
Di penjara bawah tanah seorang wanita cantik yang telah menyusuri hampir seluruh sel merasa khawatir, sebab apa yang dicarinya ternyata tidak ada sana.
Trang! Trang! Trang!
Terdengar jeruji besi yang dipukul pukul, netra Peony menyapu seluruh ruangan yang terasa pengap dan busuk tersebut, ia mencari dari mana suara itu berasal.
Trang! Trang! Trang!
Lagi lagi suara itu terdengar, Peony pun mendengarkan dengan seksama, dan ternyata berasal dari sel paling ujung setelah belokan yang ia pijak.
Perlahan wanita cantik itu melangkah, lalu menghampiri sel tersebut. Seorang pria tua dengan pakaian compang camping serta badan yang sangat kurus, bahkan hanya terlihat seperti tulang dibungkus kulit. Menyapa indra penglihatan nya, keadaan orang tersebut sungguh sangat menyedihkan.
"Apakah kau yang memukul mukul besi sel ini?" Tanya Peony menatap pria tua itu tajam.
"Iya...," balas nya lemah
"Apa tujuanmu?" Tanya nya lagi
"Aku ingin menitipkan sesuatu padamu, Ulurkan tanganmu dan terimalah," Piinta pria tua itu lemah.
"Menitipkan apa, untuk siapa?" Peony mengernyit tak mengerti.
"Kemarikan tanganmu, rasanya aku sudah tidak kuat, cepatlah," desaknya lagi
Meskipun ragu, akhirnya Peony mengulurkan telapak tangan nya. Dari sela sela jeruji besi yang berkarat itu.
Grepp!
Peony tersentak sebab tangannya Di genggam kuat oleh pria tua itu, istri raja tersebut tersentak kaget, kemudian dengan refleks menarik kembali tangannya.
Namun usahanya sia sia, sebab tak lama kemudian ia merasakan seluruh tubuhnya seperti tersengat aliran listrik, begitupun dengan tubuh pria tua itu, yang memancarkan cahaya putih kebiruan, dan tak lama kemudian tubuh tersebut semakin memudar, seiring dengan energi yang hampir seluruhnya berpindah ke tubuh Peony.
Peony bergetar dan mengejang, akibat sengatan dahsyat itu, tubuhnya berkeringat hebat, ia merasakan kesakitan yang luar biasa.
__ADS_1
Ditengah tengah dirinya menahan semua rasa sakit itu, tiba tiba saja ia kembali dikejutkan oleh menghilangnya tubuh pria tua tersebut dari hadapan nya.
"Hah?! apa ini sebenarnya? Harrrgghhhh!!" teriaknya kesakitan.
"Kutitipkan kekuatan itu kepadamu, berikan kepada lelaki yang menjadi Suami mu kini, dia yang berhak menerima nya, namun cara untuk memberikan kekuatan tersebut hanyalah dengan berhubungan suami istri," Ucap suara si pri tua terdengar samar, sebelum ia benar benar menghilang.
Saat pria tua itu menghilang, ternyata bersamaan dengan berhentinya rasa sakit yang dirasakan Peony.
"Aku merasa lelah dan lemas," ucap Peony menyeka buliran keringat di dahinya, kemudian ia memaksakan diri untuk berjalan dan pergi dari tempat busuk itu.
Wanita itu berjalan tertatih tatih, dan hampir ambruk, jika saja sepasang tangan tak segera menahan tubuhnya.
"Peony! kau kenapa?!" pekik Lily panik, karena mendapati adiknya dengan keadaan seperti itu.
"Lily, untunglah, tolong bantu aku keluar, tubuhku rasanya lemas sekali," ucapnya lemah
"Sebenarnya ada apa ini?! ceritakan padaku!" pinta Lily.
Lily mengangguk mengerti, kemudian memapah tubuh Peony keluar dari penjara bawah tanah itu.
Sedangkan kini, iris, Dahlia, dan tulip tengah mengendap ngendap dan berusaha keluar dari dalam rumah sakalamnji yang sangat luas, mereka harus sangat berhati hati, sebab banyak bawahan sang kepala suku kala yang tengah berjaga.
"Sstt! kita lewat sana, penjagaan nya tidak terlalu ketat, hanya ada dua orang yang harus dilumpuhkan, itupun jika kita tertangkap," bisik Dahlia. Yang diangguki dua saudarinya.
Ketiga wanita cantik itupun berjalan kebelakang bangunan tempat pertama kali Dahlia serta tulip masuk, disana mereka juga janjian dengan Peony dan Lily untuk kembali berkumpul di titik tersebut.
"Hati hati," bisik tulip, ia melihat dua penjaga itu tengah berdiri tegap.
"Bagaimana caranya kita lewat?" Dahlia dan iris bertanya tanya.
"Tenang, aku punya ini," tulip menyunggingkan senyuman yang mencurigakan.
Bungsu dari lima bersaudara itu mengeluarkan sesuatu dar dalami tas mutiara yang selalu dibawanya.
__ADS_1
Satu bungkus kecil serbuk berwarna biru ia tiupkan ke arah para penjaga tersebut, sehingga kedua orang pria itu langsung tak sadarkan diri begitu menghirupnya.
"Ayo pergi, Cepat!" tulip mengomando, yang kemudian diikuti Dahlia dan iris.
Merka berlari menyusuri bagian belakang bangunan itu, dari kejauhan ketiganya melihat dua orang yang tak asing, namun terlihat ada yang aneh.
"Dahlia, bukankah itu Peony dan lily?" Tanya iris memastikan.
"Sepertinya iya, tapi ada apa dengan Peony 'ya, mengapa ia dipapah seperti itu?" jawabnya dengan bertanya tanya.
"Lebih baik kita hampiri sekarang," ajak iris
Kemudian ketiganya pun menghampiri dua saudari yang lainnya.
"Lily, ada apa dengan Peony?" tanya iris
"Aku belum tahu, dia tak bercerita apapun, keadaannya sudah seperti ini saat aku menemukannya di penjara bawah tanah," Lily menjawab apa adanya.
"Nanti aku akan ceritakan, lebih baik kita kehutan menemui suami kita disana," Ucap Peony.
Semuanya saling tatap, kemudian mengangguk setuju.
Mereka berjalan tergesa meninggalkan kediaman megah suku kala, dan berharap tak ada siapapun yang memergoki.
Namun harapn hanyalah tinggal harapan, saat tiba tiba saja ada sesuatu hal yang tak diharapkan menghadang mereka.
Tktkkretekk! tktkkretekk!
"Argghh...mmm, mmmm, !" tulip berteriak, akan tetapi dengan cepat iris membekap mulut adiknya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1