," ucap tulip.



"Iya, kalian memang istri istri yang baik, tapi kau yang selalu disini bersamaku setiap waktu," Raja mendekat, dan menggenggam erat tangan sang istri.


__ADS_1


Berada sedekat ini dengan raja, membuat jantung tulip berdebar tak karuan, apalagi tatapan laki laki berwajah tampan rupawan itu seperti menghipnotis dan membuatnya seperti patung.



"Tulip...,"



Suara lembut dan syahdu milik raja membuat tulip merinding seketika, dan sukses menciptakan sebuah rasa yang begitu berbeda.



"Tulip, istriku, heii...," kembali raja memanggil sang istri dengan suara syahdu nya, namun kali ini raja menyentuh pipi sang istri begitu lembut, dan tentu saja hal tersebut membuat wanita itu semakin tak karuan.



"i-iya, aku mendengarmu," Tulip menjawab dengan gugup.



Raja menatap tulip dengan intens, netranya menelusuri setiap inci wajah cantik sang istri, perlahan ia semakin merapatkan dirinya, kemudian ditangkup dan disusuri wajah cantik itu dengan jemarinya.




Lelaki tampan itu tersenyum menawan, diraihnya tengkuk tulip dengan begitu lembut, dan sebuah ciuman pun raja hadiahkan dengan begitu mesra nya.



Tulip sama sekali tak menyangka, akan serangan raja, awalnya ia tegang, namun lama kelamaan ia begitu menikmati ciuman sang suami, yang semakin dalam serta dipenuhi gairah yang menggebu.



Lama keduanya terhanyut dalam kegiatan itu, meskipun belum terlalu jauh, akan tetapi tangan raja sudah bergerilya kemana mana, yang mana hal tersebut membuat tulip mengeluarkan suara suara erotis, hingga dadanya pun naik turun, akibat gairah yang tercipta.



Tiba tiba...

__ADS_1



Klekk!



Pintu terbuka, dan ternyata itu adalah iris beserta lainnya, mereka ingin melihat keadaan raja, sekaligus memberitahukan tentang Peony yang akan pertamakali menghabiskan waktu bersama suami mereka, namun kenyataan panas yang malah mereka saksikan. Dan hal itu membuat mereka menelan ludah dengan susah payah, keempat istri raja hanya terpaku melihat keintiman tulip bersama raja.



Raja dan tulip rupanya belum menyadari keberadaan para istri yang lain, sehingga kegitan tetap mereka lanjutkan, dan saat ini gairah sepasang suami istri itu tak dapat dibendung lagi, raja hampir saja melepaskan kain sutra yang menjadi penutup tubuhnya dan tulip, jika saja iris tidak segera berteriak.



"BERHENTIII!!!"



Teriakan iris menggema, sehingga dengan otomatis raja dan tulip tersadar, jika diruangan tersebut bukan hanya mereka berdua.



"Sa-sayang!"



"Kakak!"



Kedua insan yang tengah dimabuk kepayang itu pun begitu terkejut, lalu dengan segera memisahkan diri.



...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...



...----------------...

__ADS_1


__ADS_2