
"Ckk, si Zayn ini, menyusahkan sekali, kenapa juga mesti pingsan," raja merutuki sahabatnya, yang masih belum sadar, dengan susah payah ia dan pemilik kapal tersebut menggotong Zayn naik ke kapal, kemudian membaringkan nya disebuah sofa.
"Kapal ini sangat besar dan luas, meskipun terasa sangat sepi karena cuma kami bertiga, akan tetapi aku bisa puas bereksplorasi," netra pemuda cupu tersebut menyapu seluruh interior kapal, yang terlihat sangat cantik.
"Zayn! bangun kamu, oii, Zayn," raja menepuk nepuk pipi sahabatnya
"Eungghh,"
Tak lama kemudian usaha raja berhasil, Zayn terdengar melenguh, itu pertanda bahwa dia telah siuman.
"Akhirnya kau bangun juga," ucap raja ketika melihat Zayn membuka matanya
"Raja? ini dimana?" tanya Zayn
"Di dalam kapal, ngapain juga kamu pingsan tadi?" ucap raja, merasa sebal.
"Apa?! maksudmu kapal yang tadi? aduuh rajaaa, meskipun uang yang kupunya kuserahkan semua padamu utuk menyewa, terus sisanya kita bayar pake apa?" Zayn merasa seluruh tubuhnya lunglai
Selama Zayn bersama dengan raja, ia samasekali tidak mengetahui kekayaan sahabatnya itu, karena memang gaya hidup raja terlihat biasa saja, malahan dirinya yang selalu royal.
"Kau tenang saja, semuanya sudah kubayar lunas, uangmu bisa kau simpan dengan aman," ucap raja santai
Zayn dibuat melongo mendengar pernyataan raja barusan
"Darimana kau punya uang sebanyak itu?" jiwa kepo Zayn meronta ronta
"Uang tabunganku lah, sudah sudah, yang penting perjalanan kita ini lancar," raja tidak ingin Zayn semakin menyelidiki nya
__ADS_1
"Gila gila, seberapa banyak uang jajan dia? sampai sampai bisa menabung sebanyak itu?" Zayn bertanya tanya dalam hati
"Semua aman kapten?" tanya raja saat menghampiri bapak pemilik, yang tengah mengemudikan kapalnya.
"Aman," balasnya diiringi senyuman tulus
Raja mengangguk dan mengacungkan jempolnya
"Zayn, kita lihat sunset 'yuk"
"Oke " Zayn mengangguk, kemudian melangkah, mengikuti raja
Keduanya pun kini tengah duduk menikmati matahari terbenam, terlihat sangat indah dan memanjakan mata, raja serta Zayn segera mengabadikan momen tersebut.
***
Malam telah menjemput, matahari kini telah digantikan oleh sang rembulan yang bersinar indah, langit malam yang terbentang luas pun kini telah dipenuhi dan dihiasi bintang bintang bertaburan.
"Nih, kopi buat kamu," tiba tiba zayn menghancurkan semua khayalan indah raja.
"Ish, kau ini, mengganggu ku," raja mencebik
"Ya sudah, kalau gak mau," Zayn menarik kembali kopi yang disodorkan, kemudian hendak melangkah pergi.
"Eits, barang yang sudah diberikan, pantang untuk dibawa kembali," raja bangkit dari rebahan nya, kemudian gelas kopi yang hendak dibawa Zayn, diambilnya.
Dalam sekali tegukan, kopi itu pun tinggal setengah saja kini.
__ADS_1
"Dasar, katanya mengganggu, ternyata mau," ledek Zayn.
"Sudah seberapa jauh kita berlayar Zayn?" raja mengalihkan pembicaraan
"Entahlah, sepertinya, kita harus bertanya kepada kapten kita," balas Zayn
"Janganlah, jangan terlalu sering mengganggu dia, biarkan saja ia fokus dengan kemudinya, aku jadi menyesal, mengapa tadi tidak mengambil seorang guide 'ya?" keluh raja yang terlihat sangat menyesal
"Mana kutahu," balas Zayn, mengendikkan bahunya
Tengah asyik mengobrol tiba tiba sang kapten berteriak
"Pusaran aiirr! kalian berdua! cepat kemari dan bantu aku,"
Raja dan Zayn terkesiap, mereka melongok kebawah, dan sekitar tiga meter di depan sana, terlihat pusaran air yang terlihat mengerikan
"Cepat! kapal ini mulai tersedot, bantu aku memutar kemudi ini, aku kesulitan," teriak sang kapten
"Baik!," ucap Zayn dan raja bersamaan
Merka berdua berlari ke ruang kemudi dan membantu pak Bastian (nama kapten kapal) memutar kemudi, tubuh Zayn gemetaran, begitupun raja, namun ia tetap berusaha tenang.
"Iniilah sebabnya, saya menolak untuk mengantar kalian tadi! ini titik berbahaya, terbukti 'kan, disini tidak ada apapun, selain pusaran air yang mungkin akan menjadi kuburan kita," ucapan pak Bastian terdengar putus asa, karena kapal semakin terbawa arus pusaran, meskipun mereka berusaha sekuat tenaga membelokkan kemudi.
Pletakk!!
"Tidaakkk!!" teriak mereka bertiga
__ADS_1
.
.