
Slash!
Pak Bastian dengan cepat menebas ekor kalajengking, yang hampir saja membuat raja kehilangan nyawa nya. Lelaki tampan itu tengah sibuk melawan pasukan suku zigga yang mengeroyoknya, sehingga ia tak sadar akan serangan makhluk besar dan mematikan tersebut.
"Hampir saja," ucap pak Bastian lega.
"Terimakasih, lain kali akan kubalas pertolonganmu tadi," teriak raja sembari mengayunkan pedangnya yang beradu nyaring dengan milik para pasukan suku zigga dan juga kala.
Sedangkan kini di dalam kubah, kelima istri raja beserta warga suku bunga tengah serius menyaksikan pertempuran luar biasa itu.
"Iris, bagaimana jika kubah pelindung ini hancur?" Tanya Peony cemas.
"Maka kita akan melindungi tempat ini, dan juga semua wilayah yang menjadi bagian dari suku bunga, dengan sekuat tenaga sampai titik darah penghabisan," balas iris mantap.
"Lalu, apakah kita harus keluar sekarang, dan membantu mereka?" Celetuk Lily, yang memang merasa tak tenang.
"Tidak, kita diam dan lihat saja dulu, apakah ketiga orang asing itu sesuai dengan penglihatanku sebelum mereka tiba disini," cegah iris.
"Lebih baik sekarang kita fokus untuk melindungi warga dan juga tempat ini," Ucap iris lagi.
__ADS_1
"Baiklah, kami ikut saja apa kata ketua," kali ini dahlia yang bersuara.
Pertempuran suku bunga melawan suku kala juga suku zigga masih terus berlangsung hingga sehari semalam pun belum juga usai, kedua suku yang bersekutu itu ternyata cukup sulit untuk dikalahkan, rasa lelah mendera belum lagi banyak dari pasukan suku bunga yang terluka.
Di saat raja, Zayn, pak Bastian, keempat bunga dan juga pasukan lainnya tengah bertempur beradu pedang ternyata Sakalamanji dan Mazingga kini tengah berkeliling mencari titik terlemah dari kubah pelindung besar itu.
"Mazingga, aku yakin ada titik paling lemah dari kubah ini, kita harus menemukan nya, dan mari beri kejutan untuk mereka," Ucap Sakalamanji dengan seringaian jelek nya.
"Mari temukan itu sekarang," Balas mazingga, yang kini sangat bersemangat, sebab dalam angannya ia berkhayal, tentang laut yang penuh dengan harta karun itu akan menjadi wilayah kekuasaan nya, apabila berhasil membantu Sakalamanji dalam menaklukkan suku bunga.
Lama keduanya berkeliling, tanpa dicurigai siapapun, sebab keadaan disana yang tengah kacau balau.
"Kemana Sakalamanji itu?" gumamnya celingukan, akan tetapi orang yang dicari tak ditemukan.
"Baiklah, aku sudah memutuskan," ucap Mazingga.
Kemudian pria yang tak kalah jelek dari Sakalamanji itu pun mengerahkan kekuatan nya, ke retakan kubah, yang memang sudah terlihat.
Krakk!
__ADS_1
Mazingga semakin bersemangat, untuk bisa menghancurkan kubah itu sendirian, ia menambah kekuatan tenaga dalamnya, hingga bulir bulir keringat sebesar biji jagung kini nampak dikeningnya, danmuka juga! kau mene membasahi seluruh tubuh pria itu.
"Argh sial! mengapa kubah pelindung buatan pria tua itu kuat sekali, dan kemana kalamanji, aku yakin dengan bantuan dia, sekali dorong pun kubah ini akan hancur," gerutu mazingga.
"Hahaha! kau menemukan nya juga," tawa Sakalamanji.
"Cepat kau bantu aku!" Teriak Mazingga kesal, karena ia merasa kan tubuhnya hampir lemas sebab terlalu kehilangan banyak tenaga.
Sakalamanji pun segera membantu Mazingga dan mengerahkan kekuatan nya, tak sulit baginya, dalam sekali hentak kubah pelindung pun perlahan mulai hancur.
Krak! Krak! Krak!
Di dalam kubah Peony yang pertama kali menyadari kubah tersebut hancur dengan perlahan, kepanikan jelas melanda wanita cantik salah satu istri raja itu.
"IRIISSS! GAWAT!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1